Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Tengah

Ada Oknum Disinyalir Turut “Bermain” Dibalik Kelangkaan Pupuk di Kutacane

Admin1 by Admin1
23/09/2019
in Lintas Tengah, Nanggroe
0

KUTACANE – Oknum pejabat Dinas Pertanian Aceh Tenggara diduga turut berperan serta atas kelangkaan pupuk di Aceh Tenggara. Oknum tersebut diduga bermupakat jahat dengan sejumlah tengkulak dan distributor nakal.

Hal itu dikatakan Drs. Aminudin M kes, anggota Komisi II DPR Aceh Komisi II saat dikonfirmasi atjehwatch.com, Minggu 22 September 2019.

“Kemaren saat rapat kerja dengan Dinas Pertanian Perkebunan Aceh, saya tanyakan ke kepala dinas, statement pak Hananan, itu adalah permainan oknum-oknum di Dinas Pertanian Agara yang menangani pupuk itu sendiri,” kata Aminudin M kes menjawab atjehwatch.com, Minggu 22 September 2019.

Menurut Aminudin, dari hasil Pansus sejumlah anggota DPR Aceh ke Aceh Tenggara sebulan yang lalu, pihaknya mendapat laporan dari sejumlah petani yang mengaku kesulitan untuk mendapatkan pupuk. Bahkan ada petani yang harus berurusan dengan penegak hukum karena mencoba membawa pupuk urea subsidi dari kabupaten tetangga Tanah Karo dan Gayo Luwes.

“Saat kami melakukan Pansus sebulan yang lalu, kami mendapat laporan dari petani yang mengaku kesulitan mendapatkan pupuk, ada sebahagian mereka bahkan berurusan dengan aparat penegak hukum karena membawa pupuk dari luar teritorial Aceh Tenggara,” ujar Aminudin.

Untuk menindaklanjuti persoalan tersebut tambah Aminudin, pihak Komisi II DPRA bekerjasama dengan Distanbun Aceh, sudah membentuk tim gabungan dari instansi terkait yang akan turun ke Aceh Tenggara untuk melakukan investigasi guna mengatasi persoalan tersebut.

“Saya sudah pertanyakan ke kepala dinas pertanian dan perkebunan Aceh terkait upaya mengatasi persoalan itu, pak Hananan mengaku sudah membentuk tim gabungan dari instansi terkait untuk melakukan investigasi ke Aceh Tenggara,” tutup Aminudin.

Berita sebelumnya, pupuk subsidi pemerintah jenis Urea kembali langka di Aceh Tenggara. Kelangkaan tersebut sudah berlangsung sejak awal juli 2019. Seperti diungkapkan Rk (30), petani jagung warga Desa Lawe Sagu Hulu, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara, Kamis 22 Agustus 2019.

“Sudah dua bulan susah pupuk urea, kalau kita beli di pengecer tidak ada, yang ada hanya urea non subsidi,” ujarnya.

Menurut RK, sebagai petani jagung, dirinya sangat membutuhkan pupuk jenis urea tersebut untuk menyuburkan tanaman. Kelangkaan pupuk Urea ini membuatnya khawatir tanaman jagungnya tidak berproduksi maksimal sehingga berpotensi gagal panen.

RK menambahkan, untuk mengatasinya, ia harus mengeluarkan kocek lebih dalam untuk membeli pupuk Urea non subsidi yang dijual seharga Rp 250 ribu/sak (50 Kg). Harga Urea non subsudi ini jauh lebih mahal dari Urea subsudi yang biasa dijual pengecer seharga Rp 100 ribu/sak.

“Ya, mau tidak mau harus beli urea yang non subsidi, harganya Rp 250 ribu/sak. Kalau yg subsidi biasa dijual Rp 100 ribu/sak (50 Kg),” ujar RK.

Dalam sekali tanam, tanaman jagung milik RK yang mempunyai luas lahan satu hektar membutuhkan sekitar 10 sak (500 Kg) pupuk Urea.

Tidak hanya petani jagung, kesulitan pupuk ini diduga menimpa banyak petani lainnya di Aceh Tenggara.

Hasil pantauan wartawan di sejumlah toko pertanian di pasar Inpres, kota Kutacane, dari tiga toko pertanian yang biasa menjual Urea subsidi mengaku sejak awal 2019, mereka tidak mendapatkan pasokan dari distributor.

“Yang subsidi kosong bang, yang ada Urea non subsidi. Sejak awal 2019 toko kita tidak mendapat pasokan dari distributor,” ujar salah seorang penjaga toko di Jln Kenari, pasar Inpres Kutacane, Kamis.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh Tenggara Irfan Iskandarsyah yang dikonfirmasi via messengger miliknya, tidak menjawab pertanyaan wartawan, meski sudah membaca isi pesan.

Laporan Sapti Andri

Tags: kelangkaan pupukkutacanepupuk langkapupuk urea
Previous Post

Kabut Asap Riau Tiba di Banda Aceh

Next Post

Kebakaran Hutan Picu Harga Sawit Kian Turun

Next Post

Kebakaran Hutan Picu Harga Sawit Kian Turun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pemulihan Irigasi Alue Seupeung Disambut Apresiasi Masyarakat

Pemulihan Irigasi Alue Seupeung Disambut Apresiasi Masyarakat

21/10/2026
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Guru SLB Alzahra Ikuti Pelatihan PM

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Guru SLB Alzahra Ikuti Pelatihan PM

21/10/2026
Ohku, Uang Baru Terserap 18 Persen, Fisik Sudah 61 Persen: Ada Apa dengan TKD Pidie Jaya?

Ohku, Uang Baru Terserap 18 Persen, Fisik Sudah 61 Persen: Ada Apa dengan TKD Pidie Jaya?

21/10/2026
Waka Polres Pidie Ajak Warga Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Waka Polres Pidie Ajak Warga Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

21/10/2026
Kampung Kuteni Reje Aceh Tengah Jadi Percontohan Desa Antikorupsi Provinsi Aceh

Kampung Kuteni Reje Aceh Tengah Jadi Percontohan Desa Antikorupsi Provinsi Aceh

21/10/2026

Terpopuler

Dishub Aceh dan BMKG Perkuat Koordinasi Informasi Cuaca untuk Keselamatan Transportasi

Dishub Aceh dan BMKG Perkuat Koordinasi Informasi Cuaca untuk Keselamatan Transportasi

21/10/2026

Maulid Nabi DPW Partai Aceh Pidie Jaya, Ratusan Warga Larut dalam Zikir dan Silaturahmi Berujung Senyum Anak Yatim

1,04 Kg Sabu dan 15 Perkara Inkracht: Potret Keras Peredaran Narkotika di Pidie Jaya

Hujan Deras, Gayo Lues Diterjang Longsor Susulan di Desa Ketukah

Bos Nawi/Rizalsyah Melaju ke Semifinal Turnamen Bulutangkis PB2M

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com