Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Begini Drama Perampokan di Aceh Timur Terungkap

Admin1 by Admin1
19/03/2020
in Lintas Timur
0
Begini Drama Perampokan di Aceh Timur Terungkap

Banda Aceh – KM (24) pemuda asal Aceh Timur, Aceh merekayasa perampokan dengan mengikat kedua tangannya. Dia nekat melakukan aksi itu karena mahar untuk nikah belum cukup.

“Dia akan nikah dalam bulan ini dengan perempuan berusia 22 tahun. Mahar pernikahan yaitu 13 mayam emas tapi baru diberikan saat tunangan pada Juni 2019 lalu sebesar dua mayam,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh Kombes Agus Sarjito saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (19/3/2020).

Mahar di Aceh menggunakan hitungan mayam. Satu mayam ukuran 3,3 gram emas dengan harga berkisar Rp 2,3 atau Rp 2,4 juta permayam.

Menurut Agus, ide rekayasa perampokan dengan kekerasan muncul dibenak KM saat berada di Masjid Alue Nireh, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur pada Selasa (17/3) dinihari. Dia membuat skenario tersebut agar keluarga mempelai istri merasa iba terhadap dirinya sehingga mengundurkan tanggal pernikahan.

“Jadi motifnya karena yang bersangkutan tidak memiliki uang untuk memberikan sisa mahar sebesar 11 mayam lagi untuk calon istrinya sedangkan waktu pernikahan akan dilaksanakan sebentar lagi. Sehingga dengan adanya kejadian tersebut dia berharap pihak keluarga mempelai wanita merasa iba dan mengatur ulang kembali waktu pernikahan,” ungkap Agus.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Aceh Timur AKP Dwi Arys Purwoko, mengatakan, dari awal pihaknya sudah mencurigai keterangan KM karena dia membuat pengakuan berbelit-belit. Polisi juga menemukan sejumlah kejanggalan lainnya.

“Setelah diperiksa lebih lanjut, KM pun mengaku jika keterangan sebelumnya yang menyatakan bahwa telah dirampas uang sebesar Rp 11 juta dan emas delapan mayam itu tidak ada, hanya rekayasa dia,” sebut Dwi.

Kepada polisi, KM juga membeberkan cara dia membuat skenario tersebut. KM mengaku turun ke pinggir Sungai Alue Nireh, Aceh Timur pada Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Dia sempat guling-guling di lumpur di sana.

Sekitar pukul 10.00 WIB, KM menemukan seutas tali lalu mengikat kedua tangannya. Baru sekitar jam 11.30 WIB, dia ditolong oleh masyarakat setempat. KM kemudian dibawa ke rumah sakit dengan menggunakan mobil bak terbuka oleh petugas kepolisian.

“Keterangan dokter waktu itu tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh KM,” sebut Dwi.

Sumber: detik.com

Tags: aceh timurperampokan
Previous Post

Cegah Corona, Aceh Larang Masuk Warga Negara Asing

Next Post

Kapaloe, Dolar AS Sudah Tembus Rp 15.880!

Next Post

Kapaloe, Dolar AS Sudah Tembus Rp 15.880!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

‘Matamuda’ di MAN 3 Aceh Besar Diminta Harus Aman Ramah dan Bebas Perundungan

‘Matamuda’ di MAN 3 Aceh Besar Diminta Harus Aman Ramah dan Bebas Perundungan

13/07/2026
Sinergi Mahasiswa KKN USK dan Pemerintah Gampong Wujudkan Program Berdampak bagi Masyarakat

Sinergi Mahasiswa KKN USK dan Pemerintah Gampong Wujudkan Program Berdampak bagi Masyarakat

13/07/2026
Banggar DPRK Bongkar Rapuhnya Keuangan Pidie Jaya: PAD Gagal, Utang 2024 Dibayar dengan APBK 2025

Banggar DPRK Bongkar Rapuhnya Keuangan Pidie Jaya: PAD Gagal, Utang 2024 Dibayar dengan APBK 2025

13/07/2026
Hari Pertama MPLS, Kacabdisdik Aceh Selatan Sambangi Beberapa Sekolah di Kluet Raya

Hari Pertama MPLS, Kacabdisdik Aceh Selatan Sambangi Beberapa Sekolah di Kluet Raya

13/07/2026
Ohku, Sawah Mati di Depan Kantor Bupati Jadi Ujian Nyata Pemulihan Pascabanjir Pidie Jaya

Ohku, Sawah Mati di Depan Kantor Bupati Jadi Ujian Nyata Pemulihan Pascabanjir Pidie Jaya

13/07/2026

Terpopuler

Bupati Pidie Jaya Minta Pendataan BSPS 2026 Tanpa Titipan, Akurasi Data Jadi Penentu Bantuan Bedah Rumah

Bupati Pidie Jaya Minta Pendataan BSPS 2026 Tanpa Titipan, Akurasi Data Jadi Penentu Bantuan Bedah Rumah

12/07/2026

‘Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah’ Harinya Anak Yatim Mengenang Sosok Ayah

Cut Intan Arifah Ditunjuk Pimpin Koperasi Aceh Meusaho Sejahtera

Pemerintah Aceh Beri Fleksibilitas Kerja ASN untuk Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

DEMA FSH UIN Ar-Raniry: Rakyat Aceh Belum Selesai Menghadapi Bencana, Mengapa Pemerintah Sibuk Menerbitkan Izin Tambang

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com