Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Saleuem

Aceh Ka (Rap) Pungo

redaksi by redaksi
17/03/2020
in Saleuem
0
PNS Aceh Ramai-ramai Berkantor di Warkop di Hari Pertama ‘Libur’ Antisipasi Corona

Sepertinya kita (Aceh-red) memang pungo. Gelar ini sebenarnya sudah lama dilabel oleh perwira perwira Belanda yang pernah bertempur di Aceh, ratusan tahun lalu. Namun banyak dari kita, terutama generasi muda Aceh yang hidup era 2000-an ke atas, tak terima dengan gelar tersebut.

Walaupun ada juga beberapa di antara kita yang justru bangga dengan istilah tadi. Alasannya, kita diakui oleh penjajah Belanda, dan tercatat dalam sejarah panjang milik mereka, meskipun dalam hal ‘pungo’ nya.

Dulu, orang Belanda menyebutnya dengan istilah Gekke Atjehsche, artinya kira-kira Orang Aceh Gila.

Istilah ini muncul karena Belanda tak bisa memprediksi sikap orang di Aceh. “Lembut, menyapa tapi begitu sedikit lengah, Belanda hilang kepala.”

Sejarah mencatat, banyak perwira Belanda yang kehilangan nyawa saat berada di pasar tradisional atau tertidur pulas. Hal ini pula yang mengakibatkan banyak tentara Belanda takut tidur selama bertugas di Aceh.

Mereka terpaksa mengembangkan tanaman kopi selama di Aceh. Kopi yang mengandung kafein bisa membuat tentara Belanda tetap terjaga di malam hari agar mereka tak kehilangan kepala tiba-tiba.

Meninggalkan jauh masa penjajahan, saat tsunami menerjang Aceh di akhir 2004 lalu, istilah Pungo juga sempat terdengar dari mulut para relawan yang datang untuk membantu daerah ini.

“Seminggu usai Tsunami. Orang Aceh terlihat kembali seperti biasa. Mereka kembali beraktivitas seperti biasa. Memadati warung kopi,” ujar seorang relawan dari Amerika saat itu kepada atjehwatch.com.

Menurutnya, kalau tidak salah namanya Stephen, beberapa daerah bencana yang pernah didatangi mereka, masyarakatnya mengalami trauma berat usai bencana. Butuh waktu lama untuk memulihkan psikologi korban untuk kembali seperti semula. Namun di Aceh, mereka justru menemukan hal yang berbeda.

Saat itu, saya beralasan kepada relawan tadi, bahwa orang Aceh adalah orang yang beriman, menyerahkan segala musibah atas kehendak yang mahakuasa. Keadaan ini menyebabkan jiwanya temtram dan mental tak terganggu.

Di awal 2020 ini, fenomena ‘pungo’ kembali terlihat di tengah tengah masyarakat Aceh. Virus Corona menjadi wabah yang menghantui seluruh negara di dunia. Korban berjatuhan seperti di China, Iran, Italia, termasuk Indonesia.

Sejumlah pejabat provinsi, termasuk Aceh, mengambil kebijakan untuk meliburkan sekolah guna memutuskan mata rantai siklus Corona. Warga diminta beraktivitas di rumah serta menghindari kerumunan massal.

Aktivitas kantor juga dilonggarkan. Tak ada absensi elektronik. Dari presiden hingga bupati meminta warga untuk beraktivitas di rumah. Namun apa yang terjadi di Aceh? Warung kopi tetap penuh. Para PNS justru memadati Warkop usai tugas perkantoran dilonggarkan demi antisipasi Corona.

Padahal, tujuan utama dilonggarkannya aktivitas tadi adalah untuk menghindari kerumunan massal. Bersentuhan tangan yang dapat mempercepat penyebaran virus melalui anggota tubuh.

Corona kini menjadi momok yang menakutkan. Korbannya terus bertambah tiap hari. Sejumlah fasilitas umum di Iran, Italia dan China kini sepi. Mereka taat setelah menderita dampak Corona.

Namun di Aceh, kelonggaran pemerintah, justru disambut sebagai bentuk liburan oleh para abdi negara. Kesempatan untuk mereka agar bebas ngopi di Warkop tanpa ditegur oleh Satpol PP. Tak hanya PNS, masyarakat biasa juga berprilaku sama. Tetap berprilaku sama dan santai di keramaian. Kita tak belajar dari negara yang menderita dampak Corona.

Inilah sikap pungo itu. Bermain dengan keadaan yang dikhawatirkan berdampak buruk bagi Aceh. Sikap yang mungkin akan disesali jika keadaan menjadi buruk dan korban mulai berjatuhan.

Semoga sikap ini bisa segera diatasi sebelum semuanya terlambat..

 

 

Tags: acehvirus corona
Previous Post

Wasiet (51)

Next Post

Satpol PP Akan Amankan Anak Sekolah dan PNS yang Berkumpul di Keramaian

Next Post

Satpol PP Akan Amankan Anak Sekolah dan PNS yang Berkumpul di Keramaian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Penjualan Kue di Lampisang Naik 20 Persen Saat Lebaran

Penjualan Kue di Lampisang Naik 20 Persen Saat Lebaran

24/03/2026
Negosiasi Trump dengan Iran Tak Melibatkan Mojtaba Khamenei

Rusia Pantau Situasi Terbaru Iran, Sebut Ada Pernyataan Kontradiktif

24/03/2026
Negosiasi Trump dengan Iran Tak Melibatkan Mojtaba Khamenei

Negosiasi Trump dengan Iran Tak Melibatkan Mojtaba Khamenei

24/03/2026
Kakanwil Kemenag Aceh Tekankan Konsistensi Nilai Ramadan Pasca-Idulfitri

Kakanwil Kemenag Aceh Tekankan Konsistensi Nilai Ramadan Pasca-Idulfitri

23/03/2026
Idul Fitri di Lokasi Bencana, Bupati Tamiang: Terimakasih Pak Presiden

Mendagri Ungkap 5 Desa di Aceh dan Sumut Hilang Total Tersapu Banjir

23/03/2026

Terpopuler

PNS Aceh Ramai-ramai Berkantor di Warkop di Hari Pertama ‘Libur’ Antisipasi Corona

Aceh Ka (Rap) Pungo

17/03/2020

Pernyataan Prabowo Soal Pemulihan 100 Persen Bikin Korban Banjir Aceh Geram

Saat ‘Bupati Panton’ Lupa Luas Aceh Utara

Jak Bak Jeurat; Cara Warga Aceh Bersilaturahmi dengan Kerabat yang Sudah Tiada

Isu Mosi Tak Percaya 67 Anggota DPRA Dinilai Operasi Politik Adu Domba, Soliditas di Bawah Zulfadhli Ditegaskan Tetap Kokoh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com