Banda Aceh -Dalam Catatan historis Seluruh Rakyat Aceh, Gerakan Aceh Merdeka lahir dan di deklarasikan pada tanggal 4 Desember 1976 yang di pimpin oleh alm. Teungku Hasan Muhammad di Tiro di perbukitan halimon kabupaten Pidie
Mengingat tak lama lagi hari besar tersebut tiba yaitu Milad GAM yang ke 46 tahun, Muda Seudang Aceh melaksanakan kegiatan berziarah sekaligus Meuseuraya di makam Alm. Teungku Hasan di Tiro yang berlokasi di desa Meurue kecamata Indrapuri, Aceh besar tepat pada tanggal 2 Desember 2022.
Ketua DPP Muda Seudang Aceh melalui Juru Bicara Aminul mukminin sekedang menyampaikan kepada wartawan bahwa kegiatan ini perdana dilaksanakan semenjak pelantikan. Makna dari kegiatan ini bagian dari rasa empati dan rasa mencintai kepada sang deklarator yang di kenal jasanya oleh rakyat Aceh.
“Iya, kami melakukan kegiatan meuseuraya ini dalam bentuk gotong royong sekaligus berziarah seluruh kader yang ada dbanda aceh,” sebutnya.
Pengurus Yang hadir juga sekaligus merenungi serta saling mengingatkan dengan metode berdiskusi bagaimana masa-masa perjuangan sang Alm. Teungku Muhammad Hasan di Tiro dalam membangun Aceh lebih baik.
“Ini bagian dari bukti bahwa di era milenial pun Kaum Muda masih melek dan paham sejarah perjuangan sang wali Aceh,” tegasnya.
Kemudian, semenjak damai hingga kini rakyat merasakan bagaimana nikmatnya hasil perdamaian, dimulai dari diberikannya kekhususan dan keistimewaan serta otonom khusus dalam membangun aceh sehingga Perjuangan Para pejuang GAM tidak sia-sia.
Rozi Ananda selaku penanggung jawab kegiatan, mewakili seluruh pengurus Muda Seudang Aceh mengucapkan terimakasih kepada KPA Wilayah Atjeh Rayeuk yang sudah membantu menyukseskan kegiatan ini.
“Hasil perjuangan para pejuang GAM tidak pernah memilih dan memilah kepada siapa diberikan kenikmatannya, semua di bagi rata untuk rakyat aceh,” tegasnya.
Di ujung penyampaian, Muda Seudang Aceh juga mengajak seluruh elemen pemuda, Mahasiswa, Santri dan pelajar untuk bagaimana kemudian dapat mempelajari dan memahami sejarah perjuangan almarhum Teungku Muhammad Hasan di Tiro agar tidak sesat dalam berpandangan terutama terkait konsep membangun ekonomi dan politik yang di era kini masih cocok diterapkan.








