Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Mahasiswa Aceh di Tiongkok Desak Pemerintah Aceh Serius Atasi Covid-19

Atjeh Watch by Atjeh Watch
28/03/2020
in Nanggroe
0
Mahasiswa Aceh di Tiongkok Desak Pemerintah Aceh Serius Atasi Covid-19

Mahasiswa Aceh di Wuhan

Banda Aceh – Persatuan mahasiswa Aceh di Tiongkok (Cakradonya Community) mendesak pemerintah Aceh untuk lebih serius dalam mengatasi virus corona Covid-19 melalui surat pernyataan sikap, Sabtu (28/03/2020).

Dewan Pembina Cakradonya Reza Fahlevi mengatakan, Cakradonya sangat menyayangkan kondisi prosedur penanganan kasus Covid-19 di Aceh. Oleh karena itu, Cakradonya ingin menyampaikan masukan bagi pemerintah dan masyarakat Aceh.

“Pemerintah Aceh bisa meniru kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah Provinsi Hubei, Tiongkok dalam memutus mata rantai penularan virus corona. Salah satunya dengan segera menutup bandar udara yang menjadi celah penyebaran Covid-19,” ujarnya.

“Kemudian pemerintah perlu menyediakan pemeriksaan infeksi covid-19 secara gratis bagi seluruh elemen masyarakat, serta menjamin ketersediaan alat pelindung diri (APD) sesuai standar bagi tenaga kesehatan,” timpal Reza Fahlevi.

Ia menjelaskan, sebagaimana diketahui, masih ada tenaga kesehatan yang terpaksa mengenakan jas hujan dan APD darurat yang dibuat sendiri. Kemudian pemerintah Aceh bersama Forkopimda harus mengawasi stabilitas harga bahan pokok dan alat medis secara rutin dan menindak tegas secara hukum terhadap oknum penimbun barang. Saat ini masker dan hand sanitizer sulit ditemukan di pasaran dan harganya sudah melambung tinggi.

“Ada oknum yang secara terang-terangan menjual kedua barang itu dengan harga mahal di media sosial yang bisa ditindak oleh aparatur hukum,” tegas Reza.

Sementara itu, Ketua Cakradonya, Teuku Agusti Ramadhan menambahkan, sebaiknya juga disediakan wastafel portabledan bilik disinfektan di pusat-pusat keramaian yang ada di setiap kabupaten/kota untuk membendung laju virus corona.

“Sebenarnya, Indonesia, khususnya Aceh bisa belajar dari pengalaman pemerintah Tiongkok dalam menghadapi wabah Covid-19,” ungkapnya.

Menurutnya, di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pemerintah langsung melakukan lockdown secara total provinsinya untuk menahan laju penularan virus. Pemerintah Aceh bisa mempertimbangkan opsi ini, setidaknya memberlakukanpartial lockdownuntuk seluruh Aceh. Lockdown yang diterapkan oleh pemerintah Hubei yakni dengan menutup semua akses transportasi massal dari, ke, dan di dalam Provinsi Hubei baik transportasi darat, sungai, dan udara. Semua perbatasan kota ditutup dan dijaga ketat oleh aparat.

“Selanjutnya, taksi mulai dihentikan dan kendaraan pribadi juga dilarang melintas di jalanan, kecuali kurir delivery orderseperti gofood atau grabfood kalau di Indonesia,” sebutnya.

Terakhir, lanjut Agus, pemerintah benar-benar melarang mobilitas masyarakatnya dengan tegas. Apabila melanggar akan didenda sebesar 3 ribu yuan lebih, atau sekitar 6-7 juta rupiah. Masyarakat Wuhan waktu itu hanya diperbolehkan untuk berbelanja melalui bantuan volunteeryang telah disediakan. Sedangkan, kebutuhan sayur mayur serta bahan makanan disuplai oleh pemerintah melalui relawan yang ada. Warga Wuhan juga diwajibkan untuk mengenakan masker dan bisa memesannya secara online dan gratis. Mereka cukup membayar ongkos kirim saja.

“Di samping itu, kesadaran warga Wuhan untuk mengisolasi diri di rumah patut diacungi jempol dan mereka juga benar-benar menjaga jarak ketika berpas-pasan dengan orang lain,” paparnya.

Menurut Agus, semua pihak harus saling bekerja sama termasuk masyarakat Aceh untuk mengatasi penyebaran virus corona. Masyarakat bisa mengurangi pergerakan virus corona jika berdiam diri di rumah masing-masing. Cakradonya juga siap membantu pemerintah Aceh dalam penanganan wabah ini sesuai dengan kapasitas yang dimiliki. Masyarakat juga disarankan agar lebih mengutamakan bertransaksi dengan e-money seperti gopay, ovo, dan lain semacamnya supaya lebih terlindungi dari penularan Covid-19 melalui uang kertas dan logam.

Sebagaimana diketahui, terdapat 63 mahasiswa Aceh yang masih aktif menempuh studi di Tiongkok dan tersebar di berbagai kota.[]

Tags: CakradonyaCovid-19Mahasiswa Aceh Tiongkok
Previous Post

RS Muhammad Ali Kasim Ditunjuk Jadi Rumah Sakit Rujukan Pasien Covid-19

Next Post

Cristiano Ronaldo Keluarkan Rp169 Miliar untuk Beli Mobil Edisi Terbatas

Next Post

Cristiano Ronaldo Keluarkan Rp169 Miliar untuk Beli Mobil Edisi Terbatas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Miliki 13 Mahasiswa Disabilitas, ULD UIN Ar-Raniry Perkuat Layanan Akademik

Miliki 13 Mahasiswa Disabilitas, ULD UIN Ar-Raniry Perkuat Layanan Akademik

15/05/2026
Plt Direktur PDAM Tirta Mountala Bersama Banleg DPRK Tinjau Lokasi Pembangunan WTP Seulimuem

Plt Direktur PDAM Tirta Mountala Bersama Banleg DPRK Tinjau Lokasi Pembangunan WTP Seulimuem

15/05/2026
Bupati Aceh Barat Berkantor Sehari di Gampong Peulanteu

Bupati Aceh Barat Berkantor Sehari di Gampong Peulanteu

15/05/2026
Air Zamzam Jamaah Calon Haji Aceh Tiba di Asrama Haji

Air Zamzam Jamaah Calon Haji Aceh Tiba di Asrama Haji

15/05/2026
Ketua Dekranasda Aceh Selatan Kunjungi Showroom dan Sentra IKM Dekranasda Aceh Besar

Ketua Dekranasda Aceh Selatan Kunjungi Showroom dan Sentra IKM Dekranasda Aceh Besar

15/05/2026

Terpopuler

Penolakan Pergub JKA Kian Gencar, Mualem Berangkat Haji ke Tanah Suci

Penolakan Pergub JKA Kian Gencar, Mualem Berangkat Haji ke Tanah Suci

14/05/2026

Koreografer Khairul Anwar Nilai Kualitas FLS3N Tari di Aceh Menurun

Senator Azhari Cage Minta Pergub JKA di Aceh Dikaji Ulang

Zul Kande Soroti Pungutan Biaya FLS3N Aceh, Minta Dinas Pendidikan Jaga Prestasi Siswa

Pemuda Muhammadiyah Abdya Desak Semua Komite Sekolah Dievaluasi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com