BANDA ACEH – Manajemen PTPN I Langsa dilaporkan belum bayar sejumlah tunggakan uang peunsiunan bekas pegawai setempat. Imbasnya, kehidupan peunsiunan PTPN I Langsa kian morat-marit.
Hal ini disampaikan Asrizal H. Asnawi di dalam rapat paripurna DPR Aceh yang berlangsung, Senin 15 Januari 2020.
“Akibatnya, kehidupan peusiunan PTPN I Langsa kian susah. Anak-anak mereka terancam putus sekolah dan untuk keperluan keluarga sulit dipenuhi,” kata politisi PAN ini dalam paripurna.
Menurutnya, Komisi III DPRA melakukan kunjungan kerja ke Kantor PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 1 Langsa, Jumat 12 Juni 2020. Salah satu yang turut dipertanyakan adalah pembayaran uang peusinan PTPN I Langsa yang tak kunjung selesai.
“Namun bahasa yang disampaikan oleh manajemen sebelumnya tak ada kejelasan. Demikian juga dengan manajemen yang sekarang. “
Semestinya, kata Asrizal, setiap peusiunan PTPN I Langsa mendapatkan uang dari 1 miliar hingga ke bawah. Namun yang terjadi selama ini Cuma dicicil sekitar Rp1 juta dan dibayar beberapa bulan sekali.
“Imbasnya ke kehidupan para peunsiunan ini. Kehidupan mereka susah. Saya berharap pemerintah Aceh bisa membantu menyelesaikan persoalan ini,” katanya. []









