Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Pengungsi Rohingya Rogoh Kocek Rp14 Juta Untuk Berlayar ke Aceh

Admin1 by Admin1
09/12/2023
in Nanggroe
0
184 Imigran Rohingya Kembali Mendarat di Kuala Matang Peulawi

Rohingya di Kompleks Masjid Raudahatul Jannah di Matang Peulawi, Kecamatan Pereulak, Kabupaten Aceh Timur, Senin (27/3/2023). ANTARA/Hayaturrahmah

Sabang – Pengungsi Rohingya yang sudah melakukan perjalanan dari Bangladesh menuju Indonesia, khususnya ke Aceh disebut harus mengeluarkan biaya. Tak sedikit juga dari mereka harus menjual barang berharga untuk bisa berlayar meninggalkan Kamp Cox’s Bazar, Bangladesh.

Harga yang ditawarkan oleh para agen perjalanan juga bervariasi, mulai dari 20.000 – 100.000 Taka Bangladesh per orang. Jika dirupiahkan dari Rp2,8 juta – Rp 14 juta.

Namun ada juga agen yang hanya menghitung per satu keluarga. Jika tak memiliki uang, maka agen tak mengizinkan pengungsi Rohingya naik ke kapal kayu.

Hanya satu rute perjalanan yang ditawarkan yaitu ke Indonesia dan titik pendaratan di Provinsi Aceh. Mereka memilih Aceh karena mayoritas populasi Muslim di daerah ini dengan anggapan mereka bakal diterima untuk tinggal. Tidak ada arah kapal untuk tujuan Malaysia.

Seorang pengungsi Rohingya di Sabang, Muhammad Idris yang cukup mahir berbahasa Melayu mengatakan, semua pengungsi yang mendarat di Aceh sudah membayar uang perjalanan ke orang-orang Bangladesh, dengan jaminan kapal kayu yang sudah terisi bahan makanan.

“Kami satu keluarga harus bayar 20.000 Taka ke orang-orang Bangladesh untuk menuju ke sini. Semua juga harus bayar ke mereka kalau tidak bayar tidak bisa naik (kapal),” kata Idris kepada CNNIndonesia.com saat ditemui di tempat penampungan pengungsi Rohingya di Dermaga CT I Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Jumat (8/12).

Menurutnya orang-orang etnis Rohingya lebih memilih untuk melanjutkan perjalanan ke Indonesia karena situasi di kamp Bangladesh sangat memprihatinkan dengan tingkat kriminal yang tinggi yang justru dilakukan oleh orang-orang Bangladesh.

Mereka etnis Rohingya kerap dimintai uang oleh warga di sana, jika tidak diberikan maka nyawa jadi taruhannya. Opsi kedua harus berlayar atau berpindah tempat meninggalkan kamp pengungsian. Namun tidak gratis, harus membayar ke agen-agen warga Bangladesh.

Idris tak tahu persis bagaimana jaringan agen-agen di sana merekrut etnis Rohingya untuk mau melakukan perjalanan ke Indonesia. Ia hanya menyebut, sebagian dari mereka memilih meninggalkan Bangladesh karena tidak tahan dengan kondisi kehidupan di sana.

“Ada orang-orang Bangladesh sering bikin gaduh-gaduh, minta duit, kalau tidak ada duit kita mati,” ujar Idris.

Ia beralasan tujuan ke Aceh hanya untuk menghindari orang-orang tersebut yang bisa saja mengancam nyawa setiap etnis Rohingya di kamp. “Tujuan ke sini karena tidak ada orang Bangladesh, di sini kita ok, aman,” katanya.

Sementara itu pengungsi Rohingya lainnya Rohima Kathum, berstatus janda tiga anak ini terpaksa kabur dari Bangladesh karena suaminya dibunuh oleh orang-orang yang dinilai berbahaya di kamp pengungsian.

Ia menceritakan hal itu ke CNNIndonesia.com dengan bahasa Rohingya yang diterjemahkan oleh rekannya ke bahasa Melayu. “Suami saya dibunuh orang berbahaya, jadi saya takut dan ikut lari ke Indonesia,”

“Saya tidak mau kejadian ini juga terjadi ke anak saya. Saya orang tidak punya, untuk naik kapal ke sini dibantu oleh keluarga di sana agar saya selamat,” kata Rohima.

Ia memilih Indonesia lagi-lagi karena rute kapal yang disediakan hanya menuju ke sini dan tidak ada pilihan lain dan ia menilai orang Indonesia tidak seperti di Bangladesh. “Alasan ke sini juga karena Indonesia orang baik,” ucapnya.

Pantauan CNNIndonesia.com sejak pukul 10.00-16.00 WIB, tidak ada perwakilan UNHCR maupun IOM yang hadir untuk mengawasi pengungsi Rohingya di Dermaga CT 1 BPKS. Hanya ada tiga personel kepolisian yang ikut mengawasi pembagian nasi bungkus ke pengungsi setelah Salat Jumat.

Sementara hingga pukul 18.20 WIB, situasi di depan gerbang masuk dermaga tampak lengang, hal itu berbanding terbalik dari tiga hari ke belakang dengan adanya warga yang melakukan aksi untuk mengusir warga Rohingya

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

AS Usai Kedutaan di Irak Digempur Roket: Kami Punya Hak Bela Diri

Next Post

Pj Ketua Dekranasda Aceh Tutup Pelatihan Tenun Songket

Next Post
Pj Ketua Dekranasda Aceh Tutup Pelatihan Tenun Songket

Pj Ketua Dekranasda Aceh Tutup Pelatihan Tenun Songket

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Azhari Cage Kembali Pulangkan Jenazah Warga Bireuen yang Meninggal di Bekasi ke Aceh

Azhari Cage Kembali Pulangkan Jenazah Warga Bireuen yang Meninggal di Bekasi ke Aceh

03/05/2026
Ikhwan Ambiya Resmi Nahkoda KAMMI UIN Ar-Raniry

Ikhwan Ambiya Resmi Nahkoda KAMMI UIN Ar-Raniry

03/05/2026
Dayah Diharapkan Jadi Benteng Pertahanan Moral Para Generasi Muda di Aceh

Dayah Diharapkan Jadi Benteng Pertahanan Moral Para Generasi Muda di Aceh

03/05/2026
Polisi Tetapkan Dua Tersangka Baru Penganiayaan Balita di Daycare Banda Aceh

LPSK Akan Kawal Kasus Kekerasan Anak Daycare di Aceh

03/05/2026
Bupati Aceh Besar Buka Launching Galeri Kebudayaan Aceh

Bupati Aceh Besar Buka Launching Galeri Kebudayaan Aceh

03/05/2026

Terpopuler

JKA; Diluncurkan Masa Irwandi, Ditiru Nasional, Serta ‘Dipangkas’ Era Mualem

544.626 Warga di Aceh Resmi Dicoret dari Penerima Manfaat JKA

02/05/2026

Abi Roni Terpilih secara Aklamasi di Musprov FPTI Aceh 2026 – 2030

Pembangunan KDMP di Aceh Barat Mangkrak, Pekerja Banyak yang Lari

Ziarah Sejarah dan Spiritualitas, Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kunjungi Makam Diraja Brunei

Pengungsi Rohingya Rogoh Kocek Rp14 Juta Untuk Berlayar ke Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com