Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Thailand Klaim Dialog Informal soal Myanmar Ada Kemajuan: Semua Senang

Atjeh Watch by Atjeh Watch
20/06/2023
in Internasional
0
Thailand Klaim Dialog Informal soal Myanmar Ada Kemajuan: Semua Senang

Pertemuan darurat ASEAN di Jakarta pada April 2021 lalu soal krisis kudeta Myanmar. (REUTERS/Indonesian Presidential Palace)

Jakarta – Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Thailand, Don Pramudwinai, mengklaim ada kemajuan dan peserta senang di acara informal ASEAN yang salah satunya membahas situasi Myanmar di Pattaya, Senin (19/6).

Thailand mengklaim rapat itu untuk mencari solusi atas krisis yang terjadi di Myanmar. Don mengatakan pertemuan itu menghasilkan “beberapa kemajuan.” Namun, dia enggan membeberkan apa saja hasil dari rapat tersebut.

“Semua orang bahagia dengan pertemuan hari ini. Kami mengeksplorasi banyak isu, termasuk situasi terkini di perbatasan, penipuan, dan kejahatan transnasional lain,” kata Don, seperti dikutip Bangkok Post, Selasa (20/6).

Ia kemudian berujar, “Isu-isu yang kita bicarakan bermanfaat bagi semua pemangku kepentingan.”

Don juga masih belum mempertimbangkan apakah hasil pertemuan tersebut akan dibawa dalam pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) pada Juli mendatang.

Menurut laporan, ada perwakilan dari sembilan negara yang hadir. Mereka yakni tujuh anggota ASEAN, perwakilan China dan India. Sementara itu, Indonesia, Singapura, dan Malaysia, menolak terlibat dalam pertemuan itu.

Thailand menggelar rapat ini untuk membantu ASEAN menangani krisis di Myanmar. Mereka juga meminta agar junta dilibatkan kembali di blok tersebut meski menegaskan ini bukan pertemuan formal ASEAN.

Dalam rilis resmi Kemlu Thailand sebelumnya, mereka menyebut pembicaraan “diperkirakan akan dihadiri perwakilan tingkat tinggi dari Laos, Kamboja, Vietnam, Brunei Darussalam, India, dan China. Mereka juga mengundang Menlu Myanmar versi junta.

Meski bertujuan membantu ASEAN, inisiasi Thailand ini memicu kritik dari beberapa negara anggota.

Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, mengatakan terlalu “dini junt terlibat kembali di tingkat puncak atau bahkan di tingkat menteri luar negeri.”

Eks Menlu Malaysia, Saifuddin Abdullah, menyebut undangan Thailand adalah “omong kosong” yang perlu segera dihentikan. Malaysia menyatakan tidak akan hadir dalam pertemuan.

Indonesia juga enggan menghadiri undangan tersebut. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dilaporkan geram dengan rapat itu.

Sementara itu, Staf Ahli Menlu untuk Diplomasi Kawasan, Ngurah Swajaya, menghargai inisiatif Thailand, selama tak mencederai kesepakatan ASEAN.

“Kalau satu negara melakukan inisiatif ya silakan saja, itu hak negara itu. Tetapi kalau bicara dalam konteks ASEAN, kita punya aturan main yang harus diperhatikan,” ujar Ngurah saat konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin.

Menanggapi beragam kritik itu, Perdana Menteri Prayuth Chan-o-cha mengatakan Thailand perlu mengangkat masalah tersebut demi ASEAN secara keseluruhan.

“Di masa lalu, kami hanya melihat satu sisi dari suatu masalah. Saya pikir, kita perlu berada di jalur yang benar,” kata Prayuth.

“Jadi, kami melanjutkan dengan kebijakan kami sendiri untuk tetap sejalan dengan resolusi Asean mengenai Myanmar,” imbuh dia.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Pemerintah Tetapkan 28 dan 30 Juni Cuti Bersama Iduladha

Next Post

Pria Berkapak Serang Restoran China di Selandia Baru, 4 Orang Terluka

Next Post
Pria Berkapak Serang Restoran China di Selandia Baru, 4 Orang Terluka

Pria Berkapak Serang Restoran China di Selandia Baru, 4 Orang Terluka

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

PT PEMA Siap Kelola Jalur Pelayaran Krueng Geukueh–Penang

PT PEMA Siap Kelola Jalur Pelayaran Krueng Geukueh–Penang

04/09/2026
Angka Stunting di Alue ambot Abdya Menurun Dibandingkan tahun 2025

Angka Stunting di Alue ambot Abdya Menurun Dibandingkan tahun 2025

04/09/2026
Sekda, Para Kadis hingga Camat mulai Ramai jadi Orang Tua Asuh Anak Yatim di Abdya

Sekda, Para Kadis hingga Camat mulai Ramai jadi Orang Tua Asuh Anak Yatim di Abdya

05/09/2026
Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

04/09/2026
Maulid Nabi dan HUT Polwan ke-78, Polres Pidie Tekankan Integritas dalam Pengabdian

Maulid Nabi dan HUT Polwan ke-78, Polres Pidie Tekankan Integritas dalam Pengabdian

04/09/2026

Terpopuler

Thailand Klaim Dialog Informal soal Myanmar Ada Kemajuan: Semua Senang

Thailand Klaim Dialog Informal soal Myanmar Ada Kemajuan: Semua Senang

20/06/2023

Di Abdya, Gerakan “Satu Pejabat Satu Anak Yatim” Mulai Berjalan

3.069 Huntap Pidie Jaya, Baru 110 Ditender: Korban Bencana Kembali Menunggu

Data Google Trend: Blangpidie Catat Minat Pencarian “Slot” Tertinggi di Aceh

Pelatihan Kader Penggerak Nanggroe Japakeh 2026 Dibuka

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com