Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Hiburan

Laki-laki di Prancis Ingin Live Streaming Saat Sakaratul Maut

Admin1 by Admin1
07/09/2020
in Hiburan
0

Jakarta – Keinginan seorang laki-laki asal Prancis, Frenchman Alain Cocq, 57 tahun, yang ingin melakukan live streaming di Facebook menjelang kematiannya, ditolak oleh Pemerintah Prancis. Cocq sebelumnya memperkirakan akan meninggal Minggu depan.

Cocq diketahui menderita sebuah penyakit langka, di mana dinding arterinya saling menempel. Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak permintaannya yang ingin disuntik mati (euthanasia) karena hal itu tidak berlaku di Prancis.

Cocq sudah terbaring di tempat tidur selama bertahun-tahun dan dia merasa sudah waktunya dia meninggalkan dunia ini. Dia berargumen seharusnya dia bisa memilih kapan (waktu) dia siap meninggal, namun dia sudah diberi tahu bahwa suntik mati masih ilegal di Prancis.

Kendati begitu, Cocq masih saja berkeras. Dia berencana mengucapkan salam perpisahan pada teman-teman dan keluarganya Minggu depan. Dia mulai tak mau makan, minum dan menolak pengobatan yang bisa memperpanjang hidupnya.

Dengan melakukan live streaming di media sosial, Cocq berharap itu bisa membangkitkan kepedulian pada suntik mati. Dia masih berkeras ingin merekam jam-jam terakhirnya dijemput malaikat maut.

“Saya ingin dikenang dan ini bisa menjadi sebuah langkah untuk perubahan hukum,” kata Cocq.

Cocq mengunggah ke Facebook jawaban dari Presiden Macron atas permintaannya untuk suntik mati. Surat itu berbunyi bahwa Presiden Macron bukan orang yang kebal hukum sehingga dia tidak bisa memenuhi permintaan Cocq. Permintaan Cocq agar dibantu segera meninggal disebut Macron tidak diperkenankan oleh negara.

Untuk memperlihatkan kesedihannya kepada masyarakat Prancis karena undang-undang larangan suntik mati (mempercepat kematian), Cocq mengatakan dia akan ‘menayangkan’ ke Facebook jam-jam terakhir hidupnya, yang diyakininya akan terjadi pada empat – lima hari ke depan.

Sumber: tempo

Previous Post

Profil Mulyadi, Cagub Sumbar yang Kembalikan Rekomendasi PDIP

Next Post

27 Tahun di Penjara karena Salah Tangkap, Laki-laki Ini Tuntut Kompensasi

Next Post

27 Tahun di Penjara karena Salah Tangkap, Laki-laki Ini Tuntut Kompensasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mahasiswa KKN USK Edukasi Anti Bullying dan Pancasiaga di SD Negeri 1 Bandar Baru, Siswa Antusias Ikuti Simulasi

Mahasiswa KKN USK Edukasi Anti Bullying dan Pancasiaga di SD Negeri 1 Bandar Baru, Siswa Antusias Ikuti Simulasi

28/07/2026
Pidie Jaya Bangun Kekuatan Logistik Desa, Armada Fuso Disiapkan Jadi Motor Baru Ekonomi Koperasi

Pidie Jaya Bangun Kekuatan Logistik Desa, Armada Fuso Disiapkan Jadi Motor Baru Ekonomi Koperasi

28/07/2026
Sambut HUT ke-25 Partai, Demokrat Aceh Gelar Donor Darah dan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri.

Sambut HUT ke-25 Partai, Demokrat Aceh Gelar Donor Darah dan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri.

28/07/2026
[Opini] Pengawalan Kepada Pemerintah Harus Produktif, HMI Sigli Jangan Kehilangan Jati Diri

[Opini] Pengawalan Kepada Pemerintah Harus Produktif, HMI Sigli Jangan Kehilangan Jati Diri

28/07/2026
Bukan Sekadar Magang, Mahasiswa PMI UIN Ar-Raniry Ditempa Menjadi Pendamping Masyarakat di Forum Bangun Aceh

Bukan Sekadar Magang, Mahasiswa PMI UIN Ar-Raniry Ditempa Menjadi Pendamping Masyarakat di Forum Bangun Aceh

28/07/2026

Terpopuler

Laki-laki di Prancis Ingin Live Streaming Saat Sakaratul Maut

07/09/2020

Awali Masa Bakti dengan Berkah, Zikrillah Dipeusijuek Bersama Santunan Anak Yatim Se-Kemukiman Pangwa

Musda Demokrat Aceh Menghangat, Fakta Sejarah Organisasi Sayuti Abubakar Diungkap

Jangan Biarkan HMI Hilang di Pidie, Wabup Alzaizi Serukan Kebangkitan Kader Pengawal Perubahan

FISIP USK dan Fakulti Sastera & Sains Sosial Universiti Malaya Teken MoA, Perkuat Kolaborasi Akademik Bertaraf Internasional

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com