Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Puluhan Petugas Razia Lapas Banda Aceh Cegah Peredaran Narkoba

Atjeh Watch by Atjeh Watch
16/07/2023
in Nanggroe
0
Puluhan Petugas Razia Lapas Banda Aceh Cegah Peredaran Narkoba

Petugas memperlihatkan barang yang disita dari kamar narapidana Lapas Kelas IIA Banda Aceh di Aceh Besar, Sabtu (16/7/2023). ANTARA/M Haris SA

Banda Aceh – Puluhan petugas gabungan merazia kamar narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banda Aceh di kawasan Lambaro, Kabupaten Aceh Besar, guna mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di penjara tersebut.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Aceh Yudi Suseno di Banda Aceh, Minggu, mengatakan razia tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan secara mendadak.

“Razia untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di dalam lapas. Apalagi Lapas Kelas IIA Banda Aceh sudah dicanangkan sebagai lapas bersih narkoba atau bersinar,” kata Yudi Suseno.

Razia yang berlangsung Sabtu (15/7) malam tersebut melibatkan puluhan personel gabungan dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh dan Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM.

Dalam razia tersebut, petugas BNNP Aceh juga melakukan tes narkoba secara acak. Namun, petugas tidak menemukan narkotika maupun lainnya terkait barang terlarang tersebut.

Yudi Suseno mengatakan tes narkoba narkoba dilakukan dengan memeriksa urine narapidana. Pemeriksaan dilakukan terhadap 30 warga binaan yang dipilih secara acak.

“Dari 30 narapidana yang menjalani tes urine tersebut, 29 orang di antaranya negatif dan seorang positif. Yang positif tersebut belum akan dikonsultasikan lebih lanjut dengan dokter lapas. Sebab, yang bersangkutan mengonsumsi obat karena sakit,” katanya.

Selain tes narkoba, petugas gabungan juga menyita berbagai peralatan listrik dari kamar narapidana. Peralatan tersebut di antaranya kipas angin, alat pemanas air, telepon genggam beserta, pengecas baterai, kabel listrik, pisau, dan lainnya.

Yudi Suseno mengatakan kendati barang-barang yang disita tersebut tidak berpotensi mengganggu keamanan lapas, namun tetap tidak diperbolehkan berada dalam kamar tahanan.

“Apalagi kabel listrik di luar instalasi yang ada, bisa membahayakan dan menjadi sumber kebakaran ketika terjadi korsleting listrik. Penggunaan peralatan listrik diluar ketentuan juga membebani negara,” katanya.

Yudi Suseno mengapresiasi BNNP Aceh yang melakukan razia dalam Lapas Kelas II Banda Aceh. Razia mendadak tersebut menjadi efek kejut bagi warga binaan serta bahan evaluasi bagi petugas untuk lebih meningkatkan pengawasan.

“Lapas Banda Aceh dihuni 522 narapidana. Dari jumlah tersebut, 80 orang di antaranya narapidana mati dan sebagian besarnya narapidana dengan hukuman belasan tahun dan seumur hidup. Sekitar 70 persen narapidana merupakan kasus narkotika,” kata Yudi Suseno.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Aceh Kombes Pol Beridiansyah mengatakan razia mendadak tersebut merupakan upaya mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di dalam lapas.

“Razia ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan secara mendadak. Razia tersebut untuk mencegah jangan sampai lapas menjadi tempat peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” kata Beridiansyah.

Sumber: antara

Previous Post

Pembayaran TPP Guru di Aceh Barat Tunggu Perbup

Next Post

Rektor UIN Raden Fatah, Prof. Nyayu: Pakta Integritas PTKIS Wujudkan Sistem Penjamin Mutu

Next Post
Rektor UIN Raden Fatah, Prof. Nyayu: Pakta Integritas PTKIS Wujudkan Sistem Penjamin Mutu

Rektor UIN Raden Fatah, Prof. Nyayu: Pakta Integritas PTKIS Wujudkan Sistem Penjamin Mutu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lazismu Abdya Gelar Raker dan Pembekalan Amil, Kuatkan Tata Kelola Organisasi

Lazismu Abdya Gelar Raker dan Pembekalan Amil, Kuatkan Tata Kelola Organisasi

15/08/2026
Pemerintah Abdya Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Banjir dan Kebakaran di Babahrot

Pemerintah Abdya Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Banjir dan Kebakaran di Babahrot

15/08/2026
HUT RI ke-81, Kecamatan Jeumpa Sukseskan Berbagai Perlombaan Ceria Merdeka

HUT RI ke-81, Kecamatan Jeumpa Sukseskan Berbagai Perlombaan Ceria Merdeka

15/08/2026
Kirab Aceh 2026, Garda Damai Aceh Serukan Perdamaian sebagai Fondasi Masa Depan Aceh

Kirab Aceh 2026, Garda Damai Aceh Serukan Perdamaian sebagai Fondasi Masa Depan Aceh

15/08/2026
Proyek Rp100 Miliar di Muara Pidie Jaya: Progres, Alat, dan Target Mulai Dipertanyakan

Proyek Rp100 Miliar di Muara Pidie Jaya: Progres, Alat, dan Target Mulai Dipertanyakan

15/08/2026

Terpopuler

Puluhan Petugas Razia Lapas Banda Aceh Cegah Peredaran Narkoba

Puluhan Petugas Razia Lapas Banda Aceh Cegah Peredaran Narkoba

16/07/2023

KPA Sagoe Malaka Wilyah 013/Blangpidie Ikut Sukseskan Zikir dan Doa Bersama Hari Perdamaian Aceh

Nyan, Tim Gabungan Temukan Mobil Tangki 1.000 Liter Antre BBM di SPBU Aceh

Turnamen Catur Kasyful Wara Cup I Bergulir, Bentuk Pondasi Atlet Amatir menjadi Profesional

Warga Aceh Diajak Kibarkan Bendera Alam Peudeung pada 15 Agustus 2026, Kenapa?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com