SIGLI – Ketua DPRK Pidie, Mahfuddin Ismail, menilai silaturahmi antara keuchik dengan Himpunan Ulama Dayah sangat penting dan memiliki peran strategis dalam membangun Aceh, terutama Pemerintah Kabupaten Pidie.
Hal ini disampaikan Mahfuddin dalam sambutannnya pada silaturahmi para keuchik dengan Himpunan Ulama Dayah (HUDA) di Lapangan Bolakaki Tiro,Pidie, Senin 13 Maret 2023.
“Kegiatan ini saya menganggapnya sangat penting dan strategis karena pada kesempatan ini kita bersama-sama melakukan silaturrahmi dengan Para keuchik dan Himpunan Ulama Dayah dalam Kabupaten Pidie.
Politisi muda Partai Aceh ini juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi acara ini.
“Terima kasih juga kami sampaikan kepada para panitia, serta para undangan yang telah hadir untuk berperan serta secara aktif.”
“Acara ini sangat penting dilaksanakan yang merupakan salah satu wujud dari terjalinnya silaturrahmi dan persatuan demi tercapainya kemakmuran dan kesejahteraan bersama. Menjelang bulan Ramadhan ini, +/- 10 hari lagi mari kita bersama-sama menyongsong dengan penuh keikhlasan yang bersendikan pada nilaai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.”
“Untuk itu, saya berharap dan berpesan kepada kita semua bahwa terjalinnya silaturrahmi ini agar dipupuk dan dilaksanakan sehingga rasa persatuan dan kesatuan diantara kita terjalin secara terus menerus,” kata Mahfud.
Kata Mahfud, keuchik dan perangkat gampong harus mempunya inovasi dalam mengelola gampongnya masing-masing.
“Kalau Keuchik dan perangkat gampong kurang memiliki ilmu dalam mengelola gampong yang mandiri penuh dengan inovasi dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteran warganya, maka sepatutnya bisa belajar ke daerah lain. Berilah kesempatan kepada keuchik dan perangkat Gampong untuk belajar dan melihat secara langsung keberhasilan Desa di daerah lain,” ujarnya.
“Saya pikir kita tidak boleh alergi ketika Keuchik melakukan studi banding ke daerah lain, namun perlu penekanan bahwa hasil dari kunjungan tersebut harus ada output yang di hasilkan dan kemudian mampu mengembangkan gampongnya untuk lebih mandiri dari segala lini.”
“Saya pikir pak Pj Bupati memberikan kesempatan luas kepada Keuchik dan perangkat gampong lainnya untuk belajar, mempelajari dan melihat secara nyata akan keberhasilan desa lainnya, barangkali di Sumatera atau ke pulau Jawa manapun di tempat lainnya yang sudah lebih duluan maju dalam mengelola desanya.”
“Keuchik dalam mengelola gampong dengan adanya sentuhan Dana Desa agar mampu meningkatkan perekonomian rakyat di kawasan gampongnya sehingga memberikan nilai tambah dalam pengentasan kemiskinan. Sehingga mampu berdikari utuk terwujudnya kemakmuran dan keadilan,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintahan gampong perlu terus mengatur regulasi dan melaksanakan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah demi terwujudnya gampong yang mandiri dan berinovasi.
Selanjutnya, tadi telah saya sampaikan, mengapa perlu melakukan studi banding. Hal ini penting untuk menggali sebanyak mungkin informasi yang bisa didapat scara teknis real dan empiris.”
“Untuk dijadikan barometer dan pembanding yang kemudian masuk untuk menemukan sebuah pembaharuan yang aplikatif, baik untuk rencana ke depan dalam jangka pendek dan jangka panjang secara berkesinambungan. Sebagai wujud mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan. Jadi dengan kata lain tujuan dari studi banding tersebut adalah untuk menambah dan memperkaya wawasan dalam meningkatkan kemampuan pengeloaan gampong, untuk memperoleh pengalaman baru dari ditempat lain yang dapat diterapkan di gampong.”
“Untuk menambah cakrawala berfikir kita dalam pembangunan gampong yang bersinergi dalam segala bidang kehidpan. Sebagai studi perbandingan dalam pengeloaan desa sesuai dengan potensi yang ada di gampong masing-masing baik disektor pengelolaan lingkungan hidup, pertanian, agro wisata, pembudidayaan perikanan air tawar, peternakan, kepemudaan, dan pemanfaatan prasarana irigasi yang ada.”
Mahfud berharap para Ulama dan Teungku-Teungku agar senantiasa dan selalu memberikan masukan dan saran pertimbangan kepada kami dalam menentukan Kebijakan Daerah.
“Hal ini adalah sangat penting yang merupakan sebagai perwujudan satu diantara 4 hal pokok dalam penyelenggaran keistimewaan Aceh. Ini semua merupakan nilai tambah untuk kita dalam mendukung pembangunan nasional sebagai bagian dari terciptanya tujuan negara,” kata sosok yang dikenal dekat dengan semua kalangan ini.










