LHOKSEUMAWE – Sejumlah pedagang di pasar-pasar dalam Kota Lhokseumawe mengaku mulai sepi dari pembeli. Keadaan ini turut menjadi pembicaraan public di Lhokseumawe beberapa hari terakhir. Diduga, salah satu penyebabnya adalah mulai beralihnya pembeli ke platform online.
Tokoh Pemuda Lhokseumawe, Teuku Fazil Mutasar, mengatakan fenomena banyaknya pedagang di pasar los Kota Lhokseumawe yang tokonya tutup dan aktifitas pengunjung juga sepi seperti diberitakan oleh beberapa media online dan media elektronik, karena factor perkembangan arus informasi serta teknologi.
“Platform online saat ini menjadi salah satu andalan dalam berdagang. Kecepatan dan kemudahan adalah keunggulannya dibanding toko offline seperti pasar-pasar tradisional,” kata Teuku Fazil.
“Alasan di atas yang menjadi salah satu dugaan mengapa kunjungan ke toko menjadi cenderung menurun seperti di Pasar los Lhokseumawe.Banyak orang berpendapat karena kelesuan ekonomi, tapi juga ada yang menganggap karena dampak perdagangan online. Jika, karena perdagangan online, apakah pedagang bermigrasi ke toko online? Tentu hal tersebut perlu ada kajian dari pakar-pakat ekonomi terkait selera pasar di era 4.0 sekarang,” ujarnya lagi.
Menurutnya, pelanggan saat ini lebih mudah dan praktis dalam berbelanja kebutuhan dengan hanya menggunakan smartphone atau telefon pintar.
“Tentu bisa jadi mereka berbelanja di online yang bisa tersebar di seluru Indonesia dengan menggunakan jasa pengiriman. Dengan begitu pelanggan tidak perlu datang lagi ke toko/ pasar untuk memenuhi kebutuhan nya. Hal ini yang harus difikirkan oleh pelaku-pelaku usaha ekonomi kota lhokseumawe, berdagang online dan juga menyediakan barang di toko dilakukan secara bersamaan. Ya semacam upgrade starategi pemasaran lah.”









