Banda Aceh—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (FKIP USK) menggelar rapat koordinasi (rakor) pelaksanaan Program Profesi Guru (PPG) pada Selasa dan Rabu (28-29 Agustus 2023) di Hotel Oasis. Kegiatan tersebut dihadiri seluruh kepala dinas pendidikan kabupaten/kota di Aceh.
Selain itu, kegiatan tersebut dihadiri juga Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd.
Dalam sambutannya, Dekan FKIP, Dr. Drs. Syamsulrizal, M.Kes., mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lulusan PPG di seluruh Aceh agar dapat berperan dalam membangun dan memperbaiki mutu pendidikan di Aceh.
“Oleh karenanya, kami juga mengundang para rektor dari seluruh perguruan tinggi penyelenggara PPG di Aceh. Selain Rektor USK, dalam forum ini juga ada Rektor Unimal, Rektor Universitas Almuslim, Rektor Unsam atau yang mewakili. Terima kasih sudah berkenan hadir untuk berpikir bersama demi pendidikan Aceh ke depan,” ujar Syamsulrizal.
Lebih lanjut, Syamsulrizal menyampaikan FKIP sengaja mengundang para kepala dinas dan kacabdin pendidikan se-Aceh, juga beberapa bupati dari kabupaten/kota, agar para pemangku kebijakan di seluruh kabupaten/kota di Aceh dapat mengambil peran dalam menentukan kebijakan bidang pendidikan.
“Kita ingin lulusan PPG di seluruh Aceh ini dimanfaatkan sebaik mungkin, karena pada mereka sudah ditanamkan pembelajaran inovasi yang disesuaikan dengan perkembangan kurikulum mutakhir,” tegas Dekan FKIP.
Hal yang sama diakui Dirjen GTK, Nunuk Suryani. Menurut Nunuk, guru-guru di sekolah sekarang masih jarang yang paham kurikulum merdekan. Namun, para mahasiswa yang sudah mengikuti program Merdeka Belajar Kurikulum Merdeka (MBKM) sudah mulai melakukan inovasi dalam proses pembelajaran.
“Lulusan PPG merupakan salah satu unsur sumber daya yang mendalami MBKM. Peran mereka sangat penting dalam membangun pendidikan di sekolah,” kata Nunuk.
Guru Besar bidang Teknologi Pembelajaran Sejarah itu sangat mengharapkan para pemangku kebijakan di kabupaten/kota dapat memberi peluang kepada lulusan PPG untuk berperan membangun dan memperbaiki mutu pendidikan di Aceh.
“Aceh hampir selesai, Bapak-Ibu. Kemarin saat seleksi penerimaan PPPK, semua sudah ditempatkan sesuai dengan bidang studi masing-masing. Namun, Aceh ke depan kekurangan sumber daya guru. Ini harus dipikirkan,” tuturnya.
Di tempat terpisah, Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Amiruddin, M.Si., menyampaikan bahwa pelaksanaan rakor PPG itu dalam rangka membuka persamaan persepsi para pengambil kebijakan di Aceh.
“Kita undang semua stakeholder dan pemangku kebijakan agar kebijakan yang dikeluarkan oleh Dirjen GTK dan Direktur PPG Pusat dapat dilaksanakan sebaik mungkin oleh kabupaten/kota. Kita ingin memperbaiki mutu pendidikan Aceh ini semaksimal mungkin,” tegas Amiruddin yang juga Wakil Dekan Bidang Keuangan Sumber Daya FKIP USK.









