Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Penebusan BBM ke Pertamina Dialihkan via Bank Aceh

Atjeh Watch by Atjeh Watch
17/05/2023
in Nanggroe
0

Banda Aceh – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Aceh mendorong Pemerintah Aceh melalui BUMD Bank Aceh Syariah untuk menjalin kerja sama penebusan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan Pertamina.

“Kita minta Pemerintah Aceh dan Bank Aceh dapat menjalin kerjasama dengan Pertamina, sehingga tidak lagi hanya berharap pada satu bank saja,” kata Ketua Hiswana Migas Aceh Nahrawi Noerdin, di Banda Aceh, Selasa.

Hal itu disampaikan Nahrawi Noerdin setelah terjadinya kebingungan para pengusaha SPBU di Aceh untuk melakukan penebusan minyak ke Pertamina akibat erornya sistem di Bank Syariah Indonesia (BSI).

Seperti diketahui, pasca berlakunya Qanun (Perda) Aceh Nomor Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS), semua bank konvensional keluar dari tanah rencong, dan hanya sejumlah bank saja yakni BSI, Bank Aceh Syariah dan BCA Syariah.

Nahrawi menyampaikan, selama ini pengusaha SPBU di Aceh hanya dapat mengandalkan satu jasa perbankan saja yakni BSI, dan ketika terjadi eror sistem seperti saat ini maka pihaknya kalang kabut melakukan penebusan.

Bahkan, kata dia, akibat gangguan sistem pada bank tersebut membuat SPBU di Banda Aceh hingga SPBUN di Aceh Selatan kehabisan minyak karena terkendala penebusan.

“Karena itu Pemerintah Aceh atau Bank Aceh harus menjalin kerjasama transaksi ke Pertamina, sehingga kita tidak berharap pada satu bank BSI saja,” ujar Nahrawi.

Terkait masalah penebusan minyak, Pemilik SPBU Simpang Jam Banda Aceh Mahfud mengatakan bahwa pihaknya telah mengalami kekosongan minyak selama dua hari dan baru tersedia kembali sore ini akibat terlambat penebusan.

Ia menjelaskan, ketika Pertamina memberikan fasilitas kredit (hutang) untuk penebusan selama tiga hari, pihaknya berutang sebesar Rp1,1 miliar, dan harus dibayarkan segera.

Lalu, ketika hendak dilakukan pembayaran mereka mendatangi BSI di Banda Aceh, namun tidak dapat dikirimkan karena sistem belum stabil. Akhirnya mereka mencari bank lain yang bisa mau transfer uang ke luar (Aceh).

Tidak ada pilihan lain, kata Mahfud, akhirnya mereka menggunakan jasa Bank Aceh. Karena belum ada kerjasama dengan Pertamina, maka terpaksa pihak Bank Aceh melakukan clearing via Mandiri.

“Tapi sistem clearing tidak langsung terkirim. Jadi uang baru masuk itu setelah tujuh hari kerja, tapi kemarin masuk setelah tiga hari,” ujarnya

Menurutnya, karena uang penebusan tersebut tidak langsung masuk, maka wajar saja (Pertamina) tidak memberikan barang (BBM) hingga mengalami kekosongan minyak.

“Alhamdulillah setelah uang itu sudah masuk ke Pertamina, maka hari ini langsung dikirim BBM nya,” demikian Mahfud.

Sumber: antara

Previous Post

Aceh Selatan Kembangkan Destinasi Pariwisata Berbasis Masyarakat

Next Post

Tiba di Idi, Kakanwil Dipeusijuek Tokoh Aceh Timur

Next Post
Tiba di Idi, Kakanwil Dipeusijuek Tokoh Aceh Timur

Tiba di Idi, Kakanwil Dipeusijuek Tokoh Aceh Timur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

KPPI Aceh Naik Trans Kutaraja, Serap Aspirasi Penumpang soal Layanan Gratis

KPPI Aceh Naik Trans Kutaraja, Serap Aspirasi Penumpang soal Layanan Gratis

16/08/2026
Peserta Karnaval HUT RI ke-81 di Abdya Kenakan Pakaian Wartawan, Ajak Warga Melek Informasi

Peserta Karnaval HUT RI ke-81 di Abdya Kenakan Pakaian Wartawan, Ajak Warga Melek Informasi

16/08/2026
Dorong Kampus Inklusif, Forum Bangun Aceh dan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar Workshop Disabilitas

Dorong Kampus Inklusif, Forum Bangun Aceh dan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar Workshop Disabilitas

16/08/2026
Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Sosialisasikan Ekoteologi

Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Sosialisasikan Ekoteologi

16/08/2026
Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

16/08/2026

Terpopuler

Penolakan Pergub JKA Kian Gencar, Mualem Berangkat Haji ke Tanah Suci

Mualem, Belajarlah kepada Luhut!

16/08/2026

Penebusan BBM ke Pertamina Dialihkan via Bank Aceh

KPA Sagoe Malaka Wilyah 013/Blangpidie Ikut Sukseskan Zikir dan Doa Bersama Hari Perdamaian Aceh

Nyan, Tim Gabungan Temukan Mobil Tangki 1.000 Liter Antre BBM di SPBU Aceh

Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com