Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Pemuda Islam, Muhammad Zaki Mubarak, S. IP menaggapi serius data Dinas Kesehatan Aceh Besar yang menyebutkan 76 Warga Aceh Besar terjangkit Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau Acquired Immunodefiviency (AIDS).
Menurut Mahasiwa Pascasarjana Kajian Wilayah Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia ini, data dari Dinas Kesehatan Aceh Besar ini adalah hasil dari penyimpangan social yang marak terjadi di Aceh Besar.
“Tidak bisa dipungkiri karena globalisasi teknologi dan perubahan gaya hidup global berdampak bagi perubahan gaya hidup generasi Aceh saat ini. Persoalan social ini harus segera ditangani dan juga ini menjadi warning bagi dinas Kesehatan Provinsi Aceh,” ujar Muhammad Zaki.
Ketua Divisi Hubungan Antar Lembaga Forum Mahasiswa Aceh Dunia ini juga mengatakan kasus ini terjadi karena lemahnya penanaman nilai-nilai syariat didalam diri masyarakat Aceh itu sendiri.
“Kasus virus HIV AIDS yang terjadi di Aceh bukan saja tanggung jawab Dinas Kesehatan, juga kita punya Dinas Syariat Islam dan Dinas Sosial yang harus bersinergi untuk melakukan pencegahan ini semua. Pemerintah harus serius menyelesaikan persoalan ini, jangan hanya sibuk dengan isu-isu kepentingan politik saja, terlebih pemilu 2024 sudah di depan mata. Kalau kasus ini di anggap kecil, maka ini akan menjadi bom waktu bagi Syariat Islam di Aceh dan juga bom waktu bagi generasi Aceh selanjutnya,” sambungnya.
Selain pemerintah, peran keluarga dan control social dari masyarakat juga harus di tingkatkan. Peran keluarga sebagai level pertama interaksi social seorang manusia dibantu dengan control dari komunitas masyarakat sebagai level awal dari interaksi social perlu lebih intens dalam sinergitasnya.
“Dalam kasus ini kita tidak bisa menyalahkan sepenuhnya Pemerintah, karena pemerintah merupakan level kesekian dari tingkatan social. Harusnya masyakarat lebih serius menutup “portal gampongnya” terhadap virus HIV AIDS ini dibandingkan covid-19 yang lalu, sejatinya Pemerintah hanya elemen pendukung untuk mengatasi masalah social seperti ini, elemen utamanya adalah keluarga dan lingkungan masyarakat,” tutupnya.











