Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sejarah

Peneliti Temukan Bukti Tsunami Purba di Pesisir Aceh Besar

Admin1 by Admin1
20/12/2023
in Sejarah
0
Filipina dan Jepang Terancam Dihantam Tsunami Usai Gempa M 7,5

Ilustrasi. Tsunami akan menghantam Filipina dan Jepang imbas gempa mengguncang wilayah Mindanao dengan kekuatan 7,5 pada Sabtu (2/12) malam. (iStock/Bobbushphoto)

BANDA ACEH – Peneliti Paleotsunami dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh Prof Nazli Ismail menemukan bukti tsunami purba atau yang telah terjadi sebelum tsunami 2004 di pesisir Aceh Besar.

“Penemuan di Lamreh Aceh Besar ada yang paling dekat, yakni terjadi sekitar 50 tahun lalu,” kata Prof Nazli Ismail di Banda Aceh, Selasa (19/12/2023).

Guru Besar Bidang Geofisika USK itu menyampaikan, berdasarkan penggalian yang dilakukan di wilayah barat Aceh Besar, yakni Pulot dan Seungko Meulat ditemukan banyak sekuens tsunami-tsunami sebelum 2004, yakni sekitar 400-600 tahun lalu.

Selain di Pulot dan Seungko Meulat, bukti paleotsunami juga ditemukan di gua tsunami yang ada di Lhong. Lalu, ditemukan tsunami purba yang tidak ada dalam catatan sejarah dengan rentang waktu tidak teratur, ada yang ribuan dan ratusan tahun lalu.

Tidak hanya itu, ketika ekstensi paleotsunami diperluas lagi ke Ujong Pancu sampai Lamreh, ditemukan dua bukti paleotsunami melalui sedimen yang terdapat di keramik China dan batu nisan yang diketahui ada pada masa Kerajaan Lamuri.

“Ketika dilakukan penggalian lagi, ditemukan dua kali kejadian tsunami purba pada rentang waktu 1300-1400 M,” ujarnya.

Penelitian itu, kata dia, bagian dari pengkajian jejak sedimen tsunami purba sepanjang pantai barat Sumatera untuk memperkuat lesson learn pengurangan risiko bencana tsunami bagi masyarakat pesisir bekerja sama dengan Nanyang Technological University, Singapura.

“Ini menjadi rekonstruksi paleotsunami komprehensif pertama di sepanjang garis pantai Sumatera mulai dari Aceh sampai Bengkulu,” katanya.

Rekonstruksi tsunami itu dilakukan melalui tahapan analisis citra satelit untuk identifikasi lokasi pengendapan di oxbow lake, laut, dan coastal. Kemudian, juga dilakukan coring untuk dapat sampling, analisis X-ray flourescence (XRF), serta penentuan umur dari organisme yang ada di dalam sedimen.

Selanjutnya, dilakukan analisis butir untuk mengidentifikasi endapan sedimen dan analisis foraminifera (pasir laut yang dikonfirmasi, termasuk spesies perairan dalam yang menunjukkan adanya tsunami).

“Analisis foraminifera itu menjadi indikator yang cukup penting untuk menganalisis sedimen tsunami, kita bisa kenal sumber gempa yang menyebabkan tsunami,” ujarnya.

Penelitian yang dilakukan sejak 2010 itu, tidak hanya menemukan jejak sedimen paleotsunami, tetapi juga menemukan sumber tsunami pada 2004. Sumber tsunami tersebut ternyata berada di megathrust zona subduksi di wilayah barat Sumatera, dan berada di antara Pulau Sumatera dengan Andaman.

“Megathrust itu tidak hanya aktif di Andaman dan Sumatra saja, tetapi juga sepanjang barat Sumatra,” katanya.

Karena itu, Prof Nazli menyimpulkan bencana tsunami merupakan bencana yang berulang dan menjadi peringatan bagi masyarakat bahwa bencana tsunami bisa datang kapan saja, sehingga harus selalu siaga terhadap potensi yang ada.

“Hal yang paling penting bukan menghindar dari potensi tsunami, tetapi memberi pengetahuan agar masyarakat paham dan dapat siap siaga ketika terjadi bencana,” kata Prof Nazli.

Sumber: republika.co.id

Previous Post

Asisten III Serahkan SK Penempatan ke Lulusan IPDN Angkatan XXIX

Next Post

Mobil Dinas Camat Tabrak Tiang Listrik di Aceh Barat

Next Post
Mobil Dinas Camat Tabrak Tiang Listrik di Aceh Barat

Mobil Dinas Camat Tabrak Tiang Listrik di Aceh Barat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Wakil Bupati Aceh Besar Serahkan SK Pembentukan Tim Pemekaran DOB Seuramoe Aceh

Wakil Bupati Aceh Besar Serahkan SK Pembentukan Tim Pemekaran DOB Seuramoe Aceh

29/03/2026
Penyintas Bencana Aceh Timur Beralih Profesi Jadi Buruh Kayu

Pemulihan Aceh Pasca Banjir Dinilai Belum Maksimal

29/03/2026
GAPELMABDYA Minta Pihak Terkait Harus Serius Tindaklanjuti Kasus Lakalantas Dump Truk LKT

GAPELMABDYA Minta Pihak Terkait Harus Serius Tindaklanjuti Kasus Lakalantas Dump Truk LKT

29/03/2026
Ohku, Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Aceh Selatan Ternyata ODGJ

Ohku, Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Aceh Selatan Ternyata ODGJ

29/03/2026
Sat Samapta Polres Aceh Barat Antisipasi Kriminalitas di Sejumlah Titik Strategis

Sat Samapta Polres Aceh Barat Antisipasi Kriminalitas di Sejumlah Titik Strategis

29/03/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

Truk Hauling LKT Hantam Becak Motor, Satu Nyawa Melayang

[Opini] Sinkronisasi Antara Logika & Retorika

Prof Saifullah Resmi Mendaftar sebagai Calon Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030

Teungku Muhammad Nur: Aktivis Dayah Jadi Direktur di PT PEMA

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com