Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Cerbung

Wasiet (18)

Admin1 by Admin1
13/02/2020
in Cerbung
0

USAI salat Ashar di masjid jamik kampus, Raina dan Riska mengarah ke bantaran sungai Lamnyong. Mereka membeli beberapa cemilan dan duduk di sana sambil menikmati sore hari di kota pelajar itu.

Sungai Lamnyong tak sejernih sungai-sungai di Eropa. Bahkan terkadang, air berubah keruh saat musim hujan tiba. Banyak juga sampah yang mengapung di sana.

Namun Riska tampaknya cukup menikmati suasana yang nyaman di sana. Sosok itu terlihat mematung sambil memandang jauh kedepan. Entah apa yang dipikirnya. Raina membiarkan Riska dengan lamunannya.

Ia asyik dengan bakso bakar yang dibeli tadi. Raina melahab satu persatu.

“Enak.”

Riska memalingkan wajahnya ke arah Raina. Wajah gadis cantik itu terlihat serius.

“Rai. Seperti apa Aceh semasa konflik,” ujar Riska.

Raina tahu bahwa pertanyaan kali ini tak sekedar pertanyaan biasa. Pertanyaan ini erat kaitannya dengan masa lalu orangtuanya yang harus meninggalkan Aceh karena factor keamanan.

“Aku tak tahu Ris. Aku tinggal di Banda Aceh. Daerah ini masih terbilang normal saat konflik berlangsung meskipun banyak demo. Aku juga masih kecil saat damai berlangsung,” ujar Raina.

Riska terdiam. Ia sepertinya tidak puas dengan jawaban Raina.

“Yang pasti bukan keluargamu saja yang menjadi korban selama konflik, Ris. Ada banyak keluarga yang harus meninggalkan Aceh saat konflik berlangsung. Kemudian di kampung-kampung, ada banyak janda serta yatim piatu,” ujar Raina kemudian.

“Setidaknya itu yang aku baca dan aku dengar. Daerah ini seperti gadis cantik pendiam yang terluka. Saat ini ia sedang melampiaskan kekecewaannya selama ini. Aku cuma berharap damai seperti sekarang berlangsung lama. Aku terlalu sedih melihat ayahku terbangun di tengah malam dan menangis,” katanya lagi.

Riska terkejut mendengar pengakuan Raina.

“Kau tahu Ris. Ayahku orang Aceh tulen. Ia berasal dari pedalaman Aceh Utara sana yang menjadi basis konflik. Bertahun-tahun ia tidak bisa pulang ke kampung halaman karena karena seragamnya itu,” ujar Raina pelan.

Riska lagi-lagi terdiam. Ia tidak tahu jika keluarga Raina lebih terluka dari keluarganya selama ini.

“Saat kecil aku terbiasa mendengar kalimat, anak Si Pai saat pulang kampung bersama mamakku. Itu sangat sakit. Seolah-olah ayahku adalah pembunuh dan pengkhianat,” kata Raina. Ia kemudian terdiam.

Riska teringat dengan percakapannya dengan sang ayah beberapa waktu lalu.

“Tak ada yang berharap konflik itu terjadi, Nak. Kakekmu tertembak saat tugas adalah takdir. Setidaknya itu kata Mamakmu dulu. Ia yang mengajarkan ayah soal keikhlasan. Ia tidak pernah menyalahkan orang-orang yang menembak kakekmu.”

Riska kini paham dengan kata-kata ayahnya itu. Ia juga paham dengan apa yang disampaikan oleh Raina.

“Terlalu banyak luka di daerah ini ya Ris! Padahal Aceh sangat indah. Negeri terindah dengan luka yang mendalam. Aku berharap luka ini segera sembuh,” ujar Riska. Raina mengangguk tanda setuju.

Keduanya kemudian terdiam dan memandang lurus kedepan. Saat itu hari sudah mulai sore. Garis-garis hitam mulai terlihat di langit.

Tak sengaja Riska menatap seorang pria muda yang sedang tertidur, di atas rerumputan, tak jauh dari lokasi dirinya dan Raina berada. Wajah sang pria tadi terlihat akrab. Ia seperti mahasiswa yang bersikap cuek terhadap dirinya di perpustakaan tadi pagi.

Tangan Riska menepuk pundak Raina berulangkali. Gadis yang ditepuk tersentak sadar dari lamunannya.

“Ada apa Ris?” tanya Raina. Ia kemudian melihat ke arah telunjuk tangan Riska.

“Itu pria yang sok tadi yang aku ceritai di kantin.”

Raina mengangguk. Namun tiba-tiba berseru dengan spontan.

“Si Gay.”

Kini giliran Riska yang melongo. “Gay?”

[Bersambung]   

 

Tags: wasiet
Previous Post

Al-Farlaky akan Bantu Rumah Warga Bandrong

Next Post

Aminullah Resmikan Rumah Pengolahan Tiram Desa Alue Naga

Next Post
Aminullah Resmikan Rumah Pengolahan Tiram Desa Alue Naga

Aminullah Resmikan Rumah Pengolahan Tiram Desa Alue Naga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lagi, Staf Ahli dan Pejabat Lainnya di Abdya Ikuti Program “Satu Pejabat Satu Anak Yatim”

Lagi, Staf Ahli dan Pejabat Lainnya di Abdya Ikuti Program “Satu Pejabat Satu Anak Yatim”

06/09/2026
IKAT Gelar Mubes V, Usung Agenda Penguatan Syiar Dakwah dan Kemandirian Kelembagaan

IKAT Gelar Mubes V, Usung Agenda Penguatan Syiar Dakwah dan Kemandirian Kelembagaan

06/09/2026
Jelang Kedatangan Utusan AS, Putin Perintahkan Setop Serang Kyiv

Jelang Kedatangan Utusan AS, Putin Perintahkan Setop Serang Kyiv

06/09/2026
Jepang-Rusia Makin Panas Gara-gara Patung Perang Kontroversial

Jepang-Rusia Makin Panas Gara-gara Patung Perang Kontroversial

06/09/2026
Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

05/09/2026

Terpopuler

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

04/09/2026

Wasiet (18)

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

USK–ANU Perkuat Kolaborasi Riset, Dalami Dinamika Perdamaian Aceh dan Bangsamoro

3.069 Huntap Pidie Jaya, Baru 110 Ditender: Korban Bencana Kembali Menunggu

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com