Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Wali Nanggroe: Aceh Ingin Bentuk Sanctuary Badak Sumatera

Admin1 by Admin1
28/11/2019
in Nanggroe
0

LAMPUNG – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Teungku Malik Mahmud Al Haytar menyatakan, untuk melindungi populasi Badak Sumatera, Aceh ingin mengadakan Sanctuary (pembangunan dan pengelolaan suaka) Badak seperti yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Lampung.

Hal itu disampaikan Wali Nanggroe saat menghadiri undangan Kunjungan Kerja Forum Konservasi Leuser ke Taman Nasional Way Kambas, Lampung, Kamis 28 November 2019 atau 3 Rabi’ul Akhir 1441 H.

Wali Nanggroe datang ke Taman Nasional Way Kambas bersama rombongan yang tergabung dalam Konsorsium Badak Sumatera, terdiri dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Pemkab Aceh Timur, Forum Konservasi Leuser (FKL), Alert, WWF, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unsyiah, IPB Bogor, serta Pemkab Aceh Timur.

Selaitu itu, Wali Nanggroe didampingi pula oleh Kepala Bappeda Aceh Timur, Ketua DPRK Aceh Timur, sejumlah camat dan kepala desa, mantan Anggota DPRA Nurzahri dan Anggota DPRA, Kartini Ibrahim.

Rombongan yang dipimpin Wali Nanggroe disambut langsung Kepala Taman Nasional Way Kambas Subakir SH, MH, Direktur Sumatera WWF Indonesia Suhandri, dan Direktur Yayasan Badak Indonesia (YABI) Kurnia.

“Kami sangat bangga bisa bersama-sama disini, para punggawa hutan dan satwa serta para aktivis lingkungan. Kami ingin belajar banyak tentang konservasi badak, karena di Aceh masih punya habitat satwa langka Badak Sumatera,” kata Wali Nanggroe sembari menambahkan bahwa di Aceh, salah satu kabupaten yaitu Kabupaten Aceh Timur telah bersedia menyediakan lahan untuk Konservasi Badak Sumatera.

Berbicara regulasi, Wali Nanggroe menjelaskan bahwa Aceh telah memiliki Qanun Perlindungan Satwa. Selain itu, saat ini juga sedang dibahas Rancangan Qanun Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) Aceh yang akan menjadi pedoman pengelolaan lingkungan hidup berbasis carrying capacity, untuk waktu 30 tahun ke depan.

“Aceh memiliki rule model tersendiri dalam pelaksanaan pengelolaan lingkungan, termasuk perlindungan satwa dan tumbuhan. Oleh sebab itu tidaklah berlebihan apabila nantinya Lembaga Wali Nanggroe meminta Pemerintah Aceh untuk memgevaluasi kembali HGU dan hak pengusahaan hutan lainnya karena faktanya banyak terjadi kerusakan hutan akibat kegiatan tersebut,” kata Wali Nanggroe menjelaskan.

Karena itulah, kata Wali Nanggroe, dirinya menyempatkan berkunjunng ke Lampung, untuk melihat sistem pengelolaan Taman Nasional Way Kambas yang berhasil melakukan Konservasi Badak.

Menanggapi Wali Nanggroe, Kepala Taman Nasional Way Kambas Subakir, S.H, M.H, dan Direktur Sumatera WWF Indonesia, Suhandri, menyambut baik rencana Aceh yang ingin membuka sanctuary badak. “Jika di timur Sumatera ada Lampung dengan Way Kambas, maka di ujung barat ada Aceh,” kata Subakir.

Kepada Wali Nanggroe, Subakir melaporkan, jika sebelumnya populasi Badak Sumatera di seluruh Sumatera mencapai ribuan, saat ini hanya tersisa 80 ekor, yaitu di Lampung dan Aceh. “Kita menyambut baik dan siap membantu keinginan Aceh yang ingin melestarikan Badak Sumatera,” kata Suhandri.[]

Previous Post

Tilang Elektronik Diberlakukan di Banda Aceh Mulai 2020

Next Post

FKSP Aceh Besar: Sudah Berapa Persen Serapan Anggaran Jelang Akhir Tahun 2019

Next Post

FKSP Aceh Besar: Sudah Berapa Persen Serapan Anggaran Jelang Akhir Tahun 2019

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Al- Farlaky Salurkan Bantuan Masa Panik Untuk Korban Kebakaran di Birem Bayeun

Al- Farlaky Salurkan Bantuan Masa Panik Untuk Korban Kebakaran di Birem Bayeun

28/03/2026
Warga Aceh Besar Diminta Tak Bakar Sampah Sembarangan

Warga Aceh Besar Diminta Tak Bakar Sampah Sembarangan

28/03/2026
Truk Hauling LKT Hantam Becak Motor, Satu Nyawa Melayang

Truk Hauling LKT Hantam Becak Motor, Satu Nyawa Melayang

28/03/2026
UIN Ar-Raniry Peringkat 2 Nasional, Ungguli Kampus Top di Riset Hukum

UIN Ar-Raniry Peringkat 2 Nasional, Ungguli Kampus Top di Riset Hukum

28/03/2026
Rudal Iran Hantam Pesawat dan Tentara AS di Pangkalan Udara Saudi

Rudal Iran Hantam Pesawat dan Tentara AS di Pangkalan Udara Saudi

28/03/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

Prof Saifullah Resmi Mendaftar sebagai Calon Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030

Jadi Daerah Basis Mualem-Dekfadh, Anggaran Dayah untuk Aceh Utara Kalah Jauh dari Bireuen di APBA 2026

Gagal Menangkan Mualem–Dek Fad di Bireuen, Peneliti: Pergantian Abang Samalanga Demi Masa Depan PA

Wali Nanggroe: Aceh Ingin Bentuk Sanctuary Badak Sumatera

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com