Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Cerbung

Wasiet (40)

Admin1 by Admin1
06/03/2020
in Cerbung
0

USAI subuh, Teungku Fiah memerintahkan Mustafa dan para anggota lainnya untuk berkemas-kemas. Mereka harus meninggalkan kamp tersebut agar tidak terlacak oleh tentara republik.

Menurut informasi yang diperoleh dari intelijen tentara nanggroe, tentara republic kini mengetahui bahwa penyerangan yang terjadi di Julok merupakan perbuatan pasukan Teungku Fiah.

Beberapa kompi pasukan republic diturunkan serta sedang menyisir sebahagian Julok serta Nicah Awe. Kabarnya, tentara republic bahkan menurunkan kendaraan berlapis baja untuk menangkar taktik perang pasukan Teungku Fiah.

Sedangkan Teungku Fiah memutuskan untuk mundur ke pedalaman Panton Labu. Ia sedang tak ingin terlibat perang terbuka dengan pasukan republic. Konon lagi mereka sedang berduka setelah meninggalnya Si Cah dan Si Lah.

“Untuk saat ini, kita mundur ke pedalaman dulu. Ada saatnya kita melawan dan ada saatnya kita mundur,” ujar Teungku Fiah.

Semua pasukan mengangguk setuju. Perjalanan pun kemudian dimulai. Mereka melintasi perkampungan hingga akhirnya tiba di pedalaman Panton Labu.

Mereka tiba di sana jelang magrib. Rapatnya pertahanan tentara republic membuat gerak pasukan Teungku Fiah lebih lamban.

Namun baru beberapa menit tiba, sebuah informasi tak sedap masuk melalui HT tentara nanggroe.

“Teungku semalam, rumah teungku disergap tentara republic,” ujar Lemha.

Informasi ini membuat Teungku Fiah terkejut. Demikian juga dengan anggota lainnya. Wajah Teungku Fiah pucat.

“Bagaimana dengan anak istriku?”tanyanya kembali. Namun Lemha terdiam tak berkata-kata.

“Bagaimana keadaan anak-anakku?” ujar Teungku Fiah lagi.

Lemha mematung. Sementara Mustafa yang berdiri di belakang Lemha juga tak berani berkata-kata.

“Kabarnya Raman diambil tentara republic,” ujar seorang anggota pasukan lainnya.

Mendengar hal ini, tubuh Teungku Fiah tiba tiba roboh ke tanah. Ia sadar dengan situasi yang sedang terjadi. Tak ada kesempatan untuk kembali hidup-hidup bagi tentara nanggroe yang tertangkap.

Wajah Teungku Fiah menitihkan air mata. Ia menyesal tak memenuhi harapan anaknya itu untuk bertemu dengan dirinya saat disampaikan Mustafa semalam.

Raman adalah anak lelaki tertuanya. Ia mengikuti langkahnya untuk bergabung dengan pasukan nanggroe. Sosok itu lebih banyak diabaikan oleh dirinya selama bergabung dengan pasukan nanggroe. Namun sikapnya ini tak membuat Raman berubah sikap serta mundur dari posisi tentara nanggroe.

Kini kabar duka tadi menyelimuti pasukan Teungku Fiah. Efek dari penyerangan di Julok, ternyata berimbas ke keluarga Teungku Fiah. Mereka menyesal telah bergerak di luar peunutoh komando.

“Bagaimana dengan kondisi anakku yang lain?” tanya Teungku Fiah tiba-tiba.

“Kabarnya mereka bertiga pindah ke kawasan pusat Simpang Ulim. Ke rumah saudara istri teungku,” kata Lemha.

“Saya sedang mencari informasi dimana Raman ditahan teungku. Seluruh pasukan Peureulak siap memberi perlawanan jika lokasi Raman ditahan dapat diketahui,” ujar Mustafa lagi.

Sementara Teungku Fiah terdiam lesu. Ia tahu bahwa kemungkinan tersebut sangat kecil. Selama ini, banyak tentara nanggroe yang tertangkap ‘dihabisi’ dalam perjalanan. Kecuali, mereka yang tertangkap mau buka suara dan akhirnya jadi cuak bagi tentara republic.

Namun bagi Teungku Fiah, Raman tak akan pernah masuk dalam katagori terakhir. Maka kemungkinan pertama diperkirakan bakal terjadi.

“Innalillahi,…”

[Bersambung]

 

 

 

 

 

Tags: wasiet
Previous Post

Raffi Ahmad ajak Yuni Shara Duet dengan Nagita Slavina

Next Post

Pemerintah Aceh akan Lakukan Pemerataan Guru

Next Post
Pemerintah Aceh akan Lakukan Pemerataan Guru

Pemerintah Aceh akan Lakukan Pemerataan Guru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pemulihan Irigasi Alue Seupeung Disambut Apresiasi Masyarakat

Pemulihan Irigasi Alue Seupeung Disambut Apresiasi Masyarakat

21/10/2026
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Guru SLB Alzahra Ikuti Pelatihan PM

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Guru SLB Alzahra Ikuti Pelatihan PM

21/10/2026
Ohku, Uang Baru Terserap 18 Persen, Fisik Sudah 61 Persen: Ada Apa dengan TKD Pidie Jaya?

Ohku, Uang Baru Terserap 18 Persen, Fisik Sudah 61 Persen: Ada Apa dengan TKD Pidie Jaya?

21/10/2026
Waka Polres Pidie Ajak Warga Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Waka Polres Pidie Ajak Warga Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

21/10/2026
Kampung Kuteni Reje Aceh Tengah Jadi Percontohan Desa Antikorupsi Provinsi Aceh

Kampung Kuteni Reje Aceh Tengah Jadi Percontohan Desa Antikorupsi Provinsi Aceh

21/10/2026

Terpopuler

Dishub Aceh dan BMKG Perkuat Koordinasi Informasi Cuaca untuk Keselamatan Transportasi

Dishub Aceh dan BMKG Perkuat Koordinasi Informasi Cuaca untuk Keselamatan Transportasi

21/10/2026

Maulid Nabi DPW Partai Aceh Pidie Jaya, Ratusan Warga Larut dalam Zikir dan Silaturahmi Berujung Senyum Anak Yatim

1,04 Kg Sabu dan 15 Perkara Inkracht: Potret Keras Peredaran Narkotika di Pidie Jaya

Hujan Deras, Gayo Lues Diterjang Longsor Susulan di Desa Ketukah

Bos Nawi/Rizalsyah Melaju ke Semifinal Turnamen Bulutangkis PB2M

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com