Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Di Tengah Corona, Sawit Topang Perekonomian Subulussalam

Atjeh Watch by Atjeh Watch
29/04/2020
in Ekonomi, Lintas Barat Selatan
0

Subulussalam – Denyut perekonomian di sejumlah daerah di belahan Nusantara kian terasa melemah akibat wabah virus corona atau Covid-19 yang serempak meluas menjadi bencana global.

Sehingga dampaknya pun menyasar pada pelambatan pusar perekonomian di tanah air, terutama pada sektor perdagangan dan jasa bahkan hingga berdampak pada sektor perkebunan.

Pandemi yang sudah berlangsung hampir dua bulan melanda Indonesia, tepatnya sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang terkonfirmasi positif corona virus disease 2019 (covid-19) pada 2 Maret 2020 lalu.

Pantauan Atjehwatch, menilik pada laju perekonomian di wilayah Kota Subulussalam dampaknya cukup terbilang signifikan. Menurunnya daya beli masyarakat akhir-akhir ini murni disebabkan oleh dampak dari pandemi wabah virus corona.

Pelaksanaan kegiatan proyek pembangunan yang semestinya sudah terjadwal untuk dikerjakan namun akibat virus tersebut sehingga tidak bisa terakselerasikan tepat waktu karena terjadinya pergeseran mata anggaran daerah yang peruntukannya diubah untuk penanganan covid-19 oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pencegahan Covid-19 di daerah.

Namun, untungnya masih ada performa usaha sawit yang masih bergerak relatif normal yang menopang stabilitas perekonomian di Subulussalam meski akhir-akhir ini harga tandan buah segar (TBS) mengalami penurunan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Subulussalam, Abdi Gunawan menyatakan, secara umum laju pertumbuhan melambat akibat menurunnya aktivitas sektor perdagangan, perhotelan dan transportasi.

“Untuk data laju perekonomian di Subulussalam semenjak adanya wabah covid-19 belum bisa dirilis karena data-data belum terkumpul semuanya. Tapi secara umum laju pertumbuhan melambat akibat menurunnya aktifitas sektor perdagangan, perhotelan dan transportasi,” katanya.

Untuk skop wilayah Subulussalam, geliat sawit masih bisa diandalkan jika permintaan tidak berubah dan produksi minyak sawit juga tidak mengalami perubahan. Minyak sawit yang diolah di Subulussalam akan dipasarkan di Medan, jika permintaan minyak tidak berubah maka sektor sawit masih bisa diandalkan.

Ia menjelaskan bahwa anjloknya sawit sangat berpengaruh terhadap perekonomian di Subulussalam karena berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2019, sektor pertanian dengan komoditi utama perkebunan sawit merupakan sektor utama terbesar perekonomian di Subulussalam dengan share sebesar 21 persen diikuti dengan sektor perdagangan sebesar 19 persen.

Sementara, Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kota Subulussalam, Subangun Berutu menyebutkan bahwa harga TBS sawit terus mengalami penurunan, terutama dalam sepekan ini mengalami penekanan dari 20-40 rupiah.

Subangun menyebutkan bahwa pemicu tidak stabilnya harga TBS sawit disebabkan oleh lesunya pasar ekspor selama wabah virus corona.

“Harga CPO (Crude Palm Oil) memang turun, dan secara global pasar ekspor lesu, di tengah pandemi covid-19 ini,” ucap Subangun.

Subangun mengungkapkan bahwa sawit merupakan komoditi andalan di Subulussalam yang banyak mempengaruhi sendi-sendi perekonomian masyarakat. Kata Subangun, bilamana harga sawit terus terguncang maka drastis akan berdampak buruk terhadap gairah perekonomian di Subulussalam.

“Sektor lain sudah lesu, tinggal sektor sawit ini lagi yang menjadi andalan kita. Semogalah bencana ini segera berakhir, agar semua kembali berjalan normal, perekonomian pun kembali sehat,” ucap Subangun.[]

Reporter: Arung

Tags: sawitsubulussalam
Previous Post

Update Covid-19 di Bener Meriah, 29 April: ODP Bertambah 3 Jadi 8 Orang

Next Post

Plt Gubernur Pimpin Musrenbang 2021 via Konferensi Video

Next Post

Plt Gubernur Pimpin Musrenbang 2021 via Konferensi Video

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Irwansyah ST Terima Audiensi Asosiasi Nasyid Nusantara

Irwansyah ST Terima Audiensi Asosiasi Nasyid Nusantara

12/05/2026
Ketua Komisi IV DPR Aceh Dorong Pemerintah Pusat Bentuk Balai Kereta Api di Aceh

Ketua Komisi IV DPR Aceh Dorong Pemerintah Pusat Bentuk Balai Kereta Api di Aceh

12/05/2026
Temui Kepala BPS Aceh, Darwati Soroti Banyak Warga Tidak Mampu Masuk dalam Desil 8 hingga 10

Temui Kepala BPS Aceh, Darwati Soroti Banyak Warga Tidak Mampu Masuk dalam Desil 8 hingga 10

12/05/2026
Kemenag Aceh Besar Sabet Dua Penghargaan Tarbaik I Anugerah KHA 2026

Kemenag Aceh Besar Sabet Dua Penghargaan Tarbaik I Anugerah KHA 2026

12/05/2026
Istri Ketua Fraksi Partai Aceh Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Sibanceh

Istri Ketua Fraksi Partai Aceh Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Sibanceh

12/05/2026

Terpopuler

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

06/05/2026

“Awak Tolak Pergub JKA Ureung Taloe, Tim Om Bus-Syech Fadhil…”

Mualem Diminta Copot Sekda dan Ketua DPR Aceh

Istri Ketua Fraksi Partai Aceh Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Sibanceh

Sudah 20 Hari, Pelajar Asal Trienggadeng Menghilang Tanpa Kabar

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com