BANDA ACEH – Kalangan perawat dan bidan di lingkup RSUZA keduakalinya melakukan penggalangan dana mandiri untuk menyantuni teman-teman yang terinfeksi Covid-19, setelah Minggu lalu mereka melakukan penggalangan dana untuk 4 perawat yang terkonfirmasi Positif Covid-19.
“Kami kembali diminta menyumbang dana dengan besaran yang sudah ditentukan sebagai santunan untuk 3 perawat dan bidan yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus Covid-19. Sampai hari ini tercatat sudah 7 perawat dan bidan di RSUZA positif terinfeksi Covid-19, mereka yang positif adalah yang ditugaskan pada ruangan yang menangani pasien Covid-19,” kata seorang perawat yang meminta namanya agar dirahasiakan.
Sebelumnya, pada saat sumbangan pertama pihaknya sebagai tenaga kontrak mengaku diminta untuk menyumbangkan sebesar Rp. 30.000. Sedangkan seminggu selanjutnya pada saat sumbangan kedua mereka diminta sebesar Rp 10.000 rupiah.
“Besaran sumbangan itu berbeda antara kami kontrak yang mendapatkan Jasa, Kalau staf PNS, Karu/Wakaru hingga MOD itu lebih besar lagi. Sedangkan untuk tenaga kontrak yang tidak mendapatkan Jasa Medis mereka lebih sedikit,” ujarnya menjelaskan.
Menurutnya, keadaan seperti ini patut mereka mempertanyakan bahwa manajemen RSUZA memang tidak tulus memikirkan teman-teman yang ditempatkan pada penanganan pasien yang terinfeksi virus asal Wuhan tersebut.

“Kami merasa aneh saja, kalau memang dana dari pusat belum cair, kan bisa ditanggulangi terlebih dahulu minimal oleh RS yang notabennya sudah BLU,” pungkasnya.
Ia turut menyampaikan bahwa banyak jalan menuju roma, harusnya Rumah Sakit tipe A itu manajemennya profesional bukan mempraktekkan manajemen kampungan yang hanya bisa memotong uang staf biasa yang sudah melarat dimasa pandemi Covid-19.
“Uang jasa kami dipotong, jatah uang jaga malam bulan 5 dan bulan 6 juga belum dibayarkan, apa memang jatah uang jaga malam sudah tak dibayarkan lagi ? sedangkan uang tunjangan pejabat Eselon baik Eselon 1 hingga Eselon IV kok gak dipotong?” tanyanya.
“Seharusnya pejabat Eselon I hingga Eselon IV, mereka itu pelaku utama yang menyumbang kepada para teman-teman yang ditugaskan di area penanganan Covid-19. Masak kami yang bekerja di area non-Covid yang penghasilannya tak seberapa harus menyumbang lagi kepada mereka,” ujar dia. []










