Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kolom

Tragedi Jambo Keupok; Duka yang Tak Semestinya

Atjeh Watch by Atjeh Watch
11/06/2023
in Kolom
0
Tragedi Jambo Keupok; Duka yang Tak Semestinya

Oleh  Zulhelmi. Penulis merupakan mahasiswa dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Adegan ini bukanlah cuplikan film aksi. Ini kejadian nyata yang kini dikenal  sebagai peristiwa Jamboe Keupok. Pembantaian rakyat sipil ini terjadi dua hari menjelang Darurat Militer mulai diterapkan di Aceh sejak 19 Mei 2003.

Sebagian dari  kita seakan  telah melupakan salah satu peristiwa yang sanggat menyayat hati masyarakat Aceh ,khususnya  di kampong Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan.

Tepatnya  pada 17 Mei 2003 adalah sebuah peristiwa pelanggaran HAM  berat yang terjadi di Jamboe Keupok Bakongan Acah Selatan.

 Peristiwa ini  di awali setelah sebelumnya ada informasi dari seorang informan (cuak) kepada angota TNI bahwa pada tahun 2001-2002,Desa Jamboe Keupok  termasuk salah satu daerah basis Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh apparat keamanan dengan melakukan razia  dan menyisir kampung –kampung yang berada di kecamatan Bakongan.

Desa Jambo Keupok  yang tadi nya tenang tiba –tiba  berdarah pada 17 Mei 2003,persis 20 tahun silam. Pukul 07. 00 WIB pagi  sebanyak 3 truk reo berisikan ratusan pasukan berseragam militer dengan memakai topi baja sepatu lars, dan membawa senjata laras panjang sejumlah anggota Tentara Nasional Indonesia datang   dengan  senjata lengkap masuk ke kampung  di Kecamatan Bakongan Aceh Selatan  tersebut.

Teriakan  tentara pagi itu pecah di kampong Jamboe Keupok, para tentara tersebut memerintahkan agar semua warga keluar dari rumah nya baik itu orang dewasa, ibuk-ibuk, anak-anak, maupun lansia.    

Dalam operasinya, para aparat keamanan tersebut sering melakukan tindakan kekerasan  terhadap penduduk sipil, seperti penangkapan, penyiksaan, penembakan, perampasan harta, hingga penghilangan orang secarapaksa, diluar peroses hukum (ektrajudicial killing) yang dimana mereka di kumpulkan  di satu rumah warga  kemudian para tentara itu mulai menayai satu-persatu warga  menggenai  keberadaan  Angota Gerakan Aceh merdeka (GAM). Akan tetapi  siyapapun yang menjawab tidak tahu pada saat itu  mereka akan dipukul ,ditending dan juga dipopor dengan ujung senjata.

Kemudian  para tentara tersebut  menangkap 12 orang pria dan mengasingkannya  dari penduduk lain, kemudian mereka di kumpulkan di depan rumah salah satu warga. Posisi mereka berbaris menghadap rumah Daud salah satu warga pemilik rumah  di Desa Jambo keupok dan para tentera tersebut menembaki kaki mereka , lalu mereka membawa 12 orang peria tersebut kedalam rumah Daud  dan di lam rumah itu mereka di bakar hidup-hidup  dimana di dalam insiden itu tidak ada seorang pun yang selamat dari 12 peria yang di bakar tersebut ,dan para tentara tersebut juga membakar 3 rumah warga, 1 orang perempuan terluka dan pingsan terkena serpihan senjata ,4orang perempuan di tendang dan di popor  dengan senjata Peristiwa ini  juga membuat warga harus mengungsi selama 44 hari ke sebuah masjid karna takut anggota TNI akan kembali datang  ke desa Jambo keupok.

Teragedi Jambo Keupak  sudah berlangsung 20 tahun lalu, namun  korban  pembantaian warga Aceh  itu belum bersuara dengan keadilan setelah 20 tahun sudah peristiwa tersebut. Warga Jambo Keupok tidak memperoleh keadilan  dari negara  bahkan meraka hinga saat ini masih mengalami trauma (gangguan psikologis).

Adapun setelah peristiwa yang teragis ini banyak anak-anak  dari keluarga  korban yang putus sekolah karena  tidak mampu melanjutkan  pendidikan karena tidak memiliki biaya, banyak anak-anak yang berhenti SD, SLTAP,dan SLTA. Sementara peroses hukum terhadap para pelaku masih belum juga dilakukan.

Melihat fenomena  Jamboe Keupok begitu teriris hati, rasa sedih dan tidak mampu menahan air mata. Akan tetapi peristiwa tersebut tidak cukup dengan menguras air mata  untuk menutupi kesedihan mereka. Maka disini perlu ada perhatian khusus baik dari pihak pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa.

Agar warga Jamboe Kepok khusus nya korban kekerasan mendapat bantuan langsung dari pemerintah berupa rumah, uang, lapangan pekerjaan dan lain-lainya.

Namun pada kenyataan, pemerintah sampai sekarang masih kurang memperhatikan keluarga korban dan tanggung jawab beserta perjanjian yang sudah dijalankan selama ini hanya menjadi tumpukan buku sudah lapuk yang sudah tidak terpakai.

Hal ini membuat keluarga korban merasa kurang diperhatikan atas apa yang telah mereka alami selama konflik dengan harus  kehilangan suami,anak,dan harta benda.

Previous Post

SMK-PP Negeri Saree Aceh Besar Ikut PENAS XVI 2023 di Kota Padang

Next Post

Wakapolda Aceh Pimpin Sidang Penerimaan Polri Jelang Rikkes Tahap II

Next Post
Wakapolda Aceh Pimpin Sidang Penerimaan Polri Jelang Rikkes Tahap II

Wakapolda Aceh Pimpin Sidang Penerimaan Polri Jelang Rikkes Tahap II

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dua Kurir Sabu Internasional Asal Aceh Utara Ditangkap

Dua Kurir Sabu Internasional Asal Aceh Utara Ditangkap

05/04/2026
Pemkab Apresiasi Grand Opening CSR UMKM Foodcourt Meunasah Mon Pertamina

Pemkab Apresiasi Grand Opening CSR UMKM Foodcourt Meunasah Mon Pertamina

05/04/2026
Pengcab FPTI Abdya Gelar Fun Climbing, Ajak Generasi Muda Cinta Olahraga Panjat Tebing

Pengcab FPTI Abdya Gelar Fun Climbing, Ajak Generasi Muda Cinta Olahraga Panjat Tebing

05/04/2026
3 Bulan Pascabanjir Bandang, Siswa SD-SMP di Nagan Raya Aceh Masih Belajar di Tenda

3 Bulan Pascabanjir Bandang, Siswa SD-SMP di Nagan Raya Aceh Masih Belajar di Tenda

05/04/2026
Patroli Malam, Polres Aceh Selatan Sambangi Titik Keramaian untuk Jaga Kamtibmas

Patroli Malam, Polres Aceh Selatan Sambangi Titik Keramaian untuk Jaga Kamtibmas

05/04/2026

Terpopuler

Tragedi Jambo Keupok; Duka yang Tak Semestinya

Tragedi Jambo Keupok; Duka yang Tak Semestinya

11/06/2023

Saat Hasan Tiro ‘Menampar’ Abang Samalanga dan Mualem

Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

Kuda Gayo; Ternak Kebanggaan Masyarakat Dataran Tinggi Gayo yang (akan) Punah

Tarif Resmi Ditegaskan, Dishub Aceh Barat Tindak Parkir Tak Sesuai Aturan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com