Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Abdullah Puteh Diminta Tempuh Upaya Hukum Demi Keadilan

Admin1 by Admin1
07/11/2019
in Nanggroe
0

BANDA ACEH – Mantan anggota parlemen RI, Ghazali Abbas Adan meminta  mantan gubernur Aceh yang juga anggota DPD RI terpilih Abdullah Puteh untuk menempuh upaya hukum demi mendapatkan hak keadilannya.

Hukuman untuk Abdullah Puteh, diperberat oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta, dari 1,5 tahun penjara menjadi 3,5 tahun penjara karena dinilai terbukti melakukan penipuan.

“Berdasarkan bahwa semua warga negara memiliki hak untuk mendapatkan keadilan dan ditambah lagi dalam negara hukum ada konsep praduga tak bersalah. Hal inipun berlaku dan harus diberlakukan terhadap Abdullah Puteh sebagai warga negara berkaitan dengan kasus yang sedang menjeratnya,” kata Ghazali Abbas, Kamis 7 November 2019.

Ghazali Abbas menerangkan terhadap penambahan hukuman tersebut dirinya sebagai teman dan sejawat kembali menyatakan keprihatinannya. Selain itu juga menyarankan niscaya senator Aceh ini dapat menempuh mekanisme hukum selanjutnya, seperti kasasi dan/atau peninjauan kembali (PK) terhadap kasus yang menjeratnya itu.

Menurutnya disamping faktanya Abdullah Puteh masih disukai rakyat Aceh dan dengan dukungan suara rakyat yang signifikan saat ini sudah dilantik dan berstatus sebagai Senator yang merupankan bagian dari parlemen Indonesia. Selain itu juga berdasarkan pengalamannya sebagai pejabat negara baik di eksekutif maupun legislatif disertai strata pendidikan yang mumpuni, maka Abdullah Puteh memililiki kapasitas sebagai anggota parlemen.

Dan dalam kesempatan dan waktu yang bersamaan baik penampilan fisik, pengalaman maupun keilmuan memiliki equal standing (kesetaraan/sant’eut baho) ketika bersanding dengan mitra kerja dalam dialektika tugas di gedung parlemen ditingkat nasional itu.

“Berdasarkan pengalaman bagi anggota parlemen di tingkat Senayan tidak hanya cukup dengan modal nekat dan popularitas. Tetapi juga harus memilki kapasitas, penampilan dan keilmuan serta kepiawaian berbicara seperti halnya anggota parlemen dari daerah-daerah lain yang merupakan tokoh-tokoh masyarakat yang cukup memiliki kapasitas. Sehingga di Senayan mampu bekerja sesuai dengan tuntutan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) parlemen, bukan asal membuat pencitraan dengan hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan tupoksi parlemen itu,” kata Ghazali Abbas.

Politis senior ini menambahkan pasca dilantik Abdullah Puteh menempati beberapa posisi di DPD RI dan yang terakhir sabagai wakil ketua panitia khusus (pansus) Papua yang bersanding dengan tokoh-tokoh dari daerah lain. Ini semua merupakan bukti nyata betapa Abdullah Puteh memiliki kapasitas sebagai anggota parlemen di tingkat nasional.

Berdasarkan fakta tersebut, ungkap Ghazali Abbas, Aceh akan kehilangan tokoh dan wakilnya yang memiliki kapasitas dan equal standing dengan tokoh-tokoh nasional dari daerah lain di DPD RI, apabila kasus yang menjeratnya itu dapat menjadi sandungan untuk terus berkiprah di Senayan.

“Karenanya saya menyarankan Abdullah Puteh bersama pendukung dan penasehat hukumnya atas dasar hak praduga tak bersalah untuk terus berusaha sesuai mekanisme hukum yang tersedia untuknya, seperti kasasi dan/atau peninjauan kembali (PK). Semoga dengan usaha sungguh-sungguh dan maksimal, Abdullah Puteh akan tetap berkiprah di Senayan sebagai wakil rakyat Aceh. Kerena memang beliau memiliki kapasitas melaksanakan tugas pokok dan fungsi parlemen sebagaimana ditetapkan dalam peraturan dan tata tertib parlemen itu, yakni legislasi, anggaran, pengawasan dan representasi” ujar Ghazali Abbas. []

Tags: abdullah putehghazali abbas adan
Previous Post

Wali Nanggroe Dukung Suhendra Hadikuntono Jabat Kepala BIN

Next Post

Jalan Terjal Muslim Skegness Inggris untuk Miliki Masjid

Next Post

Jalan Terjal Muslim Skegness Inggris untuk Miliki Masjid

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ketua DPRK Buka Turnamen Futsal AFK Cup

Ketua DPRK Buka Turnamen Futsal AFK Cup

08/05/2026
Lapas Kota Bakti Deklarasi “Zero Handphone, Narkoba dan Penipuan”, Pegawai Diancam Sanksi Pidana

Lapas Kota Bakti Deklarasi “Zero Handphone, Narkoba dan Penipuan”, Pegawai Diancam Sanksi Pidana

08/05/2026
Ditbinmas Polda Aceh Laksanakan Sinergisitas 3 Pilar di FDK UIN Ar-Raniry

Ditbinmas Polda Aceh Laksanakan Sinergisitas 3 Pilar di FDK UIN Ar-Raniry

08/05/2026
UIN Ar-Raniry Perkuat Kompetensi 87 Pengelola Perpustakaan Sekolah di Aceh Utara

UIN Ar-Raniry Perkuat Kompetensi 87 Pengelola Perpustakaan Sekolah di Aceh Utara

08/05/2026
Cabang Lomba Baca Puisi FLS3N, Siswi SMAN 2 Sinabang Lolos ke Provinsi

Cabang Lomba Baca Puisi FLS3N, Siswi SMAN 2 Sinabang Lolos ke Provinsi

08/05/2026

Terpopuler

JKA; Diluncurkan Masa Irwandi, Ditiru Nasional, Serta ‘Dipangkas’ Era Mualem

Cara Safar dan Tarmizi ‘Mendidik’ Mualem Pimpin Aceh

08/05/2026

[Opini] JKA dan Martabat Keistimewaan Aceh

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

Menyangkut Kemanusian, Dr. Safaruddin Instruksikan Rumah Sakit Korea Layani Semua Desil

DPMG Aceh Tetapkan Peserta Lolos 6 Besar Lomba Teknologi Tepat Guna 2026

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com