Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sejarah

Cerita Tipu-tipu Aceh Demi Indonesia

Admin1 by Admin1
11/05/2020
in Sejarah
0
Cerita Tipu-tipu Aceh Demi Indonesia

Redaksi koran Semangat Merdeka bergambar bersama-sama di depan kantornya. Foto: repro buku "Semangat Merdeka A. Hasjmy."

KETIKA tentara Jepang datang di Aceh, orang-orang Ambon tentara KNIL (Tentara Kerajaan Hindia Belanda) melarikan diri dan berbaur dengan masyarakat. Setelah Jepang kalah, mereka keluar dari persembunyiannya. Mereka yang ditawan Jepang dibebaskan. Mereka berharap Belanda akan kembali dan menerima mereka lagi menjadi serdadu KNIL.

Menurut A. Hasjmy dalam Semangat Merdeka, jumlah mereka cukup banyak di seluruh Aceh. Kalau mereka merindukan kembalinya Belanda akan melemahkan Republik di Aceh. Melihat kenyataan demikian, anggota IPI (Ikatan Pemuda Indonesia) antara lain Azhar Azis, Ghazali Yunus, Teuku Alibasyah Talsya dan seorang pemuda PTT, membuat “kawat palsu” yang seakan-akan datang dari Gubernur Maluku, Dr. Latuharhary. Kawat palsu tersebut berbunyi:

Kepada

Seluruh serdadu-serdadu KNIL yang berada di Aceh

Masyarakat suku Ambon, Manado, Jawa, dan lain-lain bekas KNIL bersatulah dengan rakyat Aceh berhubung Indonesia telah merdeka.

Latuharhary, Gubernur Maluku

“Kawat palsu ini kami perbanyak lewat Suratkabar Dinding atau surat selebaran, dan disebarluaskan ke seluruh Aceh,” kata Hasjmy.

Di Banda Aceh, pimpinan IPI mengadakan pertemuan dengan orang-orang Ambon dan membacakan “kawat palsu” itu. Para pimpinan IPI di seluruh Aceh diinstruksikan agar melakukan hal yang sama seperti di Banda Aceh. Hasilnya baik sekali. Orang-orang Ambon bersama rakyat Aceh berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Mengenai ‘kawat palsu’ terjadi suatu keajaiban sejarah. Dalam bulan Oktober 1945, Gubernur Maluku, Latuharhary, mengeluarkan sebuah seruan ‘sungguhan’ yang ditujukan kepada suku Ambon dan inti ‘surat seruan’ itu sama dengan ‘kawat palsu’ isapan jempol Azhar Azis dan kawan-kawan,” kata Hasjmy.

Koran Semangat Merdeka, 27 Oktober 1945, yang dipimpin oleh Hasjmy, menyiarkan dengan lengkap “seruan sungguhan” dari Gubernur Maluku, Latuharhary, yang berbunyi:

Saudara-saudara dari Ambon!

Saat sekarang ini adalah saat yang terpenting dalam sejarah Bangsa Indonesia umumnya dan Kaum Ambon khususnya. Kita sekarang sedang berada di tengah-tengah suatu peristiwa yang akan menentukan nasib kita semuanya, yakni hidup sebagai manusia yang merdeka atau sebagai bangsa yang hina.

Oleh sebab itu, maka saya minta kepada saudara-saudara semuanya, berdirilah serentak di belakang Republik Indonesia.

Berjuanglah bersendel bahu bersama-sama Bangsa Indonesia yang lainnya untuk mempertahankan kemerdekaan Bangsa dan Negara Indonesia.

“Cerita yang saya ungkapkan ini, betul-betul suatu ‘main-main menjadi sungguhan’,” pungkas Hasjmy.

Sumber: Historia.id

Tags: acehindonesia
Previous Post

Peran Orang Tua dalam Membina Akhlak Anak

Next Post

Mualem: Bencana Bukan Kurap, Tangani dengan Serius

Next Post

Mualem: Bencana Bukan Kurap, Tangani dengan Serius

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pascasarjana FH USK Perkuat Kualitas Penelitian dan Publikasi Ilmiah Mahasiswa

Pascasarjana FH USK Perkuat Kualitas Penelitian dan Publikasi Ilmiah Mahasiswa

29/10/2026
Toni Firmayas Terpilih sebagai Ketua pada Konferensi Cabang PGRI Kecamatan Setia

Toni Firmayas Terpilih sebagai Ketua pada Konferensi Cabang PGRI Kecamatan Setia

29/10/2026
K3S SD Kecamatan Tapaktuan dan Samadua Gelar Pertemuan dengan Kadisdikbud Aceh Selatan

K3S SD Kecamatan Tapaktuan dan Samadua Gelar Pertemuan dengan Kadisdikbud Aceh Selatan

29/10/2026
Ini Pengalaman Nadiatul Khairati, Siswi SMAN 1 Kluet Utara Ikut TKA dan AN 2026

Ini Pengalaman Nadiatul Khairati, Siswi SMAN 1 Kluet Utara Ikut TKA dan AN 2026

29/10/2026
Sengketa Tanah Wakaf Masjid At-Taqwa Pidie Jaya: Sertifikat MAN 1 Digugat, Pembangunan Diminta Berhenti

Sengketa Tanah Wakaf Masjid At-Taqwa Pidie Jaya: Sertifikat MAN 1 Digugat, Pembangunan Diminta Berhenti

29/10/2026

Terpopuler

Sengketa Tanah Wakaf Masjid At-Taqwa Pidie Jaya: Sertifikat MAN 1 Digugat, Pembangunan Diminta Berhenti

Sengketa Tanah Wakaf Masjid At-Taqwa Pidie Jaya: Sertifikat MAN 1 Digugat, Pembangunan Diminta Berhenti

29/10/2026

Paskibra MTsN 1 Banda Aceh Tampil Memukau Pada Upacara Hari Sumpah Pemuda

Nyan, Bupati Pidie Jaya Ingatkan SKPK, Jangan Tunggu Terjerat Hukum Baru Cari Jaksa!

Nyan, Sumpah Pemuda ke-98, KNPI Tantang Pemuda Pidie Jaya Berkontribusi Nyata

Krak, 10 Tersangka Pabrik Sabu di Aceh Digiring ke Bareskrim

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com