Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Cerbung

Wasiet (60)

Admin1 by Admin1
26/03/2020
in Cerbung
0
Wasiet (48)

Ketiga tentara muda itu saling pandang.

“Ya sudah kalau begitu. Kau jalan. Hati hati di jalan. Kalau ketemu dengan orang GAM, kasih tahu kami,” ujar salah seorang di antara mereka.

Jantung Irwan yang awalnya berdetak cepat, tiba-tiba berubah plong. Irwan benar-benar tak menduga jika pemeriksaan terhadap dirinya berlangsung cepat. Terlebih lagi, para tentara juga tak memeriksa isi mobil.

Irwan buru-buru mengangguk. Ia bergegas ke posisi sopir dan segera melaju dengan kecepatan sedang. Irwan tak ingin ketiga tentara tadi berubah pikiran dan memeriksa isi mobilnya lebih lama.

Sedangkan Teungku Fiah dan Mustafa tak berbicara sedikit pun. Demikian juga Sakdiah dan gadis muda di sampingnya. Keduanya sempat berkeringat dingin ketika melihat ujung senjata milik tentara tadi.

Sedangkan bocah dalam pelukan Sakdiah masih terlelap nyenyak.

Mobil L300 itu kemudian melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan kerumunan mobil yang masih menjalani pemeriksaan. Para tentara terlihat sepanjang 100 meter dari lokasi razia.

Irwan membunyikan klakson saat melewati para tentara sebagai tanda sudah melewati pemeriksaan.

Setelah melewati hampir tiga kilometer, Irwan baru menarik nafas panjang. Demikian juga dengan para penumpangnya.

“Hampir saja teungku. Terimakasih banyak tuhan,” ujarnya tanpa menoleh ke arah belakang.

“Benar benar ada dibaca doa peurabon teungku?” tanya Irwan lagi sambil tersenyum.

Teungku Fiah tak menjawab. Sementara Mustafa cuma tersenyum. Entah doa siapa di antara mereka yang dikabulkan oleh Allah Swt.

“Kita jangan sombong dulu. Perjalanan masih jauh. Semoga Allah Swt melindungi kita hingga tiba ke tujuan,” ujar Teungku Fiah.

Irwan mengangguk. Ia mengerti dengan ucapan Teungku Fiah. Terlalu cepat baginya untuk senang sementara perjalanan masih jauh. Bisa jadi, di depan mereka nanti, ada razia tentara atau raider yang lebih ramai.

Irwan hanya kagum dengan kekuasaan tuhan yang ditunjukan kepada dirinya tadi. Kali ini, ia semakin yakin bahwa pertolongan tuhan itu nyata. Sesaat tadi, Irwan hampir putus asa dan ketakutan.

Memasuki Krueng Mane, jalanan kembali terlihat ramai. Bahkan hingga mereka menyeberang ke Bireuen. Suasana lalu lintas terlihat normal. Padahal biasanya, di kawasan Krueng Mane- Geurungok, sering terjadi razia dadakan. Namun malam ini ternyata tidak ada.

Dalam sekejap mereka akhirnya tiba di Matangkuli. Mobil kemudian belok ke kiri menuju salah satu dayah moderen. Pimpinan pesantren ini adalah salah seorang guru dayah yang aktif membantu tentara nanggroe selama ini. Banyak santri di dayah itu merupakan anak pejuang GAM.

“Kita tiba teungku,” ujar Irwan.

Mobilnya berhenti di depan gerbang dayah. Ada tulisan di sana, namun karena gelap tidak terlihat dengan jelas.

“Teungku-teungku tunggu di sini saja dulu. Saya jumpa penghubung di sini dulu. Nanti setelah kami balik, baru teungku teungku turun,” ujar Irwan.

Mustafa dan Teungku Fiah mengangguk setuju. Irwan turun dan kemudian memasuki komplek dayah tadi. Sekitar 10 menit kemudian, seorang pria seusia Teungku Fiah terlihat bersama Irwan.

Pria itu tersenyum ke arah Teungku Fiah.

“Seulamat teuka saudara lon. Satu kehormatan bertemu dengan teungku dan keluarga,” ujarnya sambil memeluk Teungku Fiah.

Pria tadi kemudian meminta para santri untuk membantu membawakan barang milik keluarga Teungku Fiah dan Mustafa.

“Teungku-teungku ikut dengan para santri ini saja. Kedua kamar sudah disiapkan. Kalau sudah selesai beres-beres, nanti saya tunggu di rumah. Makan malam sudah disediakan,” kata pria tadi lagi.

[Bersambung]

 

 

Tags: wasiet
Previous Post

Jumlah Kematian Akibat Covid-19 di Spanyol Salip China

Next Post

DPR Aceh Bakal Bentuk Tiga Pansus Usut Dugaan Penyimpangan

Next Post

DPR Aceh Bakal Bentuk Tiga Pansus Usut Dugaan Penyimpangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lagi, Staf Ahli dan Pejabat Lainnya di Abdya Ikuti Program “Satu Pejabat Satu Anak Yatim”

Lagi, Staf Ahli dan Pejabat Lainnya di Abdya Ikuti Program “Satu Pejabat Satu Anak Yatim”

06/09/2026
IKAT Gelar Mubes V, Usung Agenda Penguatan Syiar Dakwah dan Kemandirian Kelembagaan

IKAT Gelar Mubes V, Usung Agenda Penguatan Syiar Dakwah dan Kemandirian Kelembagaan

06/09/2026
Jelang Kedatangan Utusan AS, Putin Perintahkan Setop Serang Kyiv

Jelang Kedatangan Utusan AS, Putin Perintahkan Setop Serang Kyiv

06/09/2026
Jepang-Rusia Makin Panas Gara-gara Patung Perang Kontroversial

Jepang-Rusia Makin Panas Gara-gara Patung Perang Kontroversial

06/09/2026
Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

05/09/2026

Terpopuler

Wasiet (48)

Wasiet (60)

26/03/2020

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

Pelatihan Kader Penggerak Nanggroe Japakeh 2026 Dibuka

Sekda, Para Kadis hingga Camat mulai Ramai jadi Orang Tua Asuh Anak Yatim di Abdya

3.069 Huntap Pidie Jaya, Baru 110 Ditender: Korban Bencana Kembali Menunggu

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com