Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Akademisi Abulyatama Dukung Daerah Pinggiran Bergabung ke Banda Aceh

redaksi by redaksi
12/12/2019
in Nanggroe
0
Akademisi Abulyatama Dukung Daerah Pinggiran Bergabung ke Banda Aceh

BANDA ACEH – Akademisi Abulyatama, Usman Lamreung, mengaku mendukung jika beberapa wilayah Aceh Besar yang berada di pinggiran Kota Banda Aceh untuk diintegrasikan atau digabungkan dalam wilayah Banda Aceh.

“Kami sangat sepakat wilayah Aceh Besar di pinggiran Banda Aceh diintegrasikan atau digabungkan dalam wilayah Banda Aceh, agar berbagai masalah masyarakat bisa tertangani dengan baik dan mempercepat pemerataan pembangunan. Sehingga idex rasio pelayanan pablik bisa lebih meningkat,” kata Usman Lamreung, kepada atjehwatch.com, Rabu malam 11 Desember 2019.

Statemen ini terkait permohonan Walikota Banda Aceh kepada pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Besar agar sudi kiranya memberikan beberapa wilayah (desa atau kecamatan) milik pemerintah Aceh Besar menjadi lokasi pelebaran wilayah kota Banda Aceh. Pelebaran ini menjadi penting bagi Banda Aceh dalam rangka menjadikan kota tersebut sebagai daerah ideal untuk kota propinsi Aceh.

“Pernyataan tersebut hemat kami sangat menguntungkan wilayah Aceh Besar yang berdekatan dengan kota Banda Aceh, yaitu Krueng Barona Jaya, Lampeuneurut, Pulo Aceh, Baitussalam, Darussalam dan Kuta Baro.”

“Daerah yang lengket dengan ibukota provinsi ini, nyaris luput dari pantauan pemerintah Kab Aceh Besar. Pernyataan ini didasarkan pada kurangnya sentuhan pembangunan daerah pinggiran, yang notabenenya wilayah Aceh Besar,” ujarnya lagi.

Kata Usman, permasalahan masyarakat Aceh Besar yang ada di pinggiran Kota Banda Aceh seharusnya menjadi perhatian Pemerintah Aceh Besar. Masalah penting seharusnya menjadi fokus pemkab adalah pelayanan publik sangat dilema buat masyarakat pinggiran kota Banda Aceh, di tambah lagi persoalan Air besih, persoalan sampah tak kunjung selesai, infrastruktur jalan dan saluran air saat musim hujan banjir, dan pemerataan dalam pembangunan lainnya.

“Ada kesenjangan begitu besar yang dirasakan masyarakat Aceh Besar yang berbatasan dengan Kota Banda Aceh. Pembangunan sangat lambat, mengakibatkan terjadinya kesenjangan sosial dengan wilayah Kota Banda Aceh. Masyarakat Aceh Besar di pinggiran Kota Banda Aceh sangat kecewa ketidakmerataan pembangunan oleh Pemkab, sehingga memberikan kesenjangan yang tajam. Di tambah lagi pelayanan publik saja kita sudah kalah jauh dengan Kota Banda Aceh.”

“Salah satunya adalah Pulo Aceh dalam pelayanan publik sangat memprihatikan, baik pelayanan kesehatan, pendidikan, dan keperluan administrasi lainnya harus kedataran. Seharusnya Pemerintah Aceh Besar harus peka terhadap berbagai persoalan di wilayahnya, khususnya yang berdekatan dengan Kota Banda Aceh, supaya ketimpangan pembangunan dan pelayanan tidak tajam.”

Berkaca dari usia Jantho sebagai Ibu Kota Aceh Besar yang sudah tidak lagi muda, kata Usman, akan tetapi dengan usianya yang sudah cukup matang Jantho belum mampu benar-benar menjadi kota ibukota.

“Mungkin para pejabat saja yang menjadi punggawa pelayanan tidak semuanya menetap di Jantho. Maka bagaimana mungkin cita-cita mulia mensejahterakan masyarakat bisa terwujud. Belum lagi konflik kepentingan di level pimpinan, yang konon belum terselesaikan. Mari kita berfikir lebih jernih untuk kemajuan Aceh Besar kedepan, termasuk pemimpin mau hilangkan egoisme dan kembali bekerja bersama-sama demi kesejahteraan masyarakat Aceh Besar.”

Previous Post

Komisi III DPRK Aceh Utara Akan Panggil SKPK Terkait Peningkatan PAD

Next Post

Sekda Aceh Puji Camat Kluet Timur, Ini Sebabnya

Next Post

Sekda Aceh Puji Camat Kluet Timur, Ini Sebabnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mensos Salurkan Rp205 M Santunan Korban Bencana Tamiang

Mensos Salurkan Rp205 M Santunan Korban Bencana Tamiang

11/04/2026
Sekda Serahkan Penghargaan API Award 2025 Kepada Pengelola Arung Jeram Lukup Badak

Sekda Serahkan Penghargaan API Award 2025 Kepada Pengelola Arung Jeram Lukup Badak

11/04/2026
Bupati Syech Muharram Dorong Hilirisasi Peternakan dan Serapan Tenaga Kerja

Bupati Syech Muharram Dorong Hilirisasi Peternakan dan Serapan Tenaga Kerja

11/04/2026
Ketua TP PKK Aceh Tengah: Perempuan Kunci Utama Kemajuan Bangsa

Ketua TP PKK Aceh Tengah: Perempuan Kunci Utama Kemajuan Bangsa

11/04/2026
USK dan UN Women Gelar Pelatihan Advokasi Kebijakan Gender dan Perubahan Iklim di Aceh

USK dan UN Women Gelar Pelatihan Advokasi Kebijakan Gender dan Perubahan Iklim di Aceh

11/04/2026

Terpopuler

Dua Terpidana TPPU Masuk DPO Kejari Banda Aceh

Dua Terpidana TPPU Masuk DPO Kejari Banda Aceh

09/04/2026

Mualem Kantongi Dua Nama Calon Pengganti Abang Samalanga

20 Santri Al Zahrah Beunyot Dinyatakan Lulus SPAN PTKIN 2026

Ohku, Wabup Pijay Didesak Nonaktif Sementara Demi Prinsip Equality Before The Law

Heri Ahmadi dan 4 Tokoh Lainnya Dicalonkan Jadi Kandidat Ketua DPC PKB Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com