Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

2 Tahap Sulit Penyelamatan 20 WNI Disekap di Area Konflik Myanmar

Atjeh Watch by Atjeh Watch
17/05/2023
in Internasional
0
2 Tahap Sulit Penyelamatan 20 WNI Disekap di Area Konflik Myanmar

Kementerian Luar Negeri menyatakan proses penyelamatan 20 WNI korban TPPO di Myanmar sangat sulit karena mereka disekap di area konflik. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Jakarta – Kementerian Luar Negeri menyatakan proses penyelamatan 20 warga negara Indonesia (WNI) korban tindak pidana perdagangan manusia (TPPO) di Myanmar sangat sulit karena mereka disekap di area konflik.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha, mengatakan puluhan WNI itu pun harus dievakuasi dalam dua gelombang menuju Thailand.

“Pertama tanggal 5 Mei sebanyak 4 orang, kemudian 16 orang disusul tanggal 6 Mei. Tanggal 7 seluruhnya sudah berada di KBRI Bangkok,” kata Judha saat konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (16/5).

Judha memaparkan pembagian upaya penyelamatan itu dilakukan karena para WNI dikurung di Myawaddy, wilayah konflik di Myanmar. Upaya penyelamatan pun membutuhkan waktu yang cukup panjang.

“Karena kita ketahui Myawaddy merupakan wilayah konflik yang sulit diakses oleh pemerintah yang ada di Myanmar,” ucapnya.

“Namun, berkat kerja sama dari semua pihak termasuk jejaring lokal yang diakses ke Myawaddy yang sudah dibina oleh KBRI Yangon, kita dapat mengamankan 20 warga negara Indonesia tersebut dalam dua gelombang.”

Dalam kesempatan itu, Judha juga menuturkan saat ini proses hukum sedang dilakukan sesuai sistem yang berlaku di Thailand. Ia berharap 20 WNI tersebut bisa segera dipulangkan ke Indonesia.

Judha memang sudah beberapa kali mengungkap kesulitan upaya penyelamatan 20 WNI tersebut karena mereka disekap di wilayah konflik.

Kemlu pun berkoordinasi ketat dengan otoritas setempat dan bekerja sama dengan lembaga internasional pemerhati kasus online scam. Saat itu, Kemlu mengirimkan nota diplomatik kepada Kemlu Myanmar.

“KBRI Yangon dan KBRI Bangkok antara lain mendesak otoritas Myanmar mengambil langkah efektif untuk menyelamatkan para WNI,” ujarnya.

Saat ini, total korban perdagangan orang di Myanmar sendiri mencapai 25 orang. Lima WNI tambahan itu berhasil meloloskan diri dan ditemukan berada di KBRI Bangkok, Thailand.

Polisi juga sudah menangkap dua tersangka bernama Andri Satria Nugraha dan Anita Setia Dewi yang diduga merekrut dan mengirim 16 korban ke Myanmar. Sementara itu, perekrut sembilan WNI lainnya masih diburu.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan keduanya dinilai terbukti melanggar Pasal 4 UU RI Nomor 21 tahun 2007 tentang TPPO dan atau Pasal 81 UU RI Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Beberapa tahun belakangan, TPPO terkait online scam memang menjamur. Berdasarkan catatan Kemlu RI, total 2.103 WNI menjadi korban TPPO terkait online scam yang tersebar di Thailand, Myanmar, Vietnam, dan Laos.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Komedian China Dipaksa Minta Maaf usai Guyon soal Militer

Next Post

Cak Imin Tiba di Rumah Boediono, Minta Wejangan soal Pemilu 2024

Next Post
Cak Imin Tiba di Rumah Boediono, Minta Wejangan soal Pemilu 2024

Cak Imin Tiba di Rumah Boediono, Minta Wejangan soal Pemilu 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Gerimis Tak Padamkan Api Taptu, Pidie Jaya Sambut HUT ke-81 RI

Gerimis Tak Padamkan Api Taptu, Pidie Jaya Sambut HUT ke-81 RI

16/08/2026
Menko Polkam Ajak Jaga Perdamaian di Aceh

Menko Polkam Ajak Jaga Perdamaian di Aceh

16/08/2026
Polisi Pastikan Situasi Kondusif Usai Ricuh di Peringatan Hari Damai Aceh

Polisi Pastikan Situasi Kondusif Usai Ricuh di Peringatan Hari Damai Aceh

16/08/2026
KPPI Aceh Naik Trans Kutaraja, Serap Aspirasi Penumpang soal Layanan Gratis

KPPI Aceh Naik Trans Kutaraja, Serap Aspirasi Penumpang soal Layanan Gratis

16/08/2026
Peserta Karnaval HUT RI ke-81 di Abdya Kenakan Pakaian Wartawan, Ajak Warga Melek Informasi

Peserta Karnaval HUT RI ke-81 di Abdya Kenakan Pakaian Wartawan, Ajak Warga Melek Informasi

16/08/2026

Terpopuler

Penolakan Pergub JKA Kian Gencar, Mualem Berangkat Haji ke Tanah Suci

Mualem, Belajarlah kepada Luhut!

16/08/2026

2 Tahap Sulit Penyelamatan 20 WNI Disekap di Area Konflik Myanmar

Nyan, Tim Gabungan Temukan Mobil Tangki 1.000 Liter Antre BBM di SPBU Aceh

KPA Sagoe Malaka Wilyah 013/Blangpidie Ikut Sukseskan Zikir dan Doa Bersama Hari Perdamaian Aceh

Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com