Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

RI Minta ASEAN Kompak ‘Lawan’ Negara Bersenjata Nuklir

Atjeh Watch by Atjeh Watch
11/07/2023
in Nasional
0
Menlu Minta Sejumlah Negara Hapus Status Indonesia dalam Redlist Covid-19

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi meminta sejumlah negara menghapus Indonesia dari redlist menyusul turunnya angka kasus Covid-19. Foto/SINDOnews

Jakarta – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengajak negara-negara anggota ASEAN bersatu ‘melawan’ negara-negara bersenjata nuklir.

Retno menyampaikan hal tersebut saat membuka pertemuan Komite Eksekutif Komisi Kawasan Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (Southeast Asia Nuclear Weapon-Free Zone/SEANWFZ) di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, hari ini Selasa (11/7).

Retno menegaskan ASEAN harus bisa mendorong non-proliferasi senjata nuklir yang saat ini terancam akibat sejumlah konflik yang pecah di beberapa kawasan.

“Ancaman penggunaan senjata nuklir (meningkat) dalam sejarah dan kita telah diberi peringatan langsung soal penggunaan senjata nuklir. Kita juga melihat beberapa doktrin militer negara lain masih menggunakan senjata nuklir, termasuk di kawasan kita,” kata Retno di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (11/7).

“Dengan senjata nuklir, kita hanya selangkah dari kesalahpahaman yang dapat memicu bencana global bahkan kiamat. Kita (ASEAN) harus datang sebagai front persatuan menghadapi negara bersenjata nuklir ini. Hanya dengan begitu kita bisa menempa jalan yang lebih jelas menuju wilayah yang bebas dari senjata nuklir,” papar Retno menambahkan.

Retno menuturkan risiko penggunaan senjata nuklir belakangan meningkat drastis jika dibandingkan dengan di masa lalu.

Dia berujar ancaman proliferasi senjata nuklir itu bahkan terlihat di kawasan Asia Tenggara sendiri.

“Kita tentu mengetahui bahwa kita tidak bisa benar-benar aman dari senjata nuklir di kawasan kita,” ujar Retno.

“Tak ada senjata yang lebih kuat dan merusak dibandingkan senjata nuklir. Dan dengan senjata nuklir kita hanya satu kesalahan perhitungan dari kiamat dan bencana global,” lanjut dia.

Dalam kesempatan itu, Retno juga menekankan bahwa perdamaian dan stabilitas merupakan prioritas ASEAN.

Menurutnya, merupakan tugas ASEAN untuk untuk membawa kawasan ke dalam “Epicentrum of Growth”.

Retno juga berujar ASEAN sudah berupaya melaksanakan tugas tersebut melalui Traktat SEANWFZ. Kendati begitu, 25 tahun sejak disepakatinya traktat pada 1995, belum ada satu pun negara bersenjata nuklir yang ikut menandatangani.

“Karenanya, kita harus menjaga Asia Tenggara sebagai kawasan bebas senjata nuklir,” ucap dia.

Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan ASEAN Foreign Ministers’ Meeting/Post Ministerial Conference (AMM/PMC) pada 11-14 Juli di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat.

Sejumlah menteri luar negeri hadir di AMM mulai menlu anggota ASEAN hingga negara lain seperti Amerika Serikat, Rusia, China, hingga Korea Selatan.

Pada hari pertama ini, bakal ada tiga pertemuan besar yang dihelat dalam AMM/PMC.

Pertama, yaitu SEANWFZ. Kedua, pertemuan antarmuka antara ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights (AICHR) dan Pertemuan Pejabat Senior ASEAN tentang Kejahatan Transnasional (SOMTC). Dan ketiga, pertemuan ke-56 AMM dalam format plenary session.

Pertemuan hari pertama ini diikuti oleh seluruh anggota ASEAN, kecuali Myanmar. Pertemuan ini juga diikuti oleh Timor Leste, pertemuan perdana negara itu sejak bergabung pada November 2022 lalu.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Panglima TNI: Pesawat AS Paling Banyak Langgar Wilayah Udara RI

Next Post

Asisten III Sekda Aceh Bersama Pangdam Iskandar Muda Ikuti KASAD Award 2023

Next Post
Asisten III Sekda Aceh Bersama Pangdam Iskandar Muda Ikuti KASAD Award 2023

Asisten III Sekda Aceh Bersama Pangdam Iskandar Muda Ikuti KASAD Award 2023

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Peserta Karnaval HUT RI ke-81 di Abdya Kenakan Pakaian Wartawan, Ajak Warga Melek Informasi

Peserta Karnaval HUT RI ke-81 di Abdya Kenakan Pakaian Wartawan, Ajak Warga Melek Informasi

16/08/2026
Dorong Kampus Inklusif, Forum Bangun Aceh dan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar Workshop Disabilitas

Dorong Kampus Inklusif, Forum Bangun Aceh dan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar Workshop Disabilitas

16/08/2026
Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Sosialisasikan Ekoteologi

Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Sosialisasikan Ekoteologi

16/08/2026
Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

16/08/2026
Penolakan Pergub JKA Kian Gencar, Mualem Berangkat Haji ke Tanah Suci

Mualem, Belajarlah kepada Luhut!

16/08/2026

Terpopuler

Menlu Minta Sejumlah Negara Hapus Status Indonesia dalam Redlist Covid-19

RI Minta ASEAN Kompak ‘Lawan’ Negara Bersenjata Nuklir

11/07/2023

Mualem, Belajarlah kepada Luhut!

KPA Sagoe Malaka Wilyah 013/Blangpidie Ikut Sukseskan Zikir dan Doa Bersama Hari Perdamaian Aceh

Nyan, Tim Gabungan Temukan Mobil Tangki 1.000 Liter Antre BBM di SPBU Aceh

Turnamen Catur Kasyful Wara Cup I Bergulir, Bentuk Pondasi Atlet Amatir menjadi Profesional

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com