Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Cerbung

Wasiet (68)

Admin1 by Admin1
03/04/2020
in Cerbung
0
Wasiet (65)

 

+++

DUA bulan usai wisuda, Ibnu dan Ahmadi mulai menempati kos baru di kawasan Krueng Cut Aceh Besar.

Ibnu menggunakan waktu di pagi hari untuk mengajar di salah satu sekolah swasta di Banda Aceh. Siangnya ia membantu Bang Ilham di bengkel-nya. Sementara malam harinya, ia jualan burger di Warkop Pinggir Kali.

Ibnu mulai menyusun program untuk melanjutkan pendidikan Magister ke Australia. Untuk mencapai target tersebut, ia mulai menabung sedikit demi sedikit.

Ibnu pernah beberapa kali mencoba mengajukan beasiswa ke Pemerintah Aceh. Namun perjuangannya selalu kandas di tengah jalan. Alasannya berbagai macam, mulai dari persyaratan yang ribet hingga waktu pendaftaran yang teramat singkat. Ia sempat putus asa dan akhirnya memilih untuk berangkat dengan jerih payah sendiri. Untuk itu, ia harus menyisihkan uang hasil kerjanya setiap hari.

“Aku yakin pasti bisa,” ujarnya optimis kepada Ahmadi.

Ahmadi sendiri mulai focus menyelesaikan skipsi miliknya. Demikian juga dengan Riska yang menargetkan selesai tahun depan.

Riska mulai rutin mengunjungi Ibnu saat bekerja di Warkop Pinggir Kali. Wanita itu bahkan disediakan tempat yang dekat dengan rak burger milik Ibnu.

Semua pelayan di Warkop tersebut sadar bahwa keduanya memiliki hati yang sama. Inilah yang kemudian dijadikan candaan para pekerja di sana saat mereka istirahat atau melihat Riska datang untuk menemui Ibnu.

“Nu, calon istrimu datang tue.”

“Nu, kau pakai pelet apa hingga bisa menguna-gunai wanita secantik itu.”

Ibnu sendiri menanggapi candaan rekan-rekannya di tempat kerja itu dengan senyuman. Ia sadar bahwa Riska memiliki semua yang diinginkan oleh seorang pria pada wanita. Namun Ibnu juga tak ingin mengikat Riska dengan kalimat cinta.

Ibnu tak ingin berpacaran. Ia hanya ingin melamar gadis itu ketika kelak ia sudah menyelesaikan Magister seperti harapan terakhir orang tuanya. Hal ini juga telah diungkapkannya sebulan lalu saat Riska bertandang ke Pinggir Kali.

Itu mungkin hari bersejarah baginya dan juga Riska. Malam itu, suasana sepi dan hujan baru saja membasahi bumi Kutaradja.

“Riska, aku ingin berterus terang padamu. Jujur, aku memiliki hati padamu. Karena kau berbeda dengan kebanyakan gadis yang aku temui,” ujar Ibnu tiba-tiba.

Riska hanya terdiam. Mungkin itu adalah kata-kata yang dinantikannya selama beberapa tahun terakhir.

“Terus,” kata Riska.

Ibnu gemetar. Ia mengumpulkan kekuatan untuk bisa berbicara terus terang.

“Tapi aku tak ingin mengikatmu dengan alasan cinta. Aku akan melanjutkan program Magister. Kalau bisa ke luar negeri. Usai semua itu, baru aku akan datang ke orangtuamu untuk melamar,” ujar Ibnu.

Riska tersiput malu mendengar kalimat Ibnu.

“Namun jika kau tak sanggup menunggu, aku memberi kebebasan padamu untuk menikah dengan pria lain. Kau juga memiliki hak untuk menentukan jodohmu sendiri jika bertemu dengan yang lebih baik,” kata Ibnu lagi.

Riska sempat terdiam dengan kalimat yang disampaikan oleh Ibnu. Ia telah mengenal lelaki itu selama bertahun-tahun. Dan ia tak keberatan untuk menunggu. Toh, ia masih sangat muda.

“Baiklah sepakat. Biar waktu yang menjawab kebenaran dari kata-katamu dan tekatku untuk menunggu,” kata Riska.

“Kujadikan Bang Ibnu sebagai motivasi untuk lebih baik. Aku juga akan berangkat ke luar negeri. Biarkan cintaku tetap bersemi dan takdir tuhan untuk kita berdua,” ujarnya sambil tersenyum.

[Bersambung]

Tags: wasiet
Previous Post

Falevi: Jam Malam Hanya Menyusahkan Rakyat Saja

Next Post

Cegah Covid-19, SAR Ditpolairud Polda Aceh Semprot Disinfektan di SMA Negeri 15 Adidarma

Next Post
Cegah Covid-19, SAR Ditpolairud Polda Aceh Semprot Disinfektan di SMA Negeri 15 Adidarma

Cegah Covid-19, SAR Ditpolairud Polda Aceh Semprot Disinfektan di SMA Negeri 15 Adidarma

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

PPUU DPD RI dan PEMA Gelar FGD di Aceh

PPUU DPD RI dan PEMA Gelar FGD di Aceh

06/10/2026
Puluhan Pengendara Terjaring Razia Satlantas Polres Abdya di Jalan Blangpidie – Tapaktuan

Puluhan Pengendara Terjaring Razia Satlantas Polres Abdya di Jalan Blangpidie – Tapaktuan

06/10/2026
Santri Al Zahrah Raih Juara Resensi Buku di Festival Literasi Bireuen 2026

Santri Al Zahrah Raih Juara Resensi Buku di Festival Literasi Bireuen 2026

06/10/2026
Kapolres Ade Gita Rachmadi Pimpin Sertijab, Kompol Dr. Marzuki Resmi Jabat Kabag Ops Polres Abdya

Kapolres Ade Gita Rachmadi Pimpin Sertijab, Kompol Dr. Marzuki Resmi Jabat Kabag Ops Polres Abdya

06/10/2026
Didong Jalu di Banda Aceh! Kebinet vs Sriwijaya Siap Adu Syair Malam Minggu ini

Dek Fadh akan Buka Didong Jalu: Kebinet dan Sriwijaya Siap Adu Syair Soal Bencana

06/10/2026

Terpopuler

Wasiet (65)

Wasiet (68)

03/04/2020

Pemkab Abdya Peringati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 H di Masjid Agung Baitul Ghafur

Warga Pertanyakan Jadwal Kontrol Dua Minggu, RSUD Pidie Jaya: Disesuaikan Kondisi Pasien

Didong Jalu di Banda Aceh! Kebinet vs Sriwijaya Siap Adu Syair Malam Minggu ini

Persada Abdya Juara Zona Sumatra Putaran Nasional Piala Soeratin U-17, Melaju ke 8 Besar di IKN

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com