SINGKIL – Beasiswa pemerintah Kabupaten Aceh Singkil diperuntukkan kepada mahasiswa Aceh Singkil yang sedang berkuliah di dalam maupun luar kota Singkil tahun anggaran 2019 belum diketahui kejelasannya.
Berdasarkan surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian resort Banda Aceh bernomor 01/AMPAS/Banda Aceh/2019. Mahasiswa Aceh Singkil yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Aceh Singkil (AMPAS) melakukan aksi damai.
AMPAS saat dikonfirmasi atjehwatch.com, Jumat 15 November 2019. AMPAS melakukan aksi damai di satu titik di Simpang Lima Kuta Alam, Banda Aceh.
Dalam tuntutan aksi, AMPAS menuntut Pemerintah Aceh Singkil agar beasiswa mahasiswa Aceh Singkil tahun 2019 tidak dihapuskan.
Bantuan beasiswa bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Singkil setiap tahun diplotkan Pemerintah Daerah (Pemda) Aceh Singkil untuk mahasiswa Aceh Singkil yang berkatagori mahasiswa berprestasi, mahasiswa kurang mampu, dan mahasiswa sedang menyelesaikan tugas akhir.
Terkait informasi yang belum jelas mengenai beasiswa, Mahasiswa Singkil meradang apabila beasiswa dihapuskan tahun 2019.
“Informasi beasiswa sampai saat ini tidak jelas, ini sudah bulan November tapi informasi percairan belum kami ketahui,” kata Jamaludin selaku Korlap Aksi.
Jamaluddin juga menerangkan tahun lalu pemeberkasan bantuan beasiswa diurus melalui Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Singkil. Pencairannya langsung diterima di rekening mahasiswa berkisar senilai 1.000.000 sampai 1.500.000 rupiah per mahasiswa. Adapun yang berhak menerima bantuan tersebut adalah mahasiswa yang sudah semester 4 di atas dan melengkapi persyaratan yang telah ditentukan oleh Pemda Aceh Singkil.
“Beasiswa setiap tahun diterima mahasiswa, berkas di urus di MPD Aceh Singkil. Beasiswa ini sangat membantu keperluan mahasiswa, seperti tahun-tahun yang sudah lalu, tahun ini tidak mungkin ditiadakan dengan alasan yang tidak jelas” ujar Jamal.
Disamping itu, banyaknya mahasiwa Aceh Singkil di Banda Aceh dan Aceh Besar mengeluh terkait informasi penghapusan beasiswa tersebut. Ampas mengecam tindakan Pemda Aceh Singkil dalam mengupayakan penghapusan beasiswa. Mahasiswa tetap bersikeras agar beasiswa segera dapat diurus dan direalisasikan pemerintah Aceh Singkil tahun 2019 ini.
“Mahasiswa banyak yang mengeluh tentang penghapusan beasiswa, Akhir-akhir ini banyak informasi bercabang tentang kejelasan beasiswa, tidak jelas. Sudah dari dulu beasiswa ada, kok tahun ini dihapuskan. Jika itu benar dihapuskan bearti Pemda Aceh Singkil mandul saat ini, tidak mampu mensupport mahasiswanya,” Kata Jamaluddin.
Terlihat dalam yel-yel aksi bertuliskan “Cukup kentut yang ditahan, beasiswa keluarkan saja.”
Bukan hanya itu, mahasiswa juga meluapkan kekesalan dalam yel-yel seperti dalam tulisan in,i “Beasiswa kami masih dalam buncit Pemerintah,” dan tulisan itu disambung, “Cinta ditolak dukun bertindak, beasiswa ditilak mahasiswa bergerak.”
Aksi tersebut berjalan damai, seusai menyampaikan orasi dan tuntutan, AMPAS membubarkan diri dengan baik. Dalam aksi, sebagai penanggung jawab adalah Rahman Marinus dan koordinator lapangan Jamaluddin.
Laporan Muiza










