Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Cerbung

Wasiet (23)

Admin1 by Admin1
18/02/2020
in Cerbung
0

DEDI seperti tak percaya. Ia memandang tak berkedip ke arah depan. Jaraknya hanya sekitar 10 meter. Sesosok muslimah cantik nan anggun terlihat memasuki Masjid Rahmad. Itu masjid tertua di Surabaya. Salah satu masjid yang memiliki sejarah panjang di Jawa Timur. Dari sanalah Islam menyebar ke tanah Jawa.

Wanita itu tak melihatnya. Dedi ingin memasuki masjid dan berkenalan dengan sang muslimah yang dilihatnya di Brawijaya itu. Tapi di sisi lain, ia sedang memakai celana pendek. Ia baru saja pulang dari olahraga sore yang menjadi aktivitas rutinnya selama ini.

Dedi tidak ingin membuat orang-orang di Masjid Rahmad memandangnya setengah mata. Untuk itu, ia harus menunggu di halaman depan masjid hingga sang wanita keluar dan selesai dari aktivitasnya.

Dedi mondar-mandir. Sekitar satu jam kemudian, sang wanita terlihat keluar dari masjid. Saat sang wanita berjarak sekitar tiga meter dari masjid, barulah ia mendekat dan memberi senyuman manis.

“Udah salat Mas?” tanya wanita muslimah di depannya tiba-tiba.

Dedi terkejut. Pertanyaan dari gadis cantik itu membuatnya kelabakan. Ini karena mereka belum pernah berkomunikasi sebelumnya. Tidak pernah saling sapa. Ia justru ingin kenalan, tapi gadis di depannya justru menyapa duluan.

Sebelumnya ia justru berpikir jika perkenalannya ini akan berlangsung kaku. Namun ditodong dengan pertanyaan duluan, justru membuat ia lebih gugup dan serbasalah.

“Ashar? Belum. Anu, celana saya selutut,” jawabnya dengan nada gugup.

Sang gadis tersenyum. Itu merupakan senyuman termanis yang pernah dilihat oleh Dedi. Ia terpukau dengan kecantikan gadis di depannya itu.

“Kalau begitu, Mas salat dulu. Ini saya pinjami kain sarung,” ujar sang gadis lagi. Ia mengambil kain sarung dari tas kecil miliknya serta menyerahkan ke Praka Dedi. Mendengar hal ini, Dedi lagi-lagi kelabakan.

Dedi hanya bermaksud kenalan, tapi sang gadis malah memintanya salat. Ia bersikap seperti ibunya. Kalimat seperti tadi harusnya keluar dari mulut wanita paruh baya yang beranak empat.

“Tenang saja Mas. Saya tunggu di sini kok. Usai salat, baru kita bicara,” ujar sang gadis lagi.

Dup..

Jantung Dedi berdetak kencang. Ia mati gaya di depan anak gadis Mayor Sulaiman.

Dedi tak lagi bisa berkata-kata. Ia terdiam dan tertunduk malu.

“Baik,” ujarnya kemudian.

Praka Dedi mengambil sarung serta bergegas ke lokasi wudhu. Ia memukul kepala berkali-kali sambil jalan. Di wudhu, ia justru terdiam. Dedi tak ingin sejak umur berapa meninggalkan salat. Kini ia bahkan lupa dengan tatacara wudhu.

“Basuh semua saja. Toh, tak dilihat sama gadis itu,” gumamnya dalam hati.

Usai wudhu, ia bergegas masuk dalam masjid. Di sana, ia pun salat alakadar. Setelah beberapa menit berlalu, ia salam dan bergegas melihat ke halaman depan. Ia khawatir gadis tadi telah pergi. Ia khawatir sang gadis memintanya salat hanya untuk menghindarinya secara halus. Namun ternyata sang gadis masih berada di lokasi. Wanita muda itu terlihat duduk di pojok masjid sambil memang kedepan.

Dedi keluar dan mencoba bersikap tenang.

Dup..jantungnya kembali berdetak kencang saat mendekati sang gadis. Gadis tadi kembali tersenyum manis ke arahnya.

“Ini…sarungnya saya kembalikan,” ujar Dedi dengan nada gugup. Ia mengutuk sikapnya yang salah tingkah di depan gadis itu. Ia petarung jalanan. Menghadapi wanita adalah hal biasa sejak SMA. Bahkan ia memiliki belasan mantan, tapi justru gugup seperti anak SD di depan wanita itu.

“Iya Mas,” ujar sang gadis dengan sikap sangat tenang.

Mereka berdua kemudian terdiam.

“Oya Mas. Saya Nurul, Nurul Islami. Kalau Mas mau jumpa saya lagi, kita ketemu di lokasi ini saat azan Ashar,” ujar sang gadis tiba-tiba.

Kalimat yang disampaikan sang gadis lagi-lagi membuatnya tersentak. Ia kehabisan kata-kata di depan gadis itu. Sementara sang gadis bergerak pergi tanpa meminta izin atau basa basi kepadanya.

Dedi menutup mata dan memukul kepala karena salah tingkah. Ia melihat gadis itu berlalu.

“Ya tuhan. Hukuman apa ini,” gumamnya dalam hati.

Sang gadis tiba-tiba berhenti. Saat itu jarak mereka hanya sekitar 7 meter. Gadis itu balik arah dan kembali menghadapnya.

“Oya Mas. Kalau bisa, besok dipakai celana panjang ya!” ujar gadis itu.

[Bersambung]

 

 

 

Tags: wasiet
Previous Post

Dyah Erti: Pemuda Penerus Estafet Pembangunan

Next Post

Ketua DWP Setda Aceh Terpukau Busana Rumoh Syar’i

Next Post

Ketua DWP Setda Aceh Terpukau Busana Rumoh Syar’i

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

SMPN 1 Seunagan Raih Juata Satu Pawai Karnaval HUT Nagan Raya

SMPN 1 Seunagan Raih Juata Satu Pawai Karnaval HUT Nagan Raya

22/07/2026
Rapor Hijau untuk Dr. Safaruddin — Zaman Akli, Satu Tahun Memimpin Abdya

Rapor Hijau untuk Dr. Safaruddin — Zaman Akli, Satu Tahun Memimpin Abdya

22/07/2026
Wakapolres Pidie Perkuat Pengawasan Penyidikan, Gelar Perkara Jadi Filter Utama Penegakan Hukum

Wakapolres Pidie Perkuat Pengawasan Penyidikan, Gelar Perkara Jadi Filter Utama Penegakan Hukum

22/07/2026
Qanun MAA Pidie Jangan Hanya Menjadi Dokumen Mati

Qanun MAA Pidie Jangan Hanya Menjadi Dokumen Mati

22/07/2026
Pemerintah Aceh Pacu Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Hidrometeorogi

Pemerintah Aceh Pacu Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Hidrometeorogi

22/07/2026

Terpopuler

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

21/07/2026

Wasiet (23)

Kapaloe, Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur

STAI Tgk. Chik Pante Kulu dan Mahkamah Syar’iyah Kota Banda Aceh Bangun Kolaborasi Penguatan Tridarma Perguruan Tinggi

Rp4,65 Miliar Dana Umat Siap Disalurkan, Baitul Mal Pidie Perketat Verifikasi demi Cegah Salah Sasaran

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com