BLANGPIDIE – Ratusan masyarakat Gampong Pawoh Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), menyegel Kantor Kepala Desa (Gampong) setempat, Jum’at (28/04/2023).
Penyegelan tersebut dipicu dari kekecewaan masyarakat kepada Keuchik (Kepala Desa) Pawoh karena diduga telah semena-mena medesak Imum Chiek dan aparatur kemesjidan untuk mengundurkan diri.
Dalam orasi salah seorang demonstran, juga menyampaikan bahwa Keuchik Pawoh, Yusri, semena-mena mengantikan aparatur gampong tanpa pandang bulu.
“Ia mengantikan aparatur suka hati, Keuchik Yusri menunjuk keluarganya sendiri menjadi aparatur,” ucap orator dalam demo tersebut.
Sela beberapa menit kemudian, sang orator dan masyarakat setempat menyegel Kantor Keuchik Gampong Pawoh yang berada di jalan Teuku Umar Dusun II. Masyarakat menyegel kantor pemerintahan gampong tersebut mengunakan gembok dan rantai.
Sementara itu, Yusri. A alias Bujang, Keuchik Pawoh saat dikonfirmasi awak media menyampaikan jika kekecewaan masyarakatnya tersebut berawal dari kekecewaan yang dianggap datang dari dirinya.
“Awal permasalahan itu di kotak amal yatim di masjid, sebelumnya sudah ada permintaan dari masyarakat untuk membuka celengan namun saya abaikan. Tiga bulan menjelang Ramadhan baru kami buka bersama-sama masyarakat, itu juga permintaan masyarakat, hanya saja paniti hari yatim tidak ada di tempat. Namun saya juga menelepon beliau untuk mengambil uangnya sama bendara pembangunan masjid. Disitu mula ceritanya,” ungkap Bujang.
Lanjut dari cerita tersebut, Yusri juga membantah telah mendesak Imuem Chiek (Imam Masjid) dan aparatur kemasjidan mengundurkan diri.
“Imuem Chiek masjid menyarankan kepada kami untuk memilih kembali panitia pembangunan masjid. Namun saya menyampaikan ke Imuem Chiek jika panitia pembangunan masjid tidak usah dipilih lagi, kita hanya harus memilih panitia yatim dan panitia qurban yang telah mengundurkan diri. Namun Imum Masjid juga memilih mengundurkan diri dari jabatannya, tidak saya berhentikan apalagi mendesak,” jelasnya.
Jika ia mengantikan keluarganya menjabat itu karena alasan agar aparaturnya tidak terjadi kekosongan.
“Benar, ada beberapa family saya yang menjadi aparatur. Itu saya lakukan agar tidak terjadi kekosongan biar roda pemerintahan tetap berjalan,” pungkas Yusri alias Bujang.
Amatan awak media di lapangan, aksi damai tersebut dikawal sejumlah personel Polres Abdya. Hingga aksi berakhir tertib hingga tidak ada kejadian anarkis. (Rusman)











