BANDA ACEH – Ketua DPD PDI Perjuangan Aceh, Muslahuddin Daud, mengatakan dalam sejarah perjalanan Indonesia, Pancasila terbukti telah berkali-kali mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi. Baik itu tantangan dalam bidang ekonomi, social kemasyarakatan, tatanegara, hubungan luar negeri dan terakhir tantangan abad kekinian yaitu kebebasan berekspresi sebagai komitmen logis era kemajuan teknologi.
“Tantangan yang dihadapi dalam kemajuan teknologi infromasi ini tidak dapat dianggap remeh, karena terbukti saat ini siapa saja, bahakan hampir darimana saja kita dapat mentransmisikan berbagai konten dan dalam hitungan detik telah sampai ke seluruh belahan dunia,” ujar Muslahuddin dalam siaran pers ke redaksi atjehwatch.com, Senin 1 Juni 2020.
“Maka dari itu, sudah sepatutnya kita menjiwai semangat persatuan Indonesia, semangat yang menghimpun dan mengarahkan kita untuk senantiasa berada didalam sebuah kesadaran untuk mengedepankan kesatuan dan persatuan dalam menghadapi berbagai perbedaan pandangan, ide maupun gagasan,” kata Muslahuddin Daud.
Muslahuddin mengajak seluruh masyarakat di Aceh, untuk ikut memberikan sumbangsih terbaik dalam menjaga semangat semangat kegotong royongan yang terkandung dalam Pancasila.
“Di tengah berbagai persoalan pembangunan yang kita hadapi saat ini, sikap kegotongroyongan harus dapat menajdi landasan kita dalam menjawab berbagai persoalan dan tantangan yang ada. Ditengah geliat kompetisi global, kita di Aceh harus dapat kembali menunjukkan kedigdayaan kita sebagaimana sejarah telah menuliskan itu, dan salah satu cara untuk menunjukkan itu adalah dengan kembali membuktikan bahwa kita dapat menjadikan Aceh sebagai daerah yang maju, daerah yang mampu mensejahterakan rakyatnya. Aceh membutuhkan perdebatan tentang ide dan gagasan pembangunan, bukan perdebatan tentang laku sejarah atau tantangan kekinian yang hanya sebatas mencari siapa benar dan siapa salah. “
“Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila, kami mengajak kita semua untuk selalu mengedepankan semangat persatuan. Semoga peringatan ini dapat menjadi momentum kebangkitan semangat kegotongroyongan kita, menjadi momentum kesadaran kita untuk senantiasa merawat ingatan kita, bahwa kita adalah “Daerah modal” bagi Indonesia. Aceh memiliki tugas sejarah untuk kemajuan Indonesia bahkan dunia, dan itu tentu harus dimulai dengan kemajuan daerah kita,” katanya lagi.[]










