Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

PCNU Banda Aceh Bahas Bahaya Radikalisme

Admin1 by Admin1
03/11/2019
in Nanggroe
0

BANDA ACEH  – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Banda Aceh menggagas diskusi bahayanya paham radikalisme yang menajadi isu hangat di tengah-tengah masyarakat akhir-akhir ini, Minggu 3 November 2019, di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banda Aceh.

Ketua Tanfidziah PCNU Kota Banda Aceh, Tgk Rusli Daud, S.Hi mengatakan diskusi tersebut diadakan karena melihat adanya multitafsir tentang istilah radikalisme dan sejenisnya di tengah masyarakat, sehingga menjadi kegamangan dan salah paham terhadap istilah tersebut. Jika kegamangan itu tidak diperjelas, maka akan menimbulkan sumber konflik yang mengakibatkan terpecah belahnya umat dan hilangnya peradaban.

“Maka PCNU berinisiatif untuk men-tabayun-kan dan mencari informasi apa sesungguhnya radikalisme, sehingga tidak menimbulkan salah paham lagi di masyarakat, khusus masyarakat Kota Banda Aceh yang menganut mazhap ahlussunah waljamaah,” ungkap Tgk Rusli Daud.

Oleh karena itu pihaknya bekerjasama dengan Kemanag Kota Banda Aceh mengundang narasumber yang berkompeten di bidang pencegahan radikalisme dan terorisme. Acara tersebut diisi oleh dua narasumber yaitu Kepala Bidang Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi Aceh, Dr Mukhlisuddin Ilyas dan Kakankemenag Kota Banda Aceh, Drs Asy’ari MSi.

Dalam paparannya, Mukhlisuddin berbicara tentang bahaya dan potensi radikalisme di Aceh. Ia mengatakan selama ini istilah radikalisme sering diarahkan ke orang Islam karena kalau belajar Islam secara utuh disebut radikal atau mengakar, tetapi bukan itu yang dimaksudkan radikal melain mereka yang melakukan kekerasan dan intoleransi. Hal itu dikarenakan adanya kesalahan dalam bajajar Islam.

“Radikalisme bisa terpengaruh siapa pun. Tak hanya orang miskin, orang kaya pun bisa juga terlibat radikalisme. Bahkan kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah pun bisa mengakibatkan radikalisme di kalangan masyarakat,” ujar peneliti lulusan Universitas Negeri Medan tersebut.

Maka menurut Mukhlis masyarakat jangan salah pilih guru dalam belajar agama. Karena jika salah pilih guru atau salah pilih kitab maka akan mempengaruhi pemahaman terhadap Islam itu sendiri.

Sementara itu, pemateri kedua diisi oleh Kakankemenag Kota Banda Aceh, Asy’ari. Dalam materinya lebih membahas peran institusi negara dalam mereduksi paham radikalisme di era milenial.

Katanya, negara menaruh perhatian khusus terhadap maraknya paham radikalisme di negara ini. Ketika Jokowi dilantik beberapa waktu lalu langsung memerintahkan beberapa menteri termasuk menteri agama untuk mereduksi paham-paham tersebut.

“Perlu kita ketahui bahwa hari ini dayah menjadi sasaran para oknum tertentu untuk membenturkan dengan negara, maka perlu diantisipasi sejak dini,” katanya.

Ia juga meminta ke depan setiap apa yang dipelajari dan siapa yang mengajarkan ilmu agama agar lebih terbuka, sehingga paham-paham radikal yang dapat merusak umat ini dapat terpantau dengan baik oleh masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama sehari dan dibuka oleh Wakil Ketua PWNU Aceh, Dr Bustami Usman, SH MAp MSi. Adapun peserta yang diundang sebanyak 30 orang yaitu perwakilan cabang PCNU semua kecamatan di Kota Banda Aceh, penyuluh agama, badan otonom NU, pengurus, dan masyarakat Kota Banda Aceh[]

Tags: NUPCNUradikalisme
Previous Post

YLBHI Sebut KPK Akan Dikendalikan Jokowi

Next Post

UMP Aceh Tertinggi ke 6 di Indonesia, Yogya Terendah

Next Post

UMP Aceh Tertinggi ke 6 di Indonesia, Yogya Terendah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Gajah Liar Kembali Masuk ke Pemukiman Warga di Aceh Jaya

Gajah Liar Kembali Masuk ke Pemukiman Warga di Aceh Jaya

10/05/2026
Bupati Ajak Murid Gunakan Bahasa Aceh dalam Kehidupan Sehari-hari

Bupati Ajak Murid Gunakan Bahasa Aceh dalam Kehidupan Sehari-hari

10/05/2026
Resmi Dilantik, PC IPNU Aceh Besar Siap Perkuat Gerakan Pelajar NU

Resmi Dilantik, PC IPNU Aceh Besar Siap Perkuat Gerakan Pelajar NU

10/05/2026
PW KAMMI Aceh Gelar Nobar dan Diskusi Film “Pesta Babi” di Banda Aceh

PW KAMMI Aceh Gelar Nobar dan Diskusi Film “Pesta Babi” di Banda Aceh

10/05/2026
Tabligh Akbar Muhammadiyah Abdya, Dr. Safaruddin Titip Beberapa Pesan Keumatan

Tabligh Akbar Muhammadiyah Abdya, Dr. Safaruddin Titip Beberapa Pesan Keumatan

10/05/2026

Terpopuler

Krak, Pasangan Asal Aceh Tempuh Perjalanan Darat dari Indonesia hingga Mekkah

Krak, Pasangan Asal Aceh Tempuh Perjalanan Darat dari Indonesia hingga Mekkah

09/05/2026

Cara Safar dan Tarmizi ‘Mendidik’ Mualem Pimpin Aceh

Akademisi Minta Waktu Penjaringan Dekan FK USK diperpanjang dan syaratnya Mudah

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

Tabligh Akbar Muhammadiyah Abdya, Dr. Safaruddin Titip Beberapa Pesan Keumatan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com