Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Longgarkan Karantina, Kasus Covid-19 India Salip Italia

Atjeh Watch by Atjeh Watch
06/06/2020
in Internasional
0
Kasus Corona di Seluruh Dunia Tembus Angka Satu Juta

Ilustrasi Virus Corona. FOTO/iStockphoto

MUMBAI – India pada Sabtu mencatat 9.887 orang terjangkit Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Angka itu jadi kasus harian tertinggi sejak otoritas setempat melaporkan kasus pertama.

Dengan demikian, jumlah pasien positif Covid-19 di India menempati urutan keenam terbanyak dunia dan melampaui angka di Italia. Tingginya kasus positif di India terjadi dua hari setelah pemerintah melonggarkan aturan karantina dengan membuka kembali mal, restoran, dan tempat ibadah.

Total pasien positif di India saat ini meningkat sampai lebih dari 236 ribu orang. Namun, India masih sedikit tertinggal dari Amerika Serikat, Brasil, Rusia, Inggris, dan Spanyol, demikian menurut data Reuters.

Walaupun demikian, korban jiwa akibat Covid-19 di India masih lebih rendah daripada negara-negara tersebut. Kasus kematian karena Covid-19 di India mencapai 6.642 jiwa.

Pemerintah di bawah pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi cemas untuk mengaktifkan kembali ekonomi yang terpuruk akibat Covid-19. Namun, India tetap berupaya membuat jutaan rakyatnya kembali bekerja dengan melonggarkan aturan karantina.

Otoritas di India memberlakukan karantina sejak Maret. Kebijakan itu, menurut pemerintah, berhasil mencegah kasus positif bertambah cepat.

Pemerintah melonggarkan pembatasan sejak Senin, tetapi sejumlah ahli khawatir langkah itu terlalu cepat dilakukan. Giridhar R Babu, seorang epidemiolog di Yayasan Kesehatan Masyarakat India/Public Health Foundation of India, mempertanyakan langkah pemerintah yang membuka kembali tempat ibadah.

“Kita dapat bertahan hidup dan menjaga kasus positif tidak terus bertambah tanpa harus membuka tempat ibadah untuk sementara waktu,” kata Babu lewat unggahannya di Twitter.

Meskipun beberapa tempat umum kembali dibuka, pemerintah masih melarang konser musik, pertandingan olahraga, dan kampanye politik.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (5/6) mengatakan karantina di India membantu menekan pertumbuhan angka pasien positif. Namun saat ini, jumlah pasien positif berisiko naik.

“Saat India dan negara besar lainnya kembali membuka tempat umum dan orang-orang mulai berpindah tempat, selalu ada risiko virus akan kembali menyebar,” kata dr Mike Ryan, kepala program darurat WHO, saat jumpa pers di Jenewa, Swiss.

Umat yang mengunjungi tempat ibadah di India akan diminta untuk mencuci tangan serta kaki. Selama masa pandemi, penyerahan sesaji berisi makanan tidak diperbolehkan, begitu juga dengan memercikkan air ke wajah jemaat, menyentuh patung, dan kitab suci.

Sumber: Republika

Tags: india
Previous Post

Dyah Serahkan APD untuk RSUD dr. Zubir Mahmud Aceh Timur

Next Post

Pemerintah Aceh Serahkan Rumah Bantuan untuk Warga Madat

Next Post
Pemerintah Aceh Serahkan Rumah Bantuan untuk Warga Madat

Pemerintah Aceh Serahkan Rumah Bantuan untuk Warga Madat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

FK USK Dorong Kolaborasi Stakeholder, Kembangkan Rumah Sakit Daerah sebagai Wahana Pendidikan

FK USK Dorong Kolaborasi Stakeholder, Kembangkan Rumah Sakit Daerah sebagai Wahana Pendidikan

06/05/2026
Perpisahan Penuh Haru di KUA Kota Fajar: Jejak Pengabdian Ibu Asmidar B Tak Terlupakan

Perpisahan Penuh Haru di KUA Kota Fajar: Jejak Pengabdian Ibu Asmidar B Tak Terlupakan

06/05/2026
Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh

06/05/2026
LPPM IAIN Takengon Angkat Isu Transformasi Penggunaan AI di Kalangan Mahasiswa

LPPM IAIN Takengon Angkat Isu Transformasi Penggunaan AI di Kalangan Mahasiswa

06/05/2026
[Opini] JKA dan Martabat Keistimewaan Aceh

[Opini] JKA dan Martabat Keistimewaan Aceh

06/05/2026

Terpopuler

JKA; Diluncurkan Masa Irwandi, Ditiru Nasional, Serta ‘Dipangkas’ Era Mualem

544.626 Warga di Aceh Resmi Dicoret dari Penerima Manfaat JKA

02/05/2026

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

Pesantren Al Zahrah Gelar Kompetisi Bidang Olahraga dan Seni Tingkat SMP Sederajat, Catat Waktunya!

[Opini] JKA dan Martabat Keistimewaan Aceh

SMAN 2 Timang Gajah Gelar Tradisi Berpeumunge atau Malunakni Ku Ureng Tue

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com