Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Cerbung

Wasiet (42)

Admin1 by Admin1
08/03/2020
in Cerbung
0

SAAT keadaan dirasakan aman, wanita paruh baya tadi dan dua anaknya keluar dari lokasi persembunyian. Kedua anaknya itu terlihat ketakutan.

Ini bukan kali pertama mereka digedor serta diincar oleh pria berbaju loreng. Sepekan lalu, rumah mereka di Nicah Awe juga digeledah oleh tentara republic. Para tentara mencari suaminya yang terlibat dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Suaminya, salah satu pimpinan pasukan gerilya di Simpang Ulim. Namanya Hanafiah, tapi akrab disapa Teungku Fiah.

Saat itu, anaknya yang tertua turut diambil paksa. Nasib anaknya itu kini tak ada kejelasan. Ia hanya berharap anaknya itu masih hidup. Walaupun harapan tersebut sangat tipis.

Sedangkan anaknya yang kedua menderita luka yang cukup serius. Ia menerima beberapa tendangan di dada dan ulu hati saat hendak memisahkan abangnya dari penangkapan paksa.

Meski peristiwa tersebut sudah berlalu sepekan, tetapi kilas balik kejadian masih membekas di ingatan. Hal ini pula yang membuat mereka harus pindah dari satu kampung ke kampung lainnya.

Hatinya kini terasa beku. Air matanya tumpah saat mengingat nasib dirinya dan dua anaknya yang kini terluntang-luntang.

Ia mencoba bertahan demi dua anaknya ini. Ia juga tak menyalahkan pilihan hidup yang kini dijalani oleh suaminya. Saat ia menerima pinangan dari Teungku Fiah sekitar 21 tahun lalu, ia telah siap untuk keadaan seperti sekarang.

Namun saat kejadian yang dikhawatirkannya terjadi, benteng kokoh yang dibangun dalam hatinya selama bertahun-tahun, tetap runtuh. Ia tak tahan melihat anak-anaknya tersiksa karena pilihan hidup yang ditempuh oleh sang suami.

Namun di sisi lain, ia juga tak bisa menyalahkan suaminya. Saat konflik seperti sekarang, banyak keluarga yang tercerai berai. Banyak istri yang menjadi janda dan anak yatim piatu.

Orang-orang tak bersalah meninggal dunia di jalanan hanya karena salah sasaran. Salah tembak atau salah culik. Mayatnya kemudian dibuang tanpa anggota tubuh yang lengkap.

“Maaf Buk Sakdiah. Kami tak menyangka jika keberadaan ibuk disini bocor,” ujar seorang wanita tua tiba-tiba.

Wanita itu lebih tua darinya. Sosok itu muncul hanya beberapa menit saat ia dan kedua anaknya keluar dari lokasi persembunyian.

“Ia Nek Minah. Kami mendengar sendiri tadi dari balik dinding,” ujar Sakdiah. Sedangkan Nek Minah menatapnya dengan wajah iba. Nek Minah-lah yang menampung keluarganya dari kemarin.

Mereka berempat kemudian terdiam beberapa menit.

“Mak, mereka yang menculik abang. Kita cari mereka Mak, mungkin abang ada di sana,” ujar anaknya yang terkecil.

Sakdiah hanya terdiam. Sementara Nek Minah kembali menitihkan air mata.

Tak mendapat respon dari ibunya, si anak terkecil balik badan menghadang abang yang memeluknya dari tadi.

“Bang Budi, ayah kok gak pulang-pulang? Apa ayah juga dibawa oleh mereka?” tanya si kecil lagi dengan polos.

Remaja yang dipanggil Budi itu juga tak menjawab. Ia tertunduk lesu mendengar pertanyaan adiknya yang masih kecil. Si Kecil sepertinya tak sadar dengan kondisi yang sedang terjadi. Ia masih terlalu kecil untuk memahami bara konflik yang sedang menyelimuti daerah mereka.

“Ayah kita akan pulang, Nu. Ia akan datang untuk menjemput kita,” ujar Budi kemudian.

Si Kecil kemudian tersenyum. Ia senang saat mengetahui ayahnya baik-baik saja.

“Bilang sama ayah untuk datang segera ya! Aku mau sekolah lagi. Nanti dimarahi guru kalau lama tak sekolah,” ujarnya kemudian.

[Bersambung]

Tags: wasiet
Previous Post

Ini Jejak Wabah yang Pernah Menghampiri Makkah

Next Post

Lathifa Sahara Raih Nilai Tertinggi Sementara SKD CPNS Kemenag Aceh

Next Post
Ini Formasi CPNS Aceh 2019, Berminat?

Lathifa Sahara Raih Nilai Tertinggi Sementara SKD CPNS Kemenag Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Hujan Deras Sebabkan Banjir dan Longsor di Sejumlah Wilayah Gayo Lues

Hujan Deras Sebabkan Banjir dan Longsor di Sejumlah Wilayah Gayo Lues

30/06/2026
Dosen Psikologi Unimal Fasilitasi Support Group bagi Korban Kekerasan di Aceh Utara

Dosen Psikologi Unimal Fasilitasi Support Group bagi Korban Kekerasan di Aceh Utara

30/06/2026
Ruhama Tanjong Terima Kunjungan Tim Asesor Badan Akreditasi Dayah Aceh

Ruhama Tanjong Terima Kunjungan Tim Asesor Badan Akreditasi Dayah Aceh

30/06/2026
Di Balik Tambang Rp 200 Triliun Beutong Ateuh: Jejaring Buronan Cina, ‘Gubernur Bayangan’, dan Arogansi Penguasa

Di Balik Tambang Rp 200 Triliun Beutong Ateuh: Jejaring Buronan Cina, ‘Gubernur Bayangan’, dan Arogansi Penguasa

30/06/2026
Jerman Diguncang Penembakan Massal, 5 Orang Tewas

Jerman Diguncang Penembakan Massal, 5 Orang Tewas

30/06/2026

Terpopuler

Malangnya Nasib Asri, Bus Terbakar Habis Masih Bebani Ganti Rugi

Malangnya Nasib Asri, Bus Terbakar Habis Masih Bebani Ganti Rugi

29/06/2026

Dua Remaja di Abdya Dikabarkan Hanyut di Laut Ujong Manggeng

Wasiet (42)

Di Balik Tambang Rp 200 Triliun Beutong Ateuh: Jejaring Buronan Cina, ‘Gubernur Bayangan’, dan Arogansi Penguasa

Meurah Dua FC Melaju Ke Final Piala Kapolres Pijay, Usai Singkirkan Bandar Baru FC

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com