Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Feature

Kala Narkoba dan Judi Online Menggerogoti Aceh

Admin1 by Admin1
24/11/2022
in Feature
0

Peredaran narkoba menjadi ancaman serius bagi daerah di ujung pulau Sumatera. Demikian juga dengan judi online.

Beberapa waktu lalu, Pj Gubernur Aceh mengungkapkan ancaman penyalahgunaan dan peredaran Narkoba di Aceh sudah memasuki kategori serius dan berbahaya. Sebab itu diperlukan tindakan intensif serta kepedulian bersama guna menyelamatkan generasi muda dari penyalahgunaan barang haram tersebut.

Hal itu disampaikan saat membuka Rapat Kerja Nasional, Dewan Pengurus Pusat Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (ARTIPENA) ke 5 Tahun 2022, di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, Jumat 15 Juli 2022.

Penggunaan narkoba di Aceh kian marak, terbukti dari data yang dikeluarkan BNN Aceh saat ini menempati posisi ke-6 di Indonesia sebagai daerah darurat status narkoba. Dari data itu menunjukkan bahwa jumlah pemakai narkoba, dan peredaran barang haram itu sudah sangat masif, dan dalam kategori yang membahayakan.

Ahmad Marzuki menuturkan, apabila narkoba sudah menyentuh generasi muda, maka generasi muda akan hancur, tentunya hal itu akan menghambat pelaksanaan pembangunan di suatu daerah, yang berimplikasi pada kualitas sumber daya manusianya yang lemah dan tidak akan terarah.

“Perlukan dilakukan penanganan intensif dari semua pihak, maka kita sangat khawatir akan lahir generasi yang hancur, yang akan menjadi ganjalan berat untuk pembangunan di daerah ini,” katanya.

Ia menerangkan, penanganan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) adalah tanggung jawab semua pihak di lintas sektoral tidak hanya diserahkan kepada suatu institusi penegak hukum, seperti polisi, BNN, dan aparatur penegak. Namun, seluruh elemen bangsa harus terlibat secara aktif, termasuk didalamnya perguruan tinggi.

“Pemerintah Aceh akan terus mengawal persoalan darurat narkoba ini, dengan secara aktif melibatkan semua unsur, baik itu perguruan tinggi, dan juga TNI dan Polri, serta berbagai pihak lainnya, guna memastikan penyalahgunaan narkoba dapat kita tekan semaksimal mungkin, dan para pengedar narkoba mendapatkan hukum yang seberat-beratnya,” katanya.

Sementara itu, Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Ir. Marwan, menyampaikan terima kasih kepada Dewan Pengurus Pusat ARTIPENA yang telah mempercayakan pelaksanaan rapat kerja nasional itu di universitas jantong hate masyarakat Aceh USK.

Ia berharap, dengan kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari ini akan memberikan dampak baik terhadap pencegahan dan tindakan nyata untuk memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

“Rakernas ini aman merumuskan program kerja untuk bergerak menuju kampus bersih narkoba dari sekarang hingga tiga tahun ke depan,” katanya.

Marwan selaku tokoh akademisi Aceh meminta semua pihak untuk bersinergis menumpas tindakan haram itu, dengan harapan USK akan menjadi model pelaksanaan kampus bersinar bagi Aceh dan Indonesia.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Aceh adalah gencarnya sosialisasi bahaya narkoba untuk berbagai kalangan.

Pendekatan yang digunakan adalah melalui penguatan ketaqwaan serta keimanan masyarakat di Aceh. Salah satunya melalui Dinas Syariat Islam Aceh.

Dinas Syariat Islam Aceh juga gencar melakukan seminar bahaya narkoba dan game online. Hal ini seperti yang dilakukan oleh dinas tersebut beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr EMK Alidar SAg MHum, yang diwakili Kepala Bidang Penyuluhan Agama Islam dan Tenaga Da’i Dr Fikri Bin Sulaiman Ismail Lc MA, membuka seminar bahaya narkoba dan game judi online, yang berlangsung di sebuah penginapan di Kota Banda Aceh, Kamis, 17 November 2022.

Fikri mengatakan, sebenarnya Islam telah lama mengenal narkoba. Namun dalam Alquran tidak menyebutkan secara konkrit tentang narkoba, karena narkoba dan obat-obatan terlarang seperti sekarang ini belum ada pada masa Rasulullah SAW.

Salah satu mesin mesin judi poker atau dikenal sebagai pokies di Australia. Reuters

Karena itu hukum narkoba dapat dipahami melalui qiyas (analogi) dengan khamr, karena persamaan ‘ilat (sebab) antara khamr dan narkoba yaitu segala seuatu yang memabukkan dan menghilangkan akal.

Katanya, khamr telah diketahui oleh umat muslim sebagai minuman yang haram untuk dikonsumsi. Bahkan tidak hanya sebatas pengharaman, tetapi Allah melalui lisan Rasul-Nya juga memberikan sanksi bagi peminum, penjual dan pembuatnya.

“Alquran tidak serta merta mengharamkan khamr secara langsung, tetapi secara bertahap-tahap,” katanya.

Begitu juga dengan judi dalam terminologi agama Islam adalah ‘suatu permainan (transaksi) yang dilakukan dua pihak atau lebih, untuk kepemilikan suatu benda atau jasa yang menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lain dengan cara mengaitkan transaksi tersebut dengan suatu tindakan atau kejadian tertentu.

Di era digital sekarang ini, judi sudah dikelola secara profesional. Judi model chip domino misalnya telah membuat generasi muda menjadi ketagihan/kecanduan.

Para ulama Aceh menilai judi chip yang merambah hingga ke pelosok desa saat ini sangat mengerikan karena pelakunya tidak hanya orang dewasa namun juga pemuda dan remaja usia SMP dan SMA.

Hal ini jangan dianggap remeh, karena judi chip yang berkembang akhir-akhir ini spektrumnya lebih luas dari cara konvensional, bahkan lebih ganas dari pada sebelumnya.

Kalau sebelumnya, orang main judi harus bersembunyi dari komunitas masyarakat, namun judi chip dapat berlangsung di kamar tidur, di warung-warung kopi dan dimanapun, karena menggunakan aplikasi melalui internet.

Dalam waktu yang realtif singkat setelah kemunculannya internet wifi, dengan membawa nama Higgs Domino Island, game ini sukses menarik perhatian remaja dan pemuda di Aceh.

Game ini memberikan beberapa pilihan permainan seperti domino, kartu puzle, dam dan slot. Di antara pilihan tersebut yang paling populer dimainkan adalah game judi cip.

Penegasan bahwa khamar dan judi terdapat dosa besar dan manfaat bagi manusia, hal ini sangat memperjelas akibat buruk yang ditimbulkannya. Judi akan membuat pelakunya kehilangan harta dengan mudah, yang kalah akan dendam kepada yang menang, yang menang akan memperolok-olok yang kalah.

Ia mengatakan, mungkin banyak yang menganggap sepele soal judi khususnya generasi muda, karena mereka berpikir kegiatan ini tidak menganggu orang lain.

“Ini hand phone saya, pulsa saya mengapa kalian yang sibuk. Itu kata mereka. Padahal bahaya terbesar, karena dalam Islam judi, itu termasuk dosa besar, dilarang keras oleh Allah SWT, dianggap sebagai perbuatan dzalim, menjadi akar berbagai kejahatan lainnya dan sangat dibenci Allah SWT.”

“Saya berharap kepada para peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan semaksimal mungkin dan ilmu yang didapat seminra ini dapat di sosialisasikan pada masyarakat disekitar kita,” katanya.

Ketua panitia Kepala Seksi Penyuluhan Agama Islam, Suflinar Dewi SAg menyebutkan kegiatan itu dihadiri juga Sekretaris Dinas Syariat Islam Aceh Muhibuthibri SAg dan Kepala Bidang, Kepala UPTD di lingkungan Dinas Syariat Islam Aceh dan 175 peserta terdiri dari pelajar, mahasiswa, tokoh masyarakat.

Tulisan ini merupakan hasil Kerjasama Dinas Syariat Islam Aceh dengan media atjehwatch.com

Tags: dinas syariat islam aceh
Previous Post

Pemerintah Aceh Diminta Cari Sumber Dana Operasi Gedung Oncology RSUZA

Next Post

Jaringan Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Tampung 110 Pengungsi Rohingya di Aceh

Next Post

Jaringan Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Tampung 110 Pengungsi Rohingya di Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Jelang Musda, Pertemuan Mualem dan Nurdiansyah Alasta Jadi Sorotan Politik Aceh

Jelang Musda, Pertemuan Mualem dan Nurdiansyah Alasta Jadi Sorotan Politik Aceh

04/06/2026
Krak, Prabowo Mau Sambungkan Rel KA dari Lampung Sampai Aceh

Krak, Prabowo Mau Sambungkan Rel KA dari Lampung Sampai Aceh

04/06/2026
Nyan, Wisatawan Mancanegara ke Aceh Meningkat pada April 2026

Nyan, Wisatawan Mancanegara ke Aceh Meningkat pada April 2026

04/06/2026
PVMBG Perkecil Radius Zona Rekomendasi Gunung Bur Ni Telong Jadi 2 Kilometer

PVMBG Perkecil Radius Zona Rekomendasi Gunung Bur Ni Telong Jadi 2 Kilometer

04/06/2026
Basarnas Evakuasi Dua Korban Terseret Arus di Aceh Besar

Basarnas Evakuasi Dua Korban Terseret Arus di Aceh Besar

04/06/2026

Terpopuler

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

01/06/2026

Para Pejabat dan Kepala Puskesmas di Abdya Resmi Dilantik, Berikut Daftar Lengkapnya

23 Tahun Wafat, Pengaruh Abu Muhammad Ali Alfalaki Tetap Hidup: Ribuan Jamaah Padati Haul di Teupin Raya

Bertemu DPR RI dan Mendagri, Aliansi PPPK PW Minta Presiden Perhatian Nasibnya

Kala Narkoba dan Judi Online Menggerogoti Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com