LHOKSEUMAWE – Pengusaha MD yang diduga diculik sekelompok sipil bersenjata dilaporkan pernah menerima ancaman beberapa pekan sebelum kejadian.
Hal ini disampaikan pihak keluarga kepada atjehwatch.com, Minggu 13 September 2020.
“Jadi kira kira sepekan lalu, ada acara sunatan di rumah MD. Kemudian datang seorang pria yang meminta uang kepadanya,” ujar sumber atjehwatch.com.
Kata sumber tadi, pria tersebut beralasan ingin pergi ke rumah Teungku Ni atau Ketua KPA Pase.
“Tapi MD bilang lagi tidak ada duit. Tapi kalau ingin makan dipersilahkan. Karena memang sedang acara. Namun pria tadi marah dan mengancam,” kata sumber tadi lagi.
“Kapreh kah. Kupeu abeh,” ujar sumber meniru suara pelaku.
“Kemudian terjadi seperti sekarang. Apakah pelaku adalah orang yang sama, kita tak tahu,” katanya lagi.
Sebelumnya diberitakan, pencarian pengusaha berinisial MD asal Aceh Utara yang diduga diculik kelompok sipil bersenjata masih terus berlanjut pada Minggu 13 September 2020.
Informasi yang diperoleh atjehwatch.com dari pihak keluarga, polisi masih menyisip pedalaman Blang Mangat hingga keperbatasan wilayah Gayo.
“Belum ada hasil. Polisi masih menyisir lokasi Blang Mangat. Mudah-mudahan segera ditemukan,” ujar sumber atjehwatch.com dari pihak keluarga.
Informasi yang diterima sumber, para penculik belum menghubungi keluarga.
Sementara pelaku disinyalir lebih dari dua orang.
“Karena berdasarkan keterangan dari masyarakat, saat pelaku meninggalkan mobil, ternyata ada orang yang memantau di belakang dengan mengendarai sepeda motor,” ujar sumber ini.
Pengusaha berinisial MD di Aceh Utara diduga menjadi korban penculikan sekelompok pria bersenjata.
Informasi yang diperoleh atjehwatch.com, MD diculik di depan rumahnya, di Desa Ulee Blang Mane, Kecamatan Blang Mangat Aceh Utara, Rabu sore 9 September 2020, sekitar pukul 18.00 WIB.
“Saat itu, korban disergap di depan rumah. Saat korban tiba di depan rumah, seorang pria turun dari mobil Avanza dan langsung naik ke mobil korban kemudian mobil korban langsung pergi lagi,” ujar sumber atjehwatch.com.
“Itu terlihat dari CCTV,” ujarnya.
Menurutnya, Polres Aceh Utara sudah menurunkan tim untuk mencari korban hingga ke pedalaman Aceh Utara.
“Mobilnya di temukan si kampung Bare, kecamatan Jungka Gajah, Aceh Utara. Dan sekarang mobilnya ada di bawa ke Kapolres tadi malam,” ujar sumber tadi.
Sementara itu, hingga berita ini dimuat pukul 13.23 WIB, atjehwatch.com belum memperoleh konfirmasi dari pihak kepolisian setempat.








