Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp6.026,85 T per Juni 2020

Admin1 by Admin1
14/08/2020
in Ekonomi
0
Utang Luar Negeri RI Tembus Rp6.026,85 T per Juni 2020

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai US$408,6 miliar atau setara Rp6.026,85 triliun (kurs Rp14.750 per dolar AS) pada kuartal II 2020. Jumlah utang meningkat 5 persen secara tahunan, dari US$391,8 miliar pada kuartal II 2019.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan peningkatan utang berasal dari transaksi penarikan yang dilakukan oleh pemerintah dan swasta pada periode April-Juni 2020.

“Selain itu, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga berkontribusi pada peningkatan nilai ULN berdenominasi rupiah,” ungkap Onny dalam keterangan resmi, Jumat (14/8).

Sejalan dengan peningkatan utang, rasio utang Indonesia meningkat dari 34,5 persen pada kuartal II 2019 menjadi 37,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal II 2020.

Berdasarkan jatuh tempo, sekitar 89 persen merupakan utang jangka panjang dan sisanya, 11 persen jangka pendek.

Berdasarkan sumber, jumlah utang pemerintah dan bank sentral nasional mencapai US$199,3 miliar atau setara Rp2,939,67 triliun pada kuartal II 2020.

Khusus untuk utang pemerintah, tercatat meningkat 2,1 persen secara tahunan menjadi US$196,5 miliar atau setara Rp2.898,37 triliun.

Peningkatan utang pemerintah karena penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk untuk memenuhi target kebutuhan pembiayaan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.

Kebutuhan belanja pemerintah meningkat seiring besarnya stimulus yang digelontorkan di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi virus corona atau covid-19.

“Penerbitan sukuk global untuk memenuhi target pembiayaan, termasuk satu seri green sukuk yang mendukung pembiayaan perubahan iklim,” katanya.

Kendati utang meningkat, namun BI memandang derasnya aliran modal asing yang masuk ke pasar surat utang memberikan bukti kepercayaan investor global terhadap perekonomian Indonesia di tengah pandemi corona.

Hal ini pada akhirnya tetap diklaim mampu memberikan kontribusi pada stabilitas dan pemulihan ekonomi nasional.

Lebih lanjut, utang pemerintah utamanya digunakan untuk belanja di bidang jasa kesehatan dan kegiatan sosial mencapai 23,5 persen dari total utang.

Lalu, mengalir ke sektor konstruksi sekitar 16,4 persen, jasa pendidikan 16,3 persen, jasa keuangan dan asuransi 12,4 persen serta administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib 11,7 persen.

Sumber tingginya ULN Indonesia juga berasal dari utang yang ditarik oleh para perusahaan swasta dan BUMN. Tercatat, jumlahnya tumbuh 8,2 persen secara tahunan menjadi US$209,3 miliar atau setara Rp3.087,17 triliun pada April-Juni 2020.

Data BI menunjukkan kontribusi peningkatan utang swasta dan BUMN berasal dari tingginya utang dari perusahaan di bidang non-jasa keuangan dengan pertumbuhan utang mencapai 11,4 persen secara tahunan. Sementara, utang perusahaan jasa keuangan justru terkontraksi 1,7 persen.

Namun, 77,3 persen dari total ULN swasta dan BUMN didominasi oleh utang swasta. Khususnya dari perusahaan di bidang jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin (LGA), pertambangan dan penggalian, hingga industri pengolahan.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Afghanistan Bebaskan 400 Tahanan Kelas Kakap Taliban

Next Post

Unsyiah Press Terbitkan Buku Politik Hukum dan Bencana di Indonesia

Next Post
Unsyiah Press Terbitkan Buku Politik Hukum dan Bencana di Indonesia

Unsyiah Press Terbitkan Buku Politik Hukum dan Bencana di Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pelatihan Digital Marketing Menggunakan AI Hadir di Banda Aceh

Pelatihan Digital Marketing Menggunakan AI Hadir di Banda Aceh

20/09/2026
Bendungan Irigasi Lamtimpeung Mulai Beroperasi, Petani Harap Panen Dua Kali Setahun

Bendungan Irigasi Lamtimpeung Mulai Beroperasi, Petani Harap Panen Dua Kali Setahun

20/09/2026
Kemenag Rilis Surat Edaran, Atur Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan

Kemenag Rilis Surat Edaran, Atur Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan

20/09/2026
Aceh Raih Peringkat 4 Nasional di MTQ 2026

Aceh Raih Peringkat 4 Nasional di MTQ 2026

20/09/2026
Perkuat Digitalisasi Organisasi, PDM Abdya Gelar Bimtek SatuMu untuk PDM, PCM dan PRM se-Abdya

Perkuat Digitalisasi Organisasi, PDM Abdya Gelar Bimtek SatuMu untuk PDM, PCM dan PRM se-Abdya

20/09/2026

Terpopuler

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

19/09/2026

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp6.026,85 T per Juni 2020

PKB Pidie Jaya Pasang Target Agresif: Satu Dapil Satu Kursi

Luar Biasa! Hasil Panen di Blangpidie Capai 8,7 Ton per Hektare, Rekor Tertinggi Selama 6 Tahun

TANI Merdeka Indonesia Abdya Apresiasi Kepemimpinan Safaruddin – Zaman Akli atas Capaian Hasil Panen Petani yang Melimpah

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com