Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Cerbung

Wasiet (56)

Admin1 by Admin1
22/03/2020
in Cerbung
0
Wasiet (48)

TEUNGKU Fiah tertegur saat melihat rumahnya yang tinggal abu. Ia memang sudah mengetahui kondisi itu dari penghubung. Namun melihat kondisi tersebut dengan mata sendiri, tetap saja ia merasa sedih hati.

Dari kejauhan, Teungku Baka terlihat melambai. Lelaki itu hampir seumuran dengannya. Ia memberi isyarat bahwa anak dan istrinya ada di rumahnya. Teungku Fiah mengangguk.

Ia bergegas ke arah Teungku Imum Baka. Ia memeluk lelaki itu.

“Masuklah segera. Aku khawatir ada tentara yang melihatnya nanti,” ujar Teungku Baka. Teungku Baka menunjuk kamar kedua dari pintu.

“Anak dan istrimu ada disana. Beberapa hari ini, mereka selalu menangis mengenang Budi,” kata Teungku Baka lagi.

Saat Teungku Fiah membuka pintu, Sakdiah dan Ibnu terlihat saling berpelukan. Mereka tertidur pulas. Istrinya itu terlihat sangat kurus dibandingkan setahun lalu, terakhir ia bersua dengannya. Demikian juga Ibnu, anaknya terkecil, yang kini menjadi satu-satunya harapannya yang tersisa. Bocah itu terlihat seperti anak busung lapar dan kondisinya menyedihkan.

Teungku Fiah mencoba menyentuh rambut istrinya itu. Namun geraknya justru membangunkan sang istri.

Wanita itu bangun dan menatapnya dengan wajah penuh kebingungan. Ia seolah tak percaya jika yang sedang menunduk di depannya itu adalah suaminya.

Air mata Sakdiah tumpah tiba-tiba. Tapi tangisannya itu tanpa suara. Ia memukul dada Teungku Fiah berkali-kali. Teungku Fiah sendiri membiarkan istrinya itu menumpahkan kekesalannya yang disimpannya selama ini.

Pukulan Sakdiah makin lama makin pelan. Tangannya justru balik memeluk Teungku Fiah dengan erat.

“Raman, anak kita…,” ujarnya tiba-tiba sambil terisak.

“Budi juga telah tiada,…dia..,” katanya lagi.

Air mata Teungku Fiah tumpah saat mendengar dua kalimat tadi. Ia tak kuasa menahan haru dan sedih. Ia benar-benar merasa bersalah. Ia kini tahu jika istrinya begitu tertekan dengan kejadian beruntun yang menimpa anak-anaknya selama ini.

“Iya tahu. Aku tahu semua. Aku minta maaf,” ujar Teungku Fiah sambil memeluk istrinya tersebut.

“Makam Budi ada di depan masjid. Ia dimakamkan di sana,” kata Sakdiah.

Teungku Fiah memandang wajah Sakdiah yang masih berlinang air mata. Ia kemudian menegakkan kepala istrinya itu.

“Kau harus kuat. Budi tak mungkin kembali. Biarkan dia tenang di alam sana,” kata Teungku Fiah sambil menyekat air mata Sakdiah.

Keduanya kemudian terdiam.

“Raman juga kemungkinan sudah tiada. Semua penghubung yang aku minta bantu cari keberadaannya, belum memberi informasi. Kau harus kuat,” kata Teungku Fiah lagi sambil memeluk Sakdiah erat-erat.

Suasana haru berlangsung hingga beberapa menit.

“Ibnu tak berbicara sejak musibah yang menimpa Budi. Ia benar-benar shock,” ujar Sakdiah lagi. Penjelasan Sakdiah ini membuat Teungku Fiah berwajah muram. Ia sudah menduga hal itu pasti terjadi.

“Ia sering menangis saat bangun. Ia tak mau keluar kamar dan bermain seperti anak lain.”

Teungku Fiah terdiam. Dia sebenarnya ingin memeluk anaknya yang masih kecil itu. Namun Ibnu justru sedang tertidur. Ia justru tak ingin membuat anaknya itu terjaga dan kemudian menangis.

Ada banyak luka yang dirasakan anaknya itu. Teungku Fiah khawatir jika jiwanya terguncang berat.

“Kini anak kita satu satunya adalah Ibnu. Aku tak mau ia menuai ajal seperti dua abangnya. Aku ingin membawa kalian ke tempat yang aman. Malam ini kita berangkat,” ujar Teungku Fiah kemudian.

Sakdiah terdiam. Ia kemudian mengangguk.

“Bawalah kami bersamamu kemanapun kau pergi. Jangan tinggalkan kami lagi,” ujar Sakdiah kemudian.

[Bersambung]

Tags: wasiet
Previous Post

Bantu Indonesia Basmi Corona, Jack Ma Kirim Perlengkapan Medis

Next Post

Dek Gam Minta Kapolda Usut Tuntas Kasus Granat di Rumah Kepala ULP Aceh

Next Post
Dek Gam Minta Kapolda Usut Tuntas Kasus Granat di Rumah Kepala ULP Aceh

Dek Gam Minta Kapolda Usut Tuntas Kasus Granat di Rumah Kepala ULP Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lagi, Staf Ahli dan Pejabat Lainnya di Abdya Ikuti Program “Satu Pejabat Satu Anak Yatim”

Lagi, Staf Ahli dan Pejabat Lainnya di Abdya Ikuti Program “Satu Pejabat Satu Anak Yatim”

06/09/2026
IKAT Gelar Mubes V, Usung Agenda Penguatan Syiar Dakwah dan Kemandirian Kelembagaan

IKAT Gelar Mubes V, Usung Agenda Penguatan Syiar Dakwah dan Kemandirian Kelembagaan

06/09/2026
Jelang Kedatangan Utusan AS, Putin Perintahkan Setop Serang Kyiv

Jelang Kedatangan Utusan AS, Putin Perintahkan Setop Serang Kyiv

06/09/2026
Jepang-Rusia Makin Panas Gara-gara Patung Perang Kontroversial

Jepang-Rusia Makin Panas Gara-gara Patung Perang Kontroversial

06/09/2026
Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

05/09/2026

Terpopuler

Wasiet (48)

Wasiet (56)

22/03/2020

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

Pelatihan Kader Penggerak Nanggroe Japakeh 2026 Dibuka

Sekda, Para Kadis hingga Camat mulai Ramai jadi Orang Tua Asuh Anak Yatim di Abdya

3.069 Huntap Pidie Jaya, Baru 110 Ditender: Korban Bencana Kembali Menunggu

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com