MEUREUDU – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, mulai menerapkan sistem pemerintahan berbasis digital. Hal itu dilakukan siiring perkembangan dunia elektronik dan revolusi industri 4.0 untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dan kemudahan mengontrol kinerja aparatur daerah.
Penerapan sistem informasi yang berbasis digital di Pemkab Pidie Jaya itu, dilakukan dengan di launching delapan aplikasi pelayanan pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, pada Kamis, (14/9) Oleh Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi.
“Di era sekarang ini, segala yang bersifat digital, tidak dapat dipungkiri, menjadi pilihan yang lebih disukai oleh hampir semua kalangan karena memang secara nyata bersifat lebih memudahkan, efektif, efisien, serta dapat diakses dimanapun. Hal ini sejalan dengan perkembangan zaman dimana teknologi dan unsur digital telah menjadi fondasi dalam hampir seluruh aspek,” kata Said Mulyadi.
Kata dia, sistem informasi yang berbasis digital dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah sendiri adalah, semua bentuk pembaharuan yang dilakukan dengan membuat atau memperbaiki proses dengan menggunakan teknologi dan data digital untuk peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah
Hal ini lanjut Wabup, sejalan dengan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Pasal 386 s.d. 389), yang kemudian dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah. Begitupun, Pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan layanan kepada pengguna SPBE.
Penerapan sistem informasi berbasis digital ini, ungkap Said Mulyadi, merupakan tindak lanjut pelatihan Digital Leadership Academi (DLA) yang diikutinya yang diselenggarakan di Singapura beberapa waktu lalu oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama dengan beberapa kabupaten/kota di Indonesia lainnya.
Aplikasi sistem informasi pemerintah Kabupateh Pidie Jaya yang dilaunching Said Mulyadi itu merupakan hasil inovasi delapan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemkab Pidie Jaya yang mengikuti Pelatihan Kepeminpinan Administrator (PKA) di Puslatbang KHAN LAN Banda Aceh.
Delapan aplikasi itu adalaha, E-Kin (E-Kinerja) oleh BKPSDM Pidie Jaya, Silapeg (Sistem Informasi Pelayanan Kepegawaian) oleh BKPSDM Pidie Jaya, SIAP (Sistem Informasi Agenda Pimpinan) oleh Bagian Prokopim – Setdakab Pidie Jaya, SIMAS (Sistem Informasi Manajemen Aset pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pidie Jaya) oleh Bagian Umum – Setdakab Pidie Jaya.
Berikutnya adalah SiVerdama (Sistem Verifikasi Data Penerima Bantuan Tunai di Kabupaten Pidie Jaya) oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat – Setdakab Pidie Jaya, SIMAPAN (Sistem Aplikasi Informasi Persiapan Pengadaan) oleh BPBJ – Setdakab Pidie Jaya, SIALADIN (Sistem Informasi Perjalanan Dinas) oleh Diskominfotik & Persandian Pidie Jaya dan SiPE-ReSiK (Sistem Informasi dan Pelaporan Retribusi Persampahan) oleh Dinas Lingkungan Hidup Pidie Jaya.
” Untuk SKPK-SKPK lain, terutama Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan untuk dapat menciptakan innovasi yang berbasis digital untuk memberikan layanan secara cepat kepada masyarakat. Ini penting untuk diperhatikan oleh dinas-dinas yang berhubungan langsung dengan pelayanan publik,” tanda Said Mulyadi.[Mul]










