Aceh Selatan– Ķenduri Raya Woe U Mesjid, masyarakat gampong simpang tiga,kemukiman alue pakue,kecamatan sawang,kabupaten aceh selatan mengadakan kenduri raya wou u mesjid sekaligus santunan aneuk yatim se kemukiman alue pakue.

Sejak dibangun atau direkontruksi ulang bangunan mesjid Al-Falah dua tahun yang lalu kini sudah mulai bisa difungsikan kembali, dana pembangunan mesjid ini dari hasil patung-patungan masyarakat simpang tiga baik yang dikampung maupun yang bermukim di banda aceh dan luar aceh.

Geucik gampong simpang tiga,Usman Nuri. dalam kata sambutan nya menyampaikan rasa terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi atas terselenggaranya acara woe u mesjid dan santunan aneuk yatim,atas kerjasama yang baik dengan saling menjaga kekompakan baik panitia pembangunan mesjid,panitia santunan dan panitia woe u mesjid.

Usmanuri,juga mengharapkan keseluruh lapisan masyarakat agar dapat menggunakan pasilitas ibadah dengan sebaik-baiknya,mari memakmurkan mesjid dan menyayangi anak yatim.
Selain dari memakmurkan mesjid yang paling utama adalah menjaga ukhuwah islamiah dan menjaga tali silaturrahim sesama warga agar tercipta rukun dan damai dalam bermasyarakat,” harap Usmanuri.

Acara ini turut dihadiri oleh muspika tokoh masyarakat dan kepala gampong seluruh kecamatan sawang,tuha peut,sektaris desa dan tokoh agama yang ada di kecamatan sawang,acara kenduri ini diawali dengan peusijuk atau ditepung tawari oleh imam syik Tgk Mustafa seperti ketua panitia pembangunan mesjid Tais Muddin dan kepala tukang Junaidi juga ikut di peusijuk.
Mesjid Al-Falah berdiri diatas tanah wakaf yang luasnya lebih kurang duaribu meter tepatnya ditengah-tengah pemukiman warga,mesjid ini direkontruksi ulang karena bangunan lama sudah tidak layak digunakan lagi,bangunan nya yang sudah lama dan tua ditakutkan akan roboh karena aceh bisa dikatakan kawasan rawan bencana gempa bumi,oleh karena itu geucik dan perangkat gampong lain nya harus mengambil tindakan cepat untuk membangun kembali dari dasar mesjid kebanggaan masyarakat simpang tiga.

Mesjid ini satu-satunya mesjid yang mengumandangkan azan dan shalat berjamaah lima waktu yang ada di kecamatan sawang,mesjid ini dibangun kembali dengan rentan waktu yang sangat cepat dan singkat dengan memakam waktu tiga tahun saja lalu mesjid ini dibangun dan langsung bisa digunakan untuk sarana ibadah,selain patung-patungan dari masyarakatesjid ini juga dapat bantuan dana pokok pikiran dari beberapa orang anggota dewan baik di DPRK maupun DPR Aceh.

Pemberian santunan aneuk yatim sekaligus makan bersama dengan anak yatim adalah satu kebanggaan tersendiri bagi masyarakat desa simpang tiga dan tokoh masyarakat yang ikut hadir,memuliakan dan menyayangi anak yatim adalah bentuk ketaatan kepada Allah dan rasul nya,” tutup Usmanuri.










