BANDA ACEH – Anggota DPR Aceh, Azhar Abdurrahman, memberi komentar yang tak biasa dalam diskusi arah dan generasi Aceh pasca damai yang dilaksanakan oleh Muda Seudang di 3 In 1 Café, Banda Aceh, Selasa 3 Desember 2019.
Mantan bupati Aceh Jaya dua periode ini mengaku sepakat jika Otsus tak lagi diperpanjang usai 2027 mendatang. Statemen ini berbeda jauh dengan kebanyakan pejabat Aceh yang berharap Otsus permanen serta tetap berlanjut untuk selama-lamanya.
“Saya sepakat Otsus tak lagi diperpanjang,” kata Azhar Abdurrahman.
Namun Azhar memiliki alasan dibalik statemennya tersebut.
Menurut Azhar, dana Otsus selama ini hanya jadi bajakan elit yang berkuasa untuk kepentingan pribadi dan golongan. Hanya sebahagian kecil, dan cenderung tak ada, untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan di Aceh.
“Termasuk yang mengisi BUMA. Hanya menghabiskan anggaran.”
Azhar turut membandingkan kondisi BUMD atau BUMA istilah di Aceh dengan perusahaan daerah di DKI Jakarta. Dimana, perusahaan Daerah di Jakarta dinilai benar-benar mengutamakan integritas serta professional.
“Mereka (menyebut nama BUMD Jakarta-red) bahkan bisa ikut tender di Aceh. Kita, BUMA hanya bajakan anggaran.”
Demikian juga soal dana pendidikan Aceh yang mendapat alokasi hampir 20 persen lebih dari APBA.
“Namun sebahagian besarnya hanya dihabiskan untuk kebutuhan pegawai,” kata Azhar lagi. []








