Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kolom

“Duh, Gagahnya Pon Yahya Dulu, Tapi…”

Admin1 by Admin1
09/12/2022
in Kolom
0

SOSOK Saiful Bahri alias Pon Yahya lebih kurang sudah 6 bulan menjadi Ketua DPRA sisa masa jabatan tahun 2019-2024 menggantikan Dahlan Jamaluddin.

Selama 6 bulam ditampuk kekuasaan legislatif, sepertinya beliau belum ada kebijakan untuk menyelesaikan berbagai masalah regulasi yang menyangkut dengan gagasan, regulasi, komunikasi politik pemerintah Aceh-Pusat realisasi dan revisi UUPA, mendorong pemerintah Aceh pengetasan kemiskinan, Qanun Bendera yang tersandera tak kunjung selesai dan berbagai masalah politik ekonomi lainnya.

Pon Yahya yang telah diberikan kepercayaan oleh Partai Aceh dan amanah rakyat Aceh, 6 bulan terakhir sudah sangat berhemat dalam memberikan komentar, sudah sangat berbeda jauh sebelum beliau dilantik menjadi ketua DPRA.

Padahal Pon Yahya saat rapat-rapat di DPRA dengan suara lantang tak pernah mundur menyuarakan MOU Helsinki dengan buku hijaunya.

Beliau sudah dengan lugas menyebutkan bahwa pemerintah Aceh dan Pusat belum sepenuhnya merealisasikan kesepahaman MOU Helsinki.

Namun setelah Pon Yahya ditunjuk dan dilantik sebagai ketua DPRA, sepertinya suara lantang dan lugas semakin redup dan hilang di gedung dewan yang mulia tersebut. Belum ada terobosan dan titik terang penyelesaian dengan pemerintah pusat tentang Qanun Bendera yang tersandra, janji tinggal janji, yang tanpa ada solusi dan realisasi.

 Pon Yahya juga belum mampu membangun komunikasi politik internal DPR Aceh, sebagai konsolidasi, dalam mengupayakan mendorong pemerintah Aceh dan pemerintah pusat konsisten menjalankan UUPA, sampai saat ini turunan masih saja terhambat dengan berbagai  masalah, seperti macetnya komunikasi Aceh–Jakarta.

Pengetasan kemiskinan, lapangan kerja, Syariat Islam, tata kelola pemerintahan dan anggaran, Pon Yahya sebagai Ketua DPR Aceh bersama dengan anggota lainnya harus mendorong pemerintah Aceh untuk konsisten dengan program-program pembanguan pro rakyat.

Sebagai lembaga legislatif yang melekat tiga fungsi yaitu legislasi, anggaran dan pegawasan, sepertinya tidak dipergunakan dengan baik. DPRA masih saja lemah dalam menggawal implementasi pembangunan yang berpihak pada rakyat Aceh.

Pon Yahya belum mampu mendongkrak popularitas Partai Aceh, program-program yang berskala besar belum ada, untuk mendorong pemerintah Aceh mengimplementasikan program-program tersebut.

Program-program besar yang belum tuntas adalah pengentasan kemiskinan, masalah qanun bendera yang tersandera, lapangan kerja, infrastruktur jalan dan pembangunan waduk sebagai bagian antisipasi banjir.

Penulis adalah Usman Lamreung, akademisi dan pengamat sosial di Aceh. Isi tulisan murni pendapat pribadi penulis.

Usman Lamreung
Previous Post

Kontingen PORA Aceh Selatan Disambut di Gedung Pidie Conventions Center (PCC) Pidie

Next Post

10 Masjid di Banda Aceh Terima Bantuan Alquran

Next Post
Bisa Baca Alquran Jadi Syarat Lulus SD di Subulussalam Aceh

10 Masjid di Banda Aceh Terima Bantuan Alquran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Hampir Setahun Pascabanjir, DAS Reuseh Teungoeh Dibiarkan Mengancam Warga

Hampir Setahun Pascabanjir, DAS Reuseh Teungoeh Dibiarkan Mengancam Warga

25/08/2026
Pemko Banda Aceh Gandeng Seoul Hadirkan Perpustakaan Luar Ruangan

Pemko Banda Aceh Gandeng Seoul Hadirkan Perpustakaan Luar Ruangan

25/08/2026
Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang

Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang

25/08/2026
Jalan Zaman Belanda di Alue Peunawa Mulai Diaspal Masa Bupati Dr. Safaruddin

Jalan Zaman Belanda di Alue Peunawa Mulai Diaspal Masa Bupati Dr. Safaruddin

25/08/2026
SMAN 1 Jaya Serahkan Donasi Bencana Gempa NTT

SMAN 1 Jaya Serahkan Donasi Bencana Gempa NTT

25/08/2026

Terpopuler

Vokalis Seuramoë Reggae Teuku Andie Meninggal Dunia

Vokalis Seuramoë Reggae Teuku Andie Meninggal Dunia

24/08/2026

Polda Aceh Bidik Calon Tersangka Korupsi Pengadaan Bebek Petelur

“Duh, Gagahnya Pon Yahya Dulu, Tapi…”

Presiden atau Gubernur Yang Berhentikan Sekda?

Para Sekda Loyalis yang ‘Tumbang’ di Tahun Kedua Mualem-Dekfad

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com