Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Kementan Kembangkan Budidaya Gandum Lokal di Indonesia Timur

Saiful Haris Arahas by Saiful Haris Arahas
15/09/2019
in Nasional
0

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) melirik pengembangan budidaya tanaman gandum di Indonesia Timur, khususnya wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua.

Pengembangan komoditas ini penting guna meningkatkan produksi dalam negeri atau nasional yang masih kurang dan juga karena semakin meningkatnya tren masyarakat masa kini mengonsumsi aneka roti dan mie.

Direktur Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementan, Bambang Sugiharto, menyatakan, untuk memenuhi kebutuhan gandum ini diperlukan penyediaan varietas yang mempunyai sifat unggul dan beragam.

Menurutnya, ketersediaan plasma nutfah yang memiliki variasi besar merupakan sumber gen pendukung pembentukan varietas baru yang berdaya hasil tinggi, tahan hama penyakit, umur genjah, dan sifat lainnya.

“Prospek pertanaman gandum cukup baik karena beberapa wilayah di Indonesia cocok untuk pengembangan gandum mulai dari dataran tinggi sampai sedang, pada daerah tertentu, seperti NTT dan sebagian Papua yang memiliki iklim mikro yang cocok untuk pertanaman gandum,” ujar Bambang di Jakarta, Sabtu (14/9/2019).

Menurut data Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) Kementan, potensi pertanaman gandum paling besar di Papua sekitar 976 ribu hektare (ha), di NTT bisa dikembangkan sampai 52 ribu ha.

“Namun demikian memang sampai saat ini kedua wilayah tersebut belum terdata hamparan gandumnya karena masih spot kecil kecil,” ungkap Bambang.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Jagung dan Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Andi Muhammad Saleh, menambanhkan, meskipun tanaman gandum memiliki potensi untuk bisa dikembangkan di Indonesia, masih terdapat banyak tantangan dalam usaha pengembangannya.

Menurut Andi, salah satu kendala dalam upaya pengembangan tanaman gandum adalah terbatasnya galur-galur gandum yang cocok ditanam di Indonesia, sesuai dengan karakteristik masing-masing lahan di Indonesia.

“Jika saja lebih banyak penelitian tentang galur-galur tanaman gandum di beberapa tempat yang potensial untuk pengembangan gandum. Ke depannya semoga gandum bisa disediakan di dalam negeri dan tidak banyak yang diimpor dari luar negeri,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros, Muhammad Azrai, menegaskan, sejumlah wilayah di Indonesia mempunyai prospek bagi pengembangan gandum, mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi yang memiliki suhu rendah pada periode tertentu. Daerah tertentu di NTT (Soe) dan Papua (Merauke) cocok untuk pengembangan gandum.

“Penelitian di beberapa daerah lainnya di Indonesia juga membuktikan bahwa gandum dataran rendah [tropis] dapat berbunga lebih cepat yakni 35 sampai 51 hari dibandingkan dengan gandum dataran tinggi 55 hingga 60 hari,” kata Azrai.

Sejumlah 15 galur/varietas gandum yang dikembangkan di dataran rendah (< 400 m dpl) Merauke memberi hasil 1,3-2,4 ton per ha. Hasil tertinggi 2,4 ton per ha diperoleh pada varietas introduksi OASIS/SKAUZ//4*BCN.

“Hasil ini lebih tinggi dibandingkan varietas unggul nasional Selayar, Nias, dan Dewata dengan hasil masing-masing hanya 1,9 ton, 1,6 ton, dan 1,3 ton per hektare,” ujar Azrai.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor gandum dan biji meslin Indonesia dari Australia di tahun 2018 tercatat mencapai 2,41 juta ton, turun dari 2017 yang mencapai 5,10 juta ton. Australia merupakan negara penyuplai gandum terbanyak bagi pasar Indonesia.

Sementara itu, total impor gandum Indonesia pada tahun lalu mencapai 10,09 juta ton, turun dari realisasi 2017 sebanyak 11,43 juta ton. Dengan demikian, ini kesempatan bagi Indonesia untuk mengembangkan produksi gandum dalam negeri.[]

Sumber: Gatra.com

Tags: gandumindonesiakementan
Previous Post

Nomor WA Kurniawan di Hack, Pelaku Pinjam Duit ke Anggota Group P3KA

Next Post

Kloter Terakhir Jamaah Haji Tiba di Banda Aceh, 2 Masih Dirawat di Arab Saudi

Next Post
Kloter Terakhir Jamaah Haji Tiba di Banda Aceh, 2 Masih Dirawat di Arab Saudi

Kloter Terakhir Jamaah Haji Tiba di Banda Aceh, 2 Masih Dirawat di Arab Saudi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

YARA Desak Usut Pidana Penyelenggara Jalan di Aceh Timur, Usai Lubang Rengut Nyawa di Bagok

YARA Desak Usut Pidana Penyelenggara Jalan di Aceh Timur, Usai Lubang Rengut Nyawa di Bagok

26/03/2026
Gagal Menangkan Mualem–Dek Fad di Bireuen, Peneliti: Pergantian Abang Samalanga Demi Masa Depan PA

Gagal Menangkan Mualem–Dek Fad di Bireuen, Peneliti: Pergantian Abang Samalanga Demi Masa Depan PA

26/03/2026
Dinilai Angkuh Dan Minim Empati: Bupati Aceh Selatan Diminta Segera Copot Kadiskes Aceh Selatan

Dinilai Angkuh Dan Minim Empati: Bupati Aceh Selatan Diminta Segera Copot Kadiskes Aceh Selatan

26/03/2026
Komisi III DPR RI Ultimatum Polisi: Hancurkan Jaringan Narkoba & Judi Online di Aceh Utara

Komisi III DPR RI Ultimatum Polisi: Hancurkan Jaringan Narkoba & Judi Online di Aceh Utara

26/03/2026
Kapolres Pidie Minta Pengunjung Objek Wisata Jaga Keselamatan

Dinas Kesehatan Pantau Lokasi Wisata Pantai di Aceh Besar

26/03/2026

Terpopuler

Gagal Menangkan Mualem–Dek Fad di Bireuen, Peneliti: Pergantian Abang Samalanga Demi Masa Depan PA

Gagal Menangkan Mualem–Dek Fad di Bireuen, Peneliti: Pergantian Abang Samalanga Demi Masa Depan PA

26/03/2026

Jadi Daerah Basis Mualem-Dekfadh, Anggaran Dayah untuk Aceh Utara Kalah Jauh dari Bireuen di APBA 2026

Kementan Kembangkan Budidaya Gandum Lokal di Indonesia Timur

Komisi III DPR RI Ultimatum Polisi: Hancurkan Jaringan Narkoba & Judi Online di Aceh Utara

Dinilai Angkuh Dan Minim Empati: Bupati Aceh Selatan Diminta Segera Copot Kadiskes Aceh Selatan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com