Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Perang Dingin AS-China Telah Dimulai

Admin1 by Admin1
10/07/2020
in Internasional
0

WASHINGTON – Ketegangan antara China dan Amerika Serikat (AS) telah memasuki babak baru Perang Dingin. Bukan hanya pada tataran saling tuding, tetapi sudah menjadi persaingan tidak sehat antara kedua negara.

Musuh AS saat ini bukan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) dan tidak pula Al-Qaeda ataupun Taliban. China kini menjadi musuh terbesar bagi AS. Segala upaya pun dilakukan AS untuk bisa “mengalahkan” China dalam berbagai sektor, baik ekonomi maupun militer. Namun, China justru semakin digdaya dengan pendekatan lunaknya dan strategi ekonomi jangka panjang.

Ancaman China terbesar bagi AS adalah pandemi virus corona, ketika Presiden AS Donald Trump menyebut virus itu sebagai “virus China”atau “virus Wuhan”. Kedua negara juga bersaing sangat ketat dalam mengembangkan vaksin sebagai solusi mengakhiri pandemi.

Hingga AS menuding China berusaha menghalangi upaya penelitian yang dilakukan Washington dalam pengembangan vaksin virus corona. Kedua negara juga menempuh strategi yang berbeda dalam penanganan Covid-19 secara global.

AS lebih cenderung bekerja sendiri dan menjauhi aliansinya dan memilih keluar dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Kalau China justru menggandeng negara berkembang dan memberikan pinjaman lunak untuk mengatasi krisis ekonomi akibat pandemi.

Ketegangan China melawan AS juga berimbas pada intervensi politik dalam negeri. Departemen Kehakiman AS menyelidiki pendanaan ilegal yang dilakukan agen rahasia China kepada Komite Nasional Demokrat (DNC) sebelum pemilu 1996.

Selain itu, China juga diduga membangun kedekatan dengan Partai Demokrat sebagai musuh utama Trump. Kedutaan Besar China di Washington juga menjadi alat bagi Beijing untuk mengoordinasikan dukungan bagi Partai Demokrat. Tentunya China memiliki kepentingan untuk menggusur Trump dari Gedung Putih dengan melakukan segala upaya agar dia tidak lagi berkuasa.

Konflik paling nyata AS-China terasa di Asia. Kedua negara itu berlomba dalam memperkuat pengaruh dalam diplomasi hingga perdagangan di Asia. Medan konfliknya bukan saja di Korea Utara, tetapi juga semakin intens di Laut China Selatan. AS membangun aliansi agar melawan dan mengusir China dari Kepulauan Spratly yang diklaim Beijing.

Permusuhan kedua negara juga berimbas kepada aplikasi media sosial. Ketika sudah lama Beijing memblokade berbagai situs media sosial asal AS, seperti Facebook, Twitter, hingga YouTube, AS pun mempertimbangkan akan menutup aplikasi asal China. Berbagai kekhawatiran adalah upaya pemerintah China mengontrol data pengguna aplikasi media sosial, seperti TikTok ataupun WeChat.

AS telah menuding China agar perempuan Uighur melakukan sterilisasi, melobi Eropa untuk melarang perusahaan keamanan China Nuctech, tidak memberikan visa bagi pejabat china yang bertanggung jawab atas Undang-undang keamanan baru Hong Kong dan memberikan hanya visa kerja selama 90 hari kepada jurnalis China. Konflik AS-China telah menjadi pertarungan ekonomi global dan geopolitik.

Peneliti dari Hinrich Foundation dan CEO konsultan risiko geopolitik Cognoscenti Group, Alan Dupont mengungkapkan, perang dingin antara China dan AS telah terjadi. AS dan China mewakili dua kekuatan berbeda, satu pihak adalah demokrasi liberal dan China adalah negara komunis. Kedua memiliki hasrat untuk menjadi pemimpin tertinggi di dunia. Nilai yang dibangun dalam konflik adalah kekuasaan. “Konflik AS-China bisa berlangsung beberapa dekade ke depan, meskipun kedua belah pihak menghindari konfrontasi militer,” kata Dupont dilansir The Diplomat.

Sebelumnya, Direktur Biro Penyelidikan Federal (FBI) Christopher Wray mengungkapkan, tindakan spionase dan pencurian yang dilakukan pemerintah China telah menjadi “ancaman jangka panjang” bagi masa depan AS. China telah menarget warga China yang tinggal di luar negeri untuk kembali ke kampung halamannya hingga mengganggu penelitian virus corona.

“Taruhannya tidak bisa lebih tinggi,” kata Wray, dilansir BBC. “China terlibat dalam upaya (yang dilakukan seluruh) negara itu untuk menjadi satu-satunya negara adikuasa di dunia dengan segala cara yang diperlukan,” ujarnya ketika berpidato di Institut Hudson di Washington, Selasa (7/7/2020), waktu setempat. Pidato itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan China.

Pernyataan Wray tersebut menunjukkan bagaimana Washington sekarang melihat Beijing tidak hanya sebagai musuh yang agresif, tetapi juga rival ambisius dalam kepemimpinan global. Pernyataan tersebut merupakan salah satu dalam serangkaian kecaman keras oleh pejabat senior AS tentang topik tersebut.

sumber: Sindonews

Previous Post

Gulai Bebek Hot & Kari Ikan Pari Gapugi Diburu Pencinta Kuliner

Next Post

[Video] Kisah Relawan Medis Bantu Pengungsi Rohingya

Next Post

[Video] Kisah Relawan Medis Bantu Pengungsi Rohingya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

UIN Ar-Raniry Jadi Satu-satunya PTKIN Lolos KRISAN Fellowship 2026

UIN Ar-Raniry Jadi Satu-satunya PTKIN Lolos KRISAN Fellowship 2026

23/07/2026
Lewat Goresan di Atas Kaos, Seniman Aceh Suarakan Aceh 8 bulan Pasca Bencana

Lewat Goresan di Atas Kaos, Seniman Aceh Suarakan Aceh 8 bulan Pasca Bencana

23/07/2026
Munawar Hadiri Peringatan HANI Internasional 2026, Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba

Munawar Hadiri Peringatan HANI Internasional 2026, Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba

23/07/2026
Tingkatkan Kualitas Bacaan Al-Qur’an, Guru dan Karyawan Al Zahrah Ikuti Program Tahsin Intensif

Tingkatkan Kualitas Bacaan Al-Qur’an, Guru dan Karyawan Al Zahrah Ikuti Program Tahsin Intensif

23/07/2026
Peredaran 130 Kilogram Sabu Berhasil Digagalkan, Seorang Kurir Diamankan di Aceh Timur

Peredaran 130 Kilogram Sabu Berhasil Digagalkan, Seorang Kurir Diamankan di Aceh Timur

23/07/2026

Terpopuler

Nyan, BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh

Nyan, BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh

22/07/2026

Perang Dingin AS-China Telah Dimulai

STAI Tgk. Chik Pante Kulu dan Mahkamah Syar’iyah Kota Banda Aceh Bangun Kolaborasi Penguatan Tridarma Perguruan Tinggi

Kapaloe, Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com