Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Korea Selatan Kembali Catatkan Tingkat Kesuburan Terendah di Dunia

Atjeh Watch by Atjeh Watch
23/02/2023
in Internasional
0
Korea Selatan Kembali Catatkan Tingkat Kesuburan Terendah di Dunia

Ilustrasi Korea Selatan. (iStockphoto/Jae Young Ju)

Jakarta – Korea Selatan kembali mencatatkan tingkat kesuburan terendah di dunia. Negeri Ginseng ini juga mengalami penurunan populasi secara alami sejak tiga tahun berturut-turut sejak 2020.

Badan Pusat Statistik Nasional Korea melaporkan bahwa tingkat kesuburan atau jumlah rata-rata anak yang diharapkan per wanita, turun menjadi 0,78 pada tahun 2022, dari 0,81 yang dicatatkan pada tahun sebelumnya.

Korea Selatan membutuhkan tingkat kesuburan 2,1 untuk mempertahankan populasi negara tersebut secara stabil tanpa adanya migrasi. Tingkat kelahiran Korea Selatan telah turun sejak 2015 dan negara tersebut mencatat lebih banyak kematian daripada kelahiran untuk pertama kalinya pada tahun 2020, sebuah tren yang terus berlanjut.

Seperti dilansir CNN, pada tahun 2022, negara tersebut mencatat sekitar 249.000 kelahiran dan 372.800 kematian. Angka kelahiran bayi di Korsel tahun lalu turun 4,4 persen dibandingkan setahun sebelumnya.

Penurunan demografi serupa terlihat di beberapa negara Asia lainnya termasuk Jepang dan China, yang menimbulkan kekhawatiran akan terlalu sedikit orang usia kerja untuk mendukung populasi lansia yang membengkak.

Usia rata-rata melahirkan di Korea Selatan tahun lalu adalah 33,5 tahun, naik 0,2tahun dibandingkan usia yang tercatat pada setahun sebelumnya.

Para ahli mengatakan alasan pergeseran demografis ini di seluruh wilayah termasuk karena budaya kerja yang menuntut, upah yang stagnan, meningkatnya biaya hidup, perubahan sikap terhadap pernikahan dan kesetaraan gender, serta meningkatnya kekecewaan di kalangan generasi muda.

Namun terlepas dari faktor ekonomi yang berperan, penggunaan dana untuk masalah ini terbukti tidak efektif. September lalu, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengakui bahwa lebih dari US$200 miliar telah dihabiskan untuk meningkatkan populasi selama 16 tahun terakhir.

Pemerintah Korea Selatan telah memperkenalkan berbagai prakarsa seperti memperpanjang cuti melahirkan berbayar, menawarkan “voucher bayi” berupa uang kepada orang tua baru, dan kampanye sosial yang mendorong laki-laki untuk berkontribusi dalam pengasuhan anak dan pekerjaan rumah tangga.

Tetapi para ahli dan penduduk mengatakan, yang diperlukan adalah lebih banyak dukungan untuk sepanjang hidup seorang anak, serta perubahan pada beberapa masalah sosial yang mengakar. Misalnya, masyarakat Korea Selatan masih tidak menyukai orang tua tunggal.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Benny Wenda Desak Bebaskan Pilot Susi Air sampai Ukraina Tolak China

Next Post

Ayu Marzuki: Stunting di Aceh Turun Dua Persen

Next Post
Ayu Marzuki: Stunting di Aceh Turun Dua Persen

Ayu Marzuki: Stunting di Aceh Turun Dua Persen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

30 Pengelola Perpustakaan di Abdya Ikuti Pelatihan INLISLite

30 Pengelola Perpustakaan di Abdya Ikuti Pelatihan INLISLite

10/06/2026
LPPM IAIN Takengon Bahas Pelemahan Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global

LPPM IAIN Takengon Bahas Pelemahan Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global

10/06/2026
DBH Tambang Rp365 Miliar, Aceh Menanggung Beban Bencana Rp153 Triliun: Siapa Sebenarnya Menikmati Kekayaan Alam?

DBH Tambang Rp365 Miliar, Aceh Menanggung Beban Bencana Rp153 Triliun: Siapa Sebenarnya Menikmati Kekayaan Alam?

10/06/2026
Dua Pelaku Zina di Aceh Barat Dihukum Cambuk 100 Kali

Dua Pelaku Zina di Aceh Barat Dihukum Cambuk 100 Kali

10/06/2026
Ahmad Heryawan Dorong Penyelesaian Konflik Agraria Secara Adil Bagi Petani Aceh Timur

Ahmad Heryawan Dorong Penyelesaian Konflik Agraria Secara Adil Bagi Petani Aceh Timur

10/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com