Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Megawati Sindir Putra Jokowi Soal ‘Pintu Belakang’ Pilkada Solo

Admin1 by Admin1
21/01/2020
in Nasional
0

Jakarta – Pidato Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyinggung calon kepala daerah yang meminta rekomendasinya lewat ‘pintu belakang’ menuai kontroversi. Sebab, pernyataan Megawati itu menggambarkan suasana politik jelang Pilkada 2020 di Solo.

Pengamat politik Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes menilai meski Megawati tidak terang-terangan menyebut nama dalam pidato itu, namun Arya menilai pernyataan itu kemungkinan besar juga ditujukan kepada Gibran. Meskipun sejumlah kader PDIP juga telah menepis itu.

“Apakah dia menyindir Gibran atau tidak, saya tidak tahu ya tapi kalau kita dengar dan baca pernyataan itu meskipun karena segala macam, segala macam, tapi ya dugaan saya mungkin sepertinya (menyindir Gibran Rakabuming), mungkin ada usaha juga secara tidak langsung mungkin menyindir,” ujar Arya saat dihubungi, Senin (20/1/2020).

Untuk diketahui, Gibran mulanya bukan kader PDIP, dia baru menjadi kader PDIP setelah berniat maju menjadi Wali Kota Solo. Dia juga maju langsung melalui DPP PDIP tidak melalui DPC atau DPD terlebih dahulu.

Majunya Gibran juga tidak direstui oleh Ketua DPC PDIP Solo FX Rudy karena DPC Solo sudah menetapkan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa untuk ikuti Pilkada Solo 2020. Oleh Karena itu, Gibran akhirnya memilih jalur mendaftar langsung ke DPP, saat ini PDIP sendiri berarti memiliki dua kubu yang maju di Pilkada Solo mendatang nanti,

Kembali ke pidato Megawati, Arya menilai secara tidak langsung pernyataan Megawati ini menggambarkan situasi putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mantap maju di Pilkada Solo. Arya juga menilai pendaftaran Gibran ke DPP PDIP itu suatu langkah politik yang sah-sah saja.

“Secara tidak langsung orang akan secara langsung mengaitkan respons itu kepada apa yang terjadi dalam situasi Gibran, kan ini berita orang semua tahu bagaimana proses internal PDIP, di DPC sudah selesai, terus tiba-tiba ada peristiwa baru dengan majunya Gibran. Nah saya tidak tahu bagaimana sikap PDIP merespon,” ucapnya.

“Memang ada celah orang daftar, saya kira Gibran mungkin pahami celah itu dengan daftar ke DPP, dan pendaftaran itu kan beberapa kali ditegaskan PDP dari DPC, DPD, DPP. Nah jadi celah itu yang dimanfaatkan Gibran. Tapi kalau pernyataan Megawati itu secara tidak langsung menyiratkan fenomena dalam proses yang terjadi di Solo, mungkin ya,” imbuhnya.

Selain itu, PDIP dinilai kesulitan menempatkan posisi di Pilkada Solo. Posisi Gibran sebagai putra Presiden juga dinilai memiliki efek di PDIP ini.

“Saya nyatakan PDIP memang kesulitan untuk menempatkan diri dalam menyikapi proses pendaftaran Gibran, sulit untuk PDIP memposisikan diri, karena tentu Gibran anak presiden, kedua PDIP juga tidak ingin mengganggu hubungannya dengan Jokowi. Dia nggak ingin hubungan dengan Jokowi terganggu dalam proses ini. Jadi saya melihat dalam beberapa bulan ini itu PDIP akan cukup kesulitan merasionalisasikan, atau menyampaikan kepada publik bagaimana dia memperlakukan Gibran, terutama soal Gibran daftar ke DPP,” jelas dia.

Sebelumnya, Megawati menyindir calon kepala daerah yang meminta rekomendasinya lewat ‘pintu belakang’. PDIP menyebut peristiwa calon pemimpin yang meminta langsung rekomendasi Mega itu terjadi pada saat Rakernas I PDIP.

Sindiran itu disampaikan Mega beberapa waktu lalu saat menghadiri perayaan Natal keluarga besar PDIP di Manado, Sulawesi Utara. Mega kala itu mengungkapkan adanya calon pemimpin yang ingin maju dalam Pilkada dan meminta langsung rekomendasi kepadanya.

PDIP pun menjelaskan maksud pernyataan Mega. Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Wuryanto mengungkapkan adanya kader yang nyelonong meminta langsung rekomendasi Mega itu terjadi pada saat Rakernas PDIP.

“Begini, itu orang mungkin merasa kenal sama Ibu Ketum, sementara di PDIP kita tahu kekuasaan di Ibu Ketum, kemudian orang itu nyelonong minta rekomendasi. Karena merasa sudah dekat,” kata Bambang kepada wartawan, Senin (20/1/2020).

“Kalau tidak salah peristiwa itu terjadi pada saat Rakernas, nah itu kan tidak benar. Meski kita itu hierarkinya komando, tetapi setiap proses ada prosedurnya,” sambung Bambang.

Sumber: detik.com

Tags: gibranmegawatipdi perjuangan
Previous Post

Pemerintah Aceh Evaluasi Kinerja Pejabat Fungsional

Next Post

Respon Sikap Ketus Mahfud MD, GAM Diminta Bersikap Tegas

Next Post

Respon Sikap Ketus Mahfud MD, GAM Diminta Bersikap Tegas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lantik 31 Keuchik Resmi Dilantik, Bupati Pidie Jaya: Tinggalkan Politik, Utamakan Pelayanan Rakyat

Lantik 31 Keuchik Resmi Dilantik, Bupati Pidie Jaya: Tinggalkan Politik, Utamakan Pelayanan Rakyat

13/07/2026
KKR Hilang Arah: Aktivis HAM Desak Komisi 1 DPRA Segera Ganti semua Komisioner

Aktivis HAM Aceh Desak Gubernur Aceh H.Muzakir Manaf Temui Presiden Prabowo Terkait Pemulihan Korban

13/07/2026
Wali Kota Serahkan LKPJ 2025 ke DPRK, Irwansyah: Akan Segera Kami Bahas

Wali Kota Serahkan LKPJ 2025 ke DPRK, Irwansyah: Akan Segera Kami Bahas

13/07/2026
UIN Ar-Raniry Tambah Enam Guru Besar, Total Profesor Kini 66 Orang

UIN Ar-Raniry Tambah Enam Guru Besar, Total Profesor Kini 66 Orang

13/07/2026
PW ISNU Aceh Luncurkan Pojok Baca Perdana di SMAN 1 Kuala

PW ISNU Aceh Luncurkan Pojok Baca Perdana di SMAN 1 Kuala

13/07/2026

Terpopuler

Bupati Pidie Jaya Minta Pendataan BSPS 2026 Tanpa Titipan, Akurasi Data Jadi Penentu Bantuan Bedah Rumah

Bupati Pidie Jaya Minta Pendataan BSPS 2026 Tanpa Titipan, Akurasi Data Jadi Penentu Bantuan Bedah Rumah

12/07/2026

Cut Intan Arifah Ditunjuk Pimpin Koperasi Aceh Meusaho Sejahtera

‘Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah’ Harinya Anak Yatim Mengenang Sosok Ayah

Pemerintah Aceh Beri Fleksibilitas Kerja ASN untuk Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

DEMA FSH UIN Ar-Raniry: Rakyat Aceh Belum Selesai Menghadapi Bencana, Mengapa Pemerintah Sibuk Menerbitkan Izin Tambang

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com