Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Anggota Dewan PKB Abdya Reses Desa Rawan Banjir

Admin1 by Admin1
03/03/2020
in Lintas Barat Selatan
0
Abdya – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Abdya, Zul Ilfan, mengelar reses terkait langkah penanganan banjir di Desa Kuta Bahagia, Kecamatan Blangpidie.
Desa Kuta Bahagia, menjadi salah satu desa yang kerab dikepung banjir saat hujan lebat mengguyur Abdya. Banjir yang mengepung desa ini merupakan luapan debit air sungai Krueng Beukah yang mengalir sepanjang desa.
Sebanyak 120 Kepala Keluarga (KK) terdampak saat air sungai meluap kedaratan hingga mengepung desa ini dengan kedalaman mencapai 2 meter. Kondisinya semakin parah lantaran luas sungai semakin membesar lantaran mengerut daratan, bahkan, ada beberapa rumah warga yang terancam ambruk.
Dalam reses ini, Zul Ilfan mengaku harapan besar masyarakat yang diserapnya dalam kebanyakan tentang penanggulangan banjir luapan sungai yang kerab mengepung desa saat hujan lebat.
“Cuma satu solusinya, yakni pemasangan batu gajah,” kata Zul Ilfan usai kegiatan Reses, Senin, 2 Maret 2020 di Aceh Barat Daya.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyebut, untuk penanggulangan banjir di desa ini setidaknya menghabiskan anggaran sebanyak 5 miliar, dengan panjang batu gajah 500 meter.
“Itu angarannya sudah ada, bersumber dari BPBN pusat,” ujar Zul Ilfan.
Menurutnya, penanggulangan banjir desa Kuta Bahagia harus diproitaskan, sebab, dampaknya sudah sangat buruk bagi masyarakat setempat. Kondisi sungai yang semakin mengerut daratan membuat sungai kian meluas dan semakin dekat dengan perumahan warga.
“Ada yang hanya berjarak 10 meter dari rumah warga,” sebut Zul Ilfan.
Zul Ifan membeberkan, anggaran dari BPBN pusat untuk Aceh Barat Daya untuk penangulangan bencana sebesar Rp 16 lebih miliar. Dari jumlah itu, untuk penanganan Krueng Susoh yang mengaliri Kecamatan Blangpidie dan Kecamatan Susoh sebesar RP 8 miliar.
“Kita proitaskan untuk daerah yang memang rawan dulu, seperti Kuta Bahagia. Camat Susoh juga mendukung anggaran ini digunakan untuk penanganan banjir Desa Kuta Bahagia dulu,” sebutnya.
Untuk penanganan menyeluruh banjir di desa ini, dibutuhkan sebanyak Rp 15 miliar rupiah. Namun, dengan anggaran Rp 5 miliar ini akan di bangun batu gajah di titik-titik rawan saja, agar dampak buruknya tidak semakin parah.
“Kita lihat titik-titik yang memang harus segera kita ditangani dulu,” ujar Zul Ilfan.
Masyarakat setempat, Subky, mengaku penanganan tentang banjir di Desanya memang menjadi harapan besar masyarakat setempat. Setiap hujan deras, banjir selalu mengepung desa. Luapan air sungai kedaratan mencapai 2 meter.
“120 KK berdampak setiap banjir. Luapan sungai yang tidak punya tebing pengaman merendam desa,” ungkap Subky.
Ditakutkan, lanjut Subky, sebagian rumah warga akan roboh tergerut sungai jika tidak segera di tanggulangi. Luas sungai yang terus melebar pasca debit air yang membesar saat hujan lebat membuat warga semakin khawatir.
“Tentu kita sangat mengharapkan anggaran 8 miliar ini diproitaskan untuk penanganan sungai desa kita dulu,” katanya.
Pembahasan tentang penanganan banjir di desa ini, turut dihadiri oleh kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Abdya, Amiruddin, Camat Blangpidie, Camat Susoh dan para tokoh masyarakat setempat.
Tags: abdyaaceh
Previous Post

Sering Berkeringat di Malam Hari? Yuk, Ketahui 5 Penyebabnya!

Next Post

Satoe Atjeh Kirim Tiga Pelatihnya Ikut Futsal Coaching Course Level 1 AFC

Next Post

Satoe Atjeh Kirim Tiga Pelatihnya Ikut Futsal Coaching Course Level 1 AFC

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kasdam Iskandar Muda Kunker ke Kodim 0107/Aceh Selatan, Tekankan Profesionalisme dan Peran Strategis Babinsa

Kasdam Iskandar Muda Kunker ke Kodim 0107/Aceh Selatan, Tekankan Profesionalisme dan Peran Strategis Babinsa

11/06/2026
Imigrasi Banda Aceh Deportasi Warga Negara Kanada

Imigrasi Banda Aceh Deportasi Warga Negara Kanada

11/06/2026
BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Langit Aceh Barat

BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Langit Aceh Barat

11/06/2026
Riyaldi Dinilai Tepat Pimpin KNPI Aceh Selatan, Dinilai Mampu Hadirkan Semangat Baru Organisasi Kepemudaan

Riyaldi Dinilai Tepat Pimpin KNPI Aceh Selatan, Dinilai Mampu Hadirkan Semangat Baru Organisasi Kepemudaan

11/06/2026
Empat Rumah di Permata Hangus ‘Dilalap’ Sijago Merah

Empat Rumah di Permata Hangus ‘Dilalap’ Sijago Merah

11/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

HUT ke-19 Pidie Jaya: Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Pengelolaan SDA Berkelanjutan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com