Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Dubes China-Australia Debat Sengit soal Laut China Selatan

Admin1 by Admin1
03/08/2020
in Internasional
0

Jakarta – Duta Besar China dan Perwakilan Tinggi Australia untuk India terlibat perdebatan sengit di Twitter tentang sengketa Laut China Selatan.

Perang Twitter itu bermula ketika Australia membela Amerika Serikat (AS) yang baru-baru ini menolak klaim sepihak China atas 90 persen wilayah Laut China Selatan.

Melalui surat kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada pekan lalu, Australia menganggap klaim China atas perairan itu tak memiliki basis hukum.

Sementara itu, Perwakilan Tinggi Australia di India Barry O’Farrell mengatakan negaranya ‘sangat prihatin’ terkait perilaku Beijing yang agresif di Laut China Selatan.

Pernyataan itu diutarakan O’Farrell kepada Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar saat bertemu pada pekan ini.

O’Farrell menganggap perilaku China di perairan tersebut bisa merusak stabilitas dan memicu eskalasi ketegangan di kawasan.

Tidak terima dengan pernyataan O’Farrell, Duta Besar China di India Sun Weidong menggungah kicauan di Twitter menyebut pernyataan O’Farrell menyesatkan dan tidak sesuai fakta.

“Pernyataan Perwakilan Tinggi Australia kepada India soal Laut China Selatan mengabaikan fakta. Kedaulatan teritorial China dan hak maritimnya sesuai dengan hukum internasional termasuk Konvensi Hukum Kelautan PBB (UNCLOS). Jelas di sini siapa yang menjaga perdamaian dan stabilitas dan siapa yang coba menggoyahkan serta memprovokasi eskalasi di kawasan,” kata Sun melalui akun Twitternya.

Tak tinggal diam, O’Farrell pun membalas kicauan Sun.

“Terima kasih @China_Amb_India, saya harap Anda menghargai putusan Arbitrase Laut China Selatan pada 2016 yang bersifat final dan mengikat secara hukum internasional, dan juga berupaya menahan diri dari tindakan yang secara sepihak mengubah status quo,” papar O’Farrell.

Laut China Selatan menjadi perairan lawan konflik setelah Beijing mengklaim 90 persen wilayah di perairan itu yang bersinggungan dengan teritorial dan zona ekonomi eksklusif (ZEE) negara lain, seperti Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei, bahkan Taiwan.

Kicauan O’Farrell merujuk pada putusan Arbitrase Internasional pada 2016 soal gugatan Filipina terhadap China atas klaim di Laut China Selatan.

Pengadilan Arbitrase Internasional mendukung Filipina dengan menganggap klaim historis China terhadap Laut China Selatan sebagai tidak sah.

Perdebatan sengit antara Sun dan O’Farrell tak berakhir sampai di situ. Dilansir South China Morning Post, Sun kembali membalas kicauan O’Farrell dengan mengatakan bahwa China tak mengakui putusan arbitrase yang dinilainya terbalik dan ilegal.

Sun juga menganggap putusan pengadilan berbasis di Den Haag itu tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat.

Sun berharap negara yang tak memiliki klaim di Laut China Selatan, termasuk AS dan Australia, tidak ikut campur dalam penyelesaian sengketa dan berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas regional.

Sumber: CNNIndonesia

Tags: laut china selatan
Previous Post

Anggota Parlemen Inggris Ditangkap atas Dugaan Pelecehan

Next Post

Nama Tusop-Nasir Djamil Mencuat di Dayah-dayah Pesisir Timur Aceh

Next Post
Para Kandidat Wakil Mualem; dari Aburazak, Tusop hingga Syech Fadhil

Nama Tusop-Nasir Djamil Mencuat di Dayah-dayah Pesisir Timur Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ketika Ayah Menjadi Luka, Menyembuhkan Pola Pikir Melepaskan Trauma

Ketika Ayah Menjadi Luka, Menyembuhkan Pola Pikir Melepaskan Trauma

07/11/2026
YPB-HAM Pidie Dukung Komnas HAM Turun ke Pidie, Said Safwatullah Desak TKP Penembakan Dijaga

YPB-HAM Pidie Dukung Komnas HAM Turun ke Pidie, Said Safwatullah Desak TKP Penembakan Dijaga

07/11/2026
ITF Ar-Raniry Resmi Menjadi Lembaga Amil Zakat Tingkat Provinsi

ITF Ar-Raniry Resmi Menjadi Lembaga Amil Zakat Tingkat Provinsi

07/11/2026
Bupati Abdya Bersama Para SKPK Kopi Morning dengan Wartawan, Perkuat Sinergi dan Keterbukaan Informasi

Bupati Abdya Bersama Para SKPK Kopi Morning dengan Wartawan, Perkuat Sinergi dan Keterbukaan Informasi

07/11/2026
TRK Ajak Masyarakat Meriahkan Car Free Day Nagan Raya 2026

TRK Ajak Masyarakat Meriahkan Car Free Day Nagan Raya 2026

07/11/2026

Terpopuler

Dubes China-Australia Debat Sengit soal Laut China Selatan

03/08/2020

Sarjani Minta Insiden Berdarah di Pulo Keunari Pidie Diusut Tuntas dan Transparan

Siswi MAN 3 Aceh Besar Raih Juara III AI Prompt Manifest 2026, Bersaing dengan Mahasiswa

Mahasiswa Kepung DPRK Pidie, Desak Dandim hingga Pangdam Dicopot! “Setiap Nyawa Berharga”

Tiga Fraksi DPRK Abdya Terima Rancangan APBK Jadi Qanun, Setelah Dengarkan Jawaban Bupati

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com